Oleh : Muh.yasin fii sabilillah
Rasulullah SAW bersabda, "Jaminlah untukku enam hal darimu,
aku jaminkan surga untukmu; benar
dalam bicara, tepat janji kepada Allah
dan manusia, tunaikan amanah, tutup
aurat dan jaga kemaluanmu, tahan
matamu dari yang haram, dan jaga tangan." (HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan
Baihaki). Subhanallah, Rasulullah ternyata akan
menjaminkan surga kepada setiap
umatnya jika mampu menghadirkan
dalam keseharian akhlaknya enam
amalan. Pertama, benar dalam setiap
pembicaraannya. Setiap kata yang keluar selalu berorientasi hikmah dan
tidak ada yang sia-sia. Seseorang
yang benar dalam bertutur kata
biasanya memiliki kejernihan hati.
Sedapat mungkin jejeran kata selalu
ada ruhiyahnya dan karenanya tak akan mengecewakan siapa pun (QS
an-Nisa [4]: 9). Kedua, menepati janji, baik kepada
Allah ataupun manusia. Kepada Allah,
sama sekali tidak tebersit untuk
mengkhianti-Nya. Pun demikian
kepada sesama ciptaan-Nya, tidak ada
kezaliman yang diperbuat olehnya. Perwujudan janji yang ditepati adalah
dengan menunaikan totalitas
penghambaan kepada Allah dan
Rasul-Nya. Saat taat kepada Allah dan Rasul-Nya,
saat itulah kita telah menepati janji.
Kita semua sesungguhnya terikat
dengan janji kepada Allah waktu di
alam roh. Seperti ada ikatan primordial
yang lekat antara kita sewaktu masih menjadi makhluk ruh dengan Sang
Pencipta, Rabbul Izzah (QS al-A'raf [7]:
172). Ketiga, tunaikan amanah. Orang yang
amanah adalah orang yang diberi rasa
aman, yaitu sebagai buah dari
keimanannya kepada Allah.
"Sesungguhnya Allah menyuruh
kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan
apabila menetapkan hukum di antara
manusia supaya kamu menetapkan
dengan adil ..." (QS an-Nisa [4]: 58). Keempat, tutup aurat dan jaga
kemaluan. Orang yang menjaga aurat
akan terjaga dan meningkat
kehormatannya. ".... Hendaklah
mereka menahan pandangannya dan
kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasan nya kecuali
yang tampak dari padanya ... (QS an-
Nuur [24]: 31). Kelima, tahan mata dari perkara yang
haram. Pada diri sea tiap mata ada
hak. Dan di antara hak mata adalah
menghindarkan nya dari tontonan
yang diharam kan. Alquran surah an-
Nuur di atas sudah cukup untuk mengingatkan kita supaya menjaga
pandangan mata. Karena itu, akan dijaminkan surga jika
seseorang mampu menahan matanya
dari hal-hal yang diharamkan seperti
tontonan yang mengumbar aurat,
film-film atau situs-situs porno.
"Tatapan pertama hadiah bagimu, sementara tatapan berikutnya bukan
milikmu," ujar Ali bin Abi Thalib. Keenam, jaga tangan. Menjaga tangan
berarti menempatkan tangan sesuai
fungsinya. Dan fungsi tangan di
antaranya menolong siapa pun yang
membutuhkan uluran tangannya.
Baik diminta ataupun tidak. Menurut Nabi SAW cukuplah keimanan
seseorang kepada Allah dan hari
Kiamat jika mampu menahan
tangannya dari menyakiti saudara
atau tetangganya. Wallahu a'lam.
Rabu, 02 Februari 2011
KEUTAMAAN SHOLAT TAHAJJUD
Oleh : Muh.yasin fii sabilillah
Shalat malam, bila shalat tersebut
dikerjakan sesudah tidur,
dinamakan shalat Tahajud,
artinya terbangun malam. Jadi,
kalau mau mengerjakansholat
Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah
kebiasaan orang-orang shaleh
yang hatinya selalu
berdampingan denganAllah SWT. Berfirman Allah SWT di dalam Al-
Qur’an : “ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai
tambahan bagi engkau. Mudah-
mudahan Tuhan mengangkat
engkau ketempat yang terpuji. ” (QS : Al-Isro ’ : 79) Shalat Tahajud adalah shalat
yang diwajibkan kepada Nabi
SAW sebelum turun perintah
shalat wajib lima waktu.
Sekarang shalat Tahajud
merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan . Sahabat Abdullah bin
Salam mengatakan, bahwa Nabi
SAW telah bersabda :
“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan
berikanlah makanan serta sholat
malamlah diwaktu manusia
sedang tidur, supaya kamu
masuk Sorga dengan
selamat.”(HR Tirmidzi) Bersabda Nabi Muhammad SAW :
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat
di waktu malam ” ( HR. Muslim ) Waktu Untuk Melaksanakan
Sholat Tahajud :
Kapan afdhalnya shalat Tahajud
dilaksanakan ? Sebetulnya waktu
untuk melaksanakan shalat
Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya ’ hingga waktu subuh ( sepanjang
malam ). Meskipun demikian, ada
waktu-waktu yang utama, yaitu :
1. Sangat utama : 1/3 malam
pertama ( Ba’da Isya – 22.00 ) 2. Lebih utama : 1/3 malam
kedua ( pukul 22.00 – 01.00 ) 3. Paling utama : 1/3 malam
terakhir ( pukul 01.00 – Subuh ) Menurut keterangan yang sahih,
saat ijabah (dikabulkannya do ’a) itu adalah 1/3 malam yang
terakhir. Abu Muslim bertanya
kepada sahabat Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih
utama kita mengerjakan sholat
malam?” Sahabat Abu Dzar menjawab :
“Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana
engkau tanyakan kepadaku ini. ” Rosulullah SAW bersabda :
“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir.
Sayangnya sedikit sekali orang
yang melaksanakannya. ” (HR Ahmad) Bersabda Rosulullah SAW :
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ).
Seandainya seorang Muslim
meminta suatu kebaikan didunia
maupun diakhirat kepada Allah
SWT, niscaya Allah SWT akan
memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim ) Nabi SAW bersabda lagi :
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta ’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal
sepertiga malam yang akhir. Ia
berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku
perkenankan seruannya. Barang
siapa yang meminta kepada-Ku,
Aku perkenankan permintaanya.
Dan barang siapa meminta
ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim ) Jumlah Raka ’at Shalat Tahajud : Shalat malam (Tahajud) tidak
dibatasi jumlahnya, tetapi paling
sedikit 2 ( dua ) raka ’at. Yang paling utama kita kekalkan
adalah 11 ( sebelas ) raka ’at atau 13 ( tiga belas ) raka ’at, dengan 2 ( dua ) raka ’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang
baik adalah setiap 2 ( dua )
rakaat diakhiri satu salam.
Sebagaimana diterangkan oleh
Rosulullah SAW : “ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim ) Adapun Kaifiat yang diterangkan
oleh Sahabat Said Ibnu Yazid,
bahwasannya Nabi Muhammad
SAW shalat malam 13 raka ’at, sebagai berikut :
1) 2 raka ’at shalat Iftitah. 2) 8 raka ’at shalat Tahajud. 3) 3 raka ’at shalat witir. Adapun surat yang dibaca dalam
shalat Tahajud pada raka ’at pertama setelah surat Al-Fatihah
ialah Surat Al-Baqarah ayat
284-286. Sedangkan pada
raka ’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali
Imron 18-19 dan 26-27. Kalau
surat-surat tersebut belum hafal,
maka boleh membaca surat yang
lain yang sudah
dihafal.Rasulullah SAW bersabda : “Allah menyayangi seorang laki- laki yang bangun untuk shalat
malam, lalu membangunkan
istrinya. Jika tidak mau bangun,
maka percikkan kepada
wajahnya dengan air. Demikian
pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk
shalat malam, juga
membangunkan suaminya. Jika
menolak, mukanya
disiram air.” (HR Abu Daud) Bersabda Nabi SAW :
“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam
hingga
keduanya shalat dua raka ’at, maka tercatat keduanya dalam
golongan (perempuan/laki-laki)
yang selalu berdzikir. ”(HR Abu Daud) Keutamaan Shalat Tahajud :
Tentang keutamaan shalat
Tahajud tersebut, Rasulullah SAW
suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat
Tahajud dengan
sebaik-baiknya, dan dengan tata
tertib yang rapi, maka Allah SWT
akan memberikan 9 macam
kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat. ” Adapun lima keutamaan didunia
itu, ialah :
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT
dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan
tampak kelihatan dimukanya. 3. Akan dicintai para hamba Allah
yang shaleh dan dicintai oleh
semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu
mengucapkan kata-kata yang
mengandung hikmah. 5. Akan dijadikan orang
bijaksana, yakni diberi
pemahaman dalam agama. Sedangkan yang empat
keutamaan diakhirat, yaitu :
1. Wajahnya berseri ketika
bangkit dari kubur di Hari
Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan
Shirotol Mustaqim, bisa
melakukannya dengan sangat
cepat, seperti halilintar yang
menyambar. 4. Catatan amalnya diberikan
ditangan kanan.
Shalat malam, bila shalat tersebut
dikerjakan sesudah tidur,
dinamakan shalat Tahajud,
artinya terbangun malam. Jadi,
kalau mau mengerjakansholat
Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah
kebiasaan orang-orang shaleh
yang hatinya selalu
berdampingan denganAllah SWT. Berfirman Allah SWT di dalam Al-
Qur’an : “ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai
tambahan bagi engkau. Mudah-
mudahan Tuhan mengangkat
engkau ketempat yang terpuji. ” (QS : Al-Isro ’ : 79) Shalat Tahajud adalah shalat
yang diwajibkan kepada Nabi
SAW sebelum turun perintah
shalat wajib lima waktu.
Sekarang shalat Tahajud
merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan . Sahabat Abdullah bin
Salam mengatakan, bahwa Nabi
SAW telah bersabda :
“ Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan
berikanlah makanan serta sholat
malamlah diwaktu manusia
sedang tidur, supaya kamu
masuk Sorga dengan
selamat.”(HR Tirmidzi) Bersabda Nabi Muhammad SAW :
“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat
di waktu malam ” ( HR. Muslim ) Waktu Untuk Melaksanakan
Sholat Tahajud :
Kapan afdhalnya shalat Tahajud
dilaksanakan ? Sebetulnya waktu
untuk melaksanakan shalat
Tahajud ( Shalatul Lail ) ditetapkan sejak waktu Isya ’ hingga waktu subuh ( sepanjang
malam ). Meskipun demikian, ada
waktu-waktu yang utama, yaitu :
1. Sangat utama : 1/3 malam
pertama ( Ba’da Isya – 22.00 ) 2. Lebih utama : 1/3 malam
kedua ( pukul 22.00 – 01.00 ) 3. Paling utama : 1/3 malam
terakhir ( pukul 01.00 – Subuh ) Menurut keterangan yang sahih,
saat ijabah (dikabulkannya do ’a) itu adalah 1/3 malam yang
terakhir. Abu Muslim bertanya
kepada sahabat Abu Dzar : “ Diwaktu manakah yang lebih
utama kita mengerjakan sholat
malam?” Sahabat Abu Dzar menjawab :
“Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana
engkau tanyakan kepadaku ini. ” Rosulullah SAW bersabda :
“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir.
Sayangnya sedikit sekali orang
yang melaksanakannya. ” (HR Ahmad) Bersabda Rosulullah SAW :
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ).
Seandainya seorang Muslim
meminta suatu kebaikan didunia
maupun diakhirat kepada Allah
SWT, niscaya Allah SWT akan
memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim ) Nabi SAW bersabda lagi :
“Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta ’ala turun ( ke langit dunia ) ketika tinggal
sepertiga malam yang akhir. Ia
berfirman : “ Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku
perkenankan seruannya. Barang
siapa yang meminta kepada-Ku,
Aku perkenankan permintaanya.
Dan barang siapa meminta
ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia.” ( HR Bukhari dan Muslim ) Jumlah Raka ’at Shalat Tahajud : Shalat malam (Tahajud) tidak
dibatasi jumlahnya, tetapi paling
sedikit 2 ( dua ) raka ’at. Yang paling utama kita kekalkan
adalah 11 ( sebelas ) raka ’at atau 13 ( tiga belas ) raka ’at, dengan 2 ( dua ) raka ’at shalat Iftitah. Cara (Kaifiat) mengerjakannya yang
baik adalah setiap 2 ( dua )
rakaat diakhiri satu salam.
Sebagaimana diterangkan oleh
Rosulullah SAW : “ Shalat malam itu, dua-dua.” ( HR Ahmad, Bukhari dan Muslim ) Adapun Kaifiat yang diterangkan
oleh Sahabat Said Ibnu Yazid,
bahwasannya Nabi Muhammad
SAW shalat malam 13 raka ’at, sebagai berikut :
1) 2 raka ’at shalat Iftitah. 2) 8 raka ’at shalat Tahajud. 3) 3 raka ’at shalat witir. Adapun surat yang dibaca dalam
shalat Tahajud pada raka ’at pertama setelah surat Al-Fatihah
ialah Surat Al-Baqarah ayat
284-286. Sedangkan pada
raka ’at kedua setelah membaca surat Al-Fatihah ialah surat Ali
Imron 18-19 dan 26-27. Kalau
surat-surat tersebut belum hafal,
maka boleh membaca surat yang
lain yang sudah
dihafal.Rasulullah SAW bersabda : “Allah menyayangi seorang laki- laki yang bangun untuk shalat
malam, lalu membangunkan
istrinya. Jika tidak mau bangun,
maka percikkan kepada
wajahnya dengan air. Demikian
pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk
shalat malam, juga
membangunkan suaminya. Jika
menolak, mukanya
disiram air.” (HR Abu Daud) Bersabda Nabi SAW :
“Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam
hingga
keduanya shalat dua raka ’at, maka tercatat keduanya dalam
golongan (perempuan/laki-laki)
yang selalu berdzikir. ”(HR Abu Daud) Keutamaan Shalat Tahajud :
Tentang keutamaan shalat
Tahajud tersebut, Rasulullah SAW
suatu hari bersabda : “Barang siapa mengerjakan shalat
Tahajud dengan
sebaik-baiknya, dan dengan tata
tertib yang rapi, maka Allah SWT
akan memberikan 9 macam
kemuliaan : 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat. ” Adapun lima keutamaan didunia
itu, ialah :
1. Akan dipelihara oleh Allah SWT
dari segala macam bencana.
2. Tanda ketaatannya akan
tampak kelihatan dimukanya. 3. Akan dicintai para hamba Allah
yang shaleh dan dicintai oleh
semua manusia.
4. Lidahnya akan mampu
mengucapkan kata-kata yang
mengandung hikmah. 5. Akan dijadikan orang
bijaksana, yakni diberi
pemahaman dalam agama. Sedangkan yang empat
keutamaan diakhirat, yaitu :
1. Wajahnya berseri ketika
bangkit dari kubur di Hari
Pembalasan nanti.
2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab.
3. Ketika menyebrangi jembatan
Shirotol Mustaqim, bisa
melakukannya dengan sangat
cepat, seperti halilintar yang
menyambar. 4. Catatan amalnya diberikan
ditangan kanan.
PESAN RASULULLAH TERHADAP WANITA
Oleh : Muh.yasin fii sabilillah
‘Aisyah r.’a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda “Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau. Hendaklah engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau mengingat wasiatku ini …” Intisari wasiat Rasulullah s.a.w tersebut dirumuskan seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau. Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum engkau (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka. Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu : Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah Tidak dapat menahan sabar dalam
menghadapi kesakitan (kesusahan),
tidak sabar apabila ditimpa musibah. Tidak memuji Allah Ta ’ala atas kemurahan-Nya, apabila
dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak
bersyukur. Mengkufurkan nikmat; menganggap
nikmat bukan dari Allah. Membanyakkan kata-kata yang sia-
sia, banyak bicara Yang tidak
bermanfaat. Wahai, Aisyah, ketahuilah : Bahwa wanita yang mengingkari
kebajikan (kebaikan) yang diberikan
oleh suaminya maka amalannya akan
digugurkan oleh Allah Bahwa wanita yang menyakiti hati
suaminya dengan lidahnya, maka
pada hari kiamat, Allah menjadikan
lidahnya tujuh puluh hasta dan
dibelitkan di tengkuknya. Bahwa isteri yang memandang jahat
(menuduh atau menaruh sangkaan
buruk terhadap suaminya), Allah akan
menghapuskan muka dan tubuhnya
Pada hari kiamat. Bahwa isteri yang tidak memenuhi
kemauan suami-nya di tempat tidur
atau menyusah-kan urusan ini atau
mengkhiananti suaminya, akan
dibangkitkan Allah pada hari kiamat
dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada
dua kakinya di dalam neraka. Bahwa wanita yang mengerjakan
sholat dan berdoa untuk dirinya tetapi
tidak untuk suaminya, akan dipukul
mukanya dengan sholatnya. Bahwa wanita yang dikenakan
musibah ke atasnya lalu dia
menampar-nampar mukanya atau
merobek-robek pakaiannya, dia akan
dimasukkan ke dalam neraka
bersama dengan Isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada harapan
mendapat kebajikan syafaat dari siapa
pun; Bahwa wanita yang berzina akan
dicambuk dihadapan semua makhluk
didepan neraka pada hari kiamat,
tiap-tiap perbuatan zina dengan
depalan puluh cambuk dari api. Bahwa isteri yang mengandung
( hamil ) baginya pahala seperti
berpuasa pada siang harinya dan
mengerjakan qiamul-lail pada
malamnya serta pahala berjuang fi
sabilillah. Bahwa isteri yang bersalin
( melahirkan ), bagi tiap-tiap kesakitan
yang dideritainya diberi pahala
memerdekakan seorang budak.
Demikian juga pahalanya setiap kali
menyusukan anaknya. Bahwa wanita apabila bersuami dan
bersabar dari menyakiti suaminya,
maka diumpamakan dengan titik-titik
darah dalam perjuangan fisabilillah.
‘Aisyah r.’a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda “Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau. Hendaklah engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau mengingat wasiatku ini …” Intisari wasiat Rasulullah s.a.w tersebut dirumuskan seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau. Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum engkau (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka. Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu : Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah Tidak dapat menahan sabar dalam
menghadapi kesakitan (kesusahan),
tidak sabar apabila ditimpa musibah. Tidak memuji Allah Ta ’ala atas kemurahan-Nya, apabila
dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak
bersyukur. Mengkufurkan nikmat; menganggap
nikmat bukan dari Allah. Membanyakkan kata-kata yang sia-
sia, banyak bicara Yang tidak
bermanfaat. Wahai, Aisyah, ketahuilah : Bahwa wanita yang mengingkari
kebajikan (kebaikan) yang diberikan
oleh suaminya maka amalannya akan
digugurkan oleh Allah Bahwa wanita yang menyakiti hati
suaminya dengan lidahnya, maka
pada hari kiamat, Allah menjadikan
lidahnya tujuh puluh hasta dan
dibelitkan di tengkuknya. Bahwa isteri yang memandang jahat
(menuduh atau menaruh sangkaan
buruk terhadap suaminya), Allah akan
menghapuskan muka dan tubuhnya
Pada hari kiamat. Bahwa isteri yang tidak memenuhi
kemauan suami-nya di tempat tidur
atau menyusah-kan urusan ini atau
mengkhiananti suaminya, akan
dibangkitkan Allah pada hari kiamat
dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada
dua kakinya di dalam neraka. Bahwa wanita yang mengerjakan
sholat dan berdoa untuk dirinya tetapi
tidak untuk suaminya, akan dipukul
mukanya dengan sholatnya. Bahwa wanita yang dikenakan
musibah ke atasnya lalu dia
menampar-nampar mukanya atau
merobek-robek pakaiannya, dia akan
dimasukkan ke dalam neraka
bersama dengan Isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada harapan
mendapat kebajikan syafaat dari siapa
pun; Bahwa wanita yang berzina akan
dicambuk dihadapan semua makhluk
didepan neraka pada hari kiamat,
tiap-tiap perbuatan zina dengan
depalan puluh cambuk dari api. Bahwa isteri yang mengandung
( hamil ) baginya pahala seperti
berpuasa pada siang harinya dan
mengerjakan qiamul-lail pada
malamnya serta pahala berjuang fi
sabilillah. Bahwa isteri yang bersalin
( melahirkan ), bagi tiap-tiap kesakitan
yang dideritainya diberi pahala
memerdekakan seorang budak.
Demikian juga pahalanya setiap kali
menyusukan anaknya. Bahwa wanita apabila bersuami dan
bersabar dari menyakiti suaminya,
maka diumpamakan dengan titik-titik
darah dalam perjuangan fisabilillah.
ORANG YANG DAPAT MENGKIAMATKAN DUNIA
Oleh : Muh.yasin fii sabilillah
Uwais adalah seorang wali besar pada masa Tabi'in dan paling wara'. Jauh sebelum beliau dilahirkan, Rasulullah telah menceritakan kepada para sahabatnya,diantaranya Abu Bakar, Umar, Ali dan Usman serta beberapa sahabat lainnya seperti dalam sabdanya, "Hai Umar, kelak jika mendapati seseorang yg bernama Uwais al Qarani, mintalah kepadanya barakah dan doa kepada Tuhan, sebab orang itu seandainya meminta kepada Tuhan agar dunia ini kiamat maka pada saat itu pula Allah akan mengabulkannya"dan lagi sabda Beliau, "Seandainya Beliau bersumpah kepada Allah atas sesuatu maka Allah pun menerima dan mengabulkannya" Umar yakin bahwa dialah yang akan mendapati orang tersebut karena namanya disebut oleh Rasulullah. Pada masa khalifah Abu Bakar, orang tersebut belum juga diketahui, nanti setelah pemerintahan Umar bin khattab, Umar teringat ucapan Rasulullah tentang Uwais al Qarani yang berasal dari Yaman, maka Umar memerintahkan Gubernur Yaman untuk mencari dan menyelidiki rakyatnya yg bernama Uwais dari daerah Qaran. Perintah khalifah segera dilaksanakan. Berkumpullah orang yaman khususnya dari daerah Qaran di Makkah dan Medinah pada musim haji. Maka di panggillah satu persatu orang-orang tersebut dan diperiksa nama dan tanda-tanda yang telah diberitahukan oleh Rasulullah. Akhirnya Umar memanggil orang tersebut dan merasa yakin bahwa dialah orang yang dijanjikan Rasulullah karena salah satu tanda yang dijanjikan Rasulullah bahwa dia tidak diindahan dan diperdulikan orang. Umar kemudian menanyai orang tersebut tentang namanya tetapi orang itu tidak menjawab. Sampai tiga kali Sayyidina Umar bertanya, baru dijawabnya, “Nama saya Uwais”. Umar meminta untuk mengangkat tangannya karena Rasulullah memberi
tanda bundar putih sebesar uang logam, dan ternyata tanda ini terdapat dalam ketiak Uwais. Maka seketika itu Umar memeluknya dan menangisinya sambil berkata, “Engkaulah yang dijanjikan Rasulullah SAW. Doakanlah aku agar Allah memaafkanku dan menjadikan kecintaanNya ”. Uwais pun berdoa sebagaimana permintaan Umar. Disamping itu Uwais pun memohon kepada Allah SWT untuk cepat kembali ke sisiNya karena orang- orang sudah mengetahuinya. Allah mengabulkan doanya. Sebagian ulama Tarikh (sejarah) mengatakan, setelah bertemu Umar, maka Uwais pun menghilang, nanti pada perang al Shiffin pada kekhalifahan Ali bin Abi Thalib ra. Orang-orang melhatnya berperang memihak Ali dan beliau mati syahid dalam perang ini. Subhanallah, sungguh Luar Biasa Orang yang Bernama Uwais ini, lantas apa amalan yang dilakukannya.? Amalan yang dilakukan Oleh Uwais cukup Sederhana, yaitu Sangat Taat kepada Ibunya, dan Tidak ingin dikenal atau dipedulikan Orang. Subhanallah.
Uwais adalah seorang wali besar pada masa Tabi'in dan paling wara'. Jauh sebelum beliau dilahirkan, Rasulullah telah menceritakan kepada para sahabatnya,diantaranya Abu Bakar, Umar, Ali dan Usman serta beberapa sahabat lainnya seperti dalam sabdanya, "Hai Umar, kelak jika mendapati seseorang yg bernama Uwais al Qarani, mintalah kepadanya barakah dan doa kepada Tuhan, sebab orang itu seandainya meminta kepada Tuhan agar dunia ini kiamat maka pada saat itu pula Allah akan mengabulkannya"dan lagi sabda Beliau, "Seandainya Beliau bersumpah kepada Allah atas sesuatu maka Allah pun menerima dan mengabulkannya" Umar yakin bahwa dialah yang akan mendapati orang tersebut karena namanya disebut oleh Rasulullah. Pada masa khalifah Abu Bakar, orang tersebut belum juga diketahui, nanti setelah pemerintahan Umar bin khattab, Umar teringat ucapan Rasulullah tentang Uwais al Qarani yang berasal dari Yaman, maka Umar memerintahkan Gubernur Yaman untuk mencari dan menyelidiki rakyatnya yg bernama Uwais dari daerah Qaran. Perintah khalifah segera dilaksanakan. Berkumpullah orang yaman khususnya dari daerah Qaran di Makkah dan Medinah pada musim haji. Maka di panggillah satu persatu orang-orang tersebut dan diperiksa nama dan tanda-tanda yang telah diberitahukan oleh Rasulullah. Akhirnya Umar memanggil orang tersebut dan merasa yakin bahwa dialah orang yang dijanjikan Rasulullah karena salah satu tanda yang dijanjikan Rasulullah bahwa dia tidak diindahan dan diperdulikan orang. Umar kemudian menanyai orang tersebut tentang namanya tetapi orang itu tidak menjawab. Sampai tiga kali Sayyidina Umar bertanya, baru dijawabnya, “Nama saya Uwais”. Umar meminta untuk mengangkat tangannya karena Rasulullah memberi
tanda bundar putih sebesar uang logam, dan ternyata tanda ini terdapat dalam ketiak Uwais. Maka seketika itu Umar memeluknya dan menangisinya sambil berkata, “Engkaulah yang dijanjikan Rasulullah SAW. Doakanlah aku agar Allah memaafkanku dan menjadikan kecintaanNya ”. Uwais pun berdoa sebagaimana permintaan Umar. Disamping itu Uwais pun memohon kepada Allah SWT untuk cepat kembali ke sisiNya karena orang- orang sudah mengetahuinya. Allah mengabulkan doanya. Sebagian ulama Tarikh (sejarah) mengatakan, setelah bertemu Umar, maka Uwais pun menghilang, nanti pada perang al Shiffin pada kekhalifahan Ali bin Abi Thalib ra. Orang-orang melhatnya berperang memihak Ali dan beliau mati syahid dalam perang ini. Subhanallah, sungguh Luar Biasa Orang yang Bernama Uwais ini, lantas apa amalan yang dilakukannya.? Amalan yang dilakukan Oleh Uwais cukup Sederhana, yaitu Sangat Taat kepada Ibunya, dan Tidak ingin dikenal atau dipedulikan Orang. Subhanallah.
Selasa, 01 Februari 2011
KETIKA IBLIS MEMBENTANGKAN SAJADAHNYA
Oleh : Muh.yasin fii sabilillah
Siang menjelang dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu Jum’at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah
ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air. Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah. “Hai, Blis!”, panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu. Iblis merasa terusik : “Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini!”, jawab Iblis ketus. “Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci,Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti!”, Kiai mencoba mengusir. “Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru”. Kiai tercenung. “Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu ”. “Dengan apa?” “Dengan sajadah!” “Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis?” “Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar !” “Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru,Blis?” “Bukan itu saja Kiai …” “Lalu?” “Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar” “Untuk apa ?” “Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di
setiap kaum yang Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut membentangkan sajadah”. Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil. Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya. Keduanya masih melakukan sholat sunnah. “Nah, lihat itu Kiai !”, Iblis memulai dialog lagi. “Yang mana?” “Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka ” Iblis lenyap. Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf. Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah. Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya. Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa. Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadian-kejadian itu beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang menerima di bawah. Di atas sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan kelas. Pemilik sajadah lebar, diindentikkan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain. Dan pemilik sajadah kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat akan selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa. Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain. “Astaghfirullahal adziiiim “, ujar sang Kiai pelan.
Siang menjelang dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu Jum’at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah
ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air. Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah. “Hai, Blis!”, panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu. Iblis merasa terusik : “Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini!”, jawab Iblis ketus. “Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci,Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti!”, Kiai mencoba mengusir. “Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru”. Kiai tercenung. “Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu ”. “Dengan apa?” “Dengan sajadah!” “Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis?” “Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar !” “Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru,Blis?” “Bukan itu saja Kiai …” “Lalu?” “Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar” “Untuk apa ?” “Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di
setiap kaum yang Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut membentangkan sajadah”. Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil. Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya. Keduanya masih melakukan sholat sunnah. “Nah, lihat itu Kiai !”, Iblis memulai dialog lagi. “Yang mana?” “Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka ” Iblis lenyap. Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf. Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah. Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya. Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa. Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat. Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadian-kejadian itu beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang menerima di bawah. Di atas sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan kelas. Pemilik sajadah lebar, diindentikkan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain. Dan pemilik sajadah kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat akan selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa. Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain. “Astaghfirullahal adziiiim “, ujar sang Kiai pelan.
fb
Oleh : Muh.yasin fii sabilillah
+Kiriman wall 3 gambar: www.facebook.com/connect/
prompt_feed.php?
api_key=2231777543&attachment= {"name":"TULISAPAAZADISINI","href":" http:// LINKFESBUKKAMUATAWAPAAZADEH/ ","description":"","media": [{"type":"image","src":"http:// LINKGAMBAR1/ ","href":"http:// URLGAMBAR1/ "}, {"type":"image","src":"http:// LINKGAMBAR2/ ","href":"http:// URLGAMBAR2/ "}, {"type":"image","src":"http:// LINKGAMBAR3/ ","href":"http:// URLGAMBAR3/ "}]}
+Kiriman wall 2 gambar: www.facebook.com/connect/
prompt_feed.php?
api_key=2231777543&attachment= {"name":"TULISAPAAZADISINI","href":" http:// LINKFESBUKKAMUATAWAPAAZADEH/ ","description":"","media": [{"type":"image","src":"http:// LINKGAMBAR1/ ","href":"http:// URLGAMBAR1/ "}, {"type":"image","src":"http:// LINKGAMBAR2/ ","href":"http:// URLGAMBAR2/ "}]}
+Kiriman wall 1 gambar: facebook.com/connect/
prompt_feed.php?
api_key=2231777543&attachment=
{"name":"TULISAPAAZADISINI","href":" http:// LINKFESBUKKAMUATAWAPAAZADEH/ ","description":"","media": [{"type":"image","src":"http:// LINKGAMBAR1/ ","href":"http:// URLGAMBAR1/ "}]} Nb:Description boleh diisi , tulis apa z
diantara dua petik entar juga nyaho tp
tak terlihat diweb mobile alias terlihat
disitus lengkap z
. Kalo mau kirim k temen tinggal
tambah "&target_id=" tanpa tanda petik isi id
dgn id temen anda yg jd target. Conto: facebook.com/connect/
prompt_feed.php?
api_key=2231777543&attachment=
{"name":"Aleft U ol
hahahahahahahahaha","href":"http:// m.facebook.com/
alldagar","description":"by gue aza","media":
[{"type":"image","src":"http://bit.ly/ bkLbi0 ","href":"http:// m.facebook.com/alldagar "}]} hasil: http://bit.ly/bEJxD3
+Kiriman wall 3 gambar: www.facebook.com/connect/
prompt_feed.php?
api_key=2231777543&attachment= {"name":"TULISAPAAZADISINI","href":" http:// LINKFESBUKKAMUATAWAPAAZADEH/ ","description":"","media": [{"type":"image","src":"http:// LINKGAMBAR1/ ","href":"http:// URLGAMBAR1/ "}, {"type":"image","src":"http:// LINKGAMBAR2/ ","href":"http:// URLGAMBAR2/ "}, {"type":"image","src":"http:// LINKGAMBAR3/ ","href":"http:// URLGAMBAR3/ "}]}
+Kiriman wall 2 gambar: www.facebook.com/connect/
prompt_feed.php?
api_key=2231777543&attachment= {"name":"TULISAPAAZADISINI","href":" http:// LINKFESBUKKAMUATAWAPAAZADEH/ ","description":"","media": [{"type":"image","src":"http:// LINKGAMBAR1/ ","href":"http:// URLGAMBAR1/ "}, {"type":"image","src":"http:// LINKGAMBAR2/ ","href":"http:// URLGAMBAR2/ "}]}
+Kiriman wall 1 gambar: facebook.com/connect/
prompt_feed.php?
api_key=2231777543&attachment=
{"name":"TULISAPAAZADISINI","href":" http:// LINKFESBUKKAMUATAWAPAAZADEH/ ","description":"","media": [{"type":"image","src":"http:// LINKGAMBAR1/ ","href":"http:// URLGAMBAR1/ "}]} Nb:Description boleh diisi , tulis apa z
diantara dua petik entar juga nyaho tp
tak terlihat diweb mobile alias terlihat
disitus lengkap z
. Kalo mau kirim k temen tinggal
tambah "&target_id=" tanpa tanda petik isi id
dgn id temen anda yg jd target. Conto: facebook.com/connect/
prompt_feed.php?
api_key=2231777543&attachment=
{"name":"Aleft U ol
hahahahahahahahaha","href":"http:// m.facebook.com/
alldagar","description":"by gue aza","media":
[{"type":"image","src":"http://bit.ly/ bkLbi0 ","href":"http:// m.facebook.com/alldagar "}]} hasil: http://bit.ly/bEJxD3
KAUM KAFIR MISKIN DI HADAPAN ALLAH
Oleh : Muh.yasin fii sabilillah
Jangan pandang sebelah mata para
fakir, sebab mereka adalah para
kekasih Rasul. Apa saja keutamaan
mereka? SUATU hari Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam kedatangan seorang
utusan kaum fuqara. Kepada baginda
Nabi SAW dia berkata. ”Ya Rasulullah, kami atas nama wakil para fuqara
menghadapmu,” Jawab Nabi,” Selamat datang bagimu dan mereka, engkau
datang mewakili orang-orang yang
disenangi Allah. ” Selanjutnya utusan itu bertanya,” Wahai Rasul pendapat di kalangan kami mengatakan, bahwa
orang-orang kaya mampu melakukan
segala amal baik: Ibadah hari dapat,
sedangkan kami tidak; sedekah oke
sedangkan kami untuk makan saja
pas-pasan… Rasulpun menjawab,” Sampaikanlah kepada mereka, bahwa
jika mereka bersabar atas kefakiran
maka akan memperoleh 3 pahala
yang tidak diperoleh orang-orang
kaya: Pertama, kamar merah di surga, para penghuni surga melihatnya seperti
masyarakat dunia melihat bintang di
langit. Siapapun tidak boleh masuk ke
dalamnya, kecuali Nabi Fakir, syuhada
fakir, dan mukmin fakir. Kedua, para fuqara-masakin lebih dulu masuk surga 500 tahun
(waktu dunia) sebelum orang-
orang kaya. Mereka bebas bergembira dan bersenan-senang di
dalamnya. Ketiga, bacaan tasbih, tahmid, takbir dan tahlil para fuqara-masakin jauh lebih unggul dibandingkan dengan
bacaan orang-orang kaya,sekalipun
mereka tambah dengan 1000 dirham.
Demikian pula amal kebaikan lainnya.
Kemudian wakil dari fuqara itu pulang
dan menyambaikan kabar gembira dari Nabi SAW tersebut kepada rekan-
rekan mereka. Jawab mereka, ” Kami rela ya Tuhan, dan kami sangat lega
hati. “ Rasulullah bersabda, ”Setiap orang memiliki hobi, sedang hobiku fakir
dan jihad, barangsiapa senang
keduanya berarti senang kepadaku,
dan yang membencinya berarti pula
membenciku. ” (Riwayat Anas bin Malik) Dalam satu kesempatan, tokoh dari
Bani Fazarah, Uyainah Hishin, bertamu
ke rumah Rasul. Secara kebetulan saat
itu di sana ada tiga orang sahabat
Nabi yakni: Salman Al Farisi, Shuhaib
Sinan Ar Rummy dan Bilan Bin Rabbah. Ketiga orang tersebut
mengenakan pakaian —yang menurut Fazarah buruk dan bau. Uyainah berkata, ” Kami adalah bangsawan yang punya harga diri,
lalu kami masuk. Mereka hendaknya
dikeluarkan, karena bau mereka
mengganggu kami. ” Lalu Allah menurunkan firman-Nya. ” Bersabarlah kamu bergaul dengan
orang-orang yang selalu berdoa
kepada Tuhan pagi-sore semata-mata
hanya mengharap kerihdaan-
Nya.” (Al-Kahfi: 28). Dalam ayat tersebut Allah melarang
orang berlaku seenaknya terhadap
orang-orang yang sholeh walau
kurang harta. Janganlah
pandanganmu berpaling dari mereka,
hanya karena menginginkan kemewahan dunia atau lantaran
merasa diri kaya dan mampu. Bahkan
setiap Muslim—sebagaimana hadits di atas—wajib menyenangi dan berbuat baik kepada fuqoro masakin, karena
Allah dan Rasulnya telah
menempatkan mereka pada tempat
yang mulia. Pada hari kiamat, seseorang dipanggil
dan Allah berkata ramah/lunak
kepadanya, seperti orang minta maaf,
lalu firman-Nya, ”Demi kemenangan dan keagungaan-Ku, harta dunia Ku-
jauhkan darimu, bukan karena aku
memandang hina kepadamu. Tetapi
hanya karena telah aku sediakan
kemuliaan dan karunia bagimu.
Keluarlah ke baarisan itu, cari orang yang pernah membantumu secara
tulus ikhlas. Ajaklah mereka
bersamamu, lalu ia mencarinya hingga
ketemu orang-orang yang pernah
membantunya dulu, dan mereka
diajak bersama-sama masuk surga,” (Riwayat Hasan RA) Masih dalam riwayat yang sama
Rasulullah bersabda,”Bergaullah dengan fakir miskin sebanyak-
banyaknya, bersikap sopanlah
terhadap mereka, karena mereka
akan diberi kekuasaan kelak. ” Seseorang bertanya,” Kekuasaan apa yang dimaksud ” Jawab Nabi,”Kelak di hari kiamat diserukan kepada mereka:
Perhatikan orang yang dahulu
memberi makan dan minum
kepadamu sekalipun hanya seteguk
air, serta yang memberi pakaian
sekalipun hanya sehelai kain, lalu ajaklah dan gandenglah tangan
mereka menuju surga. ” (Riwayat Hasan RA). Lima Kemuliaan Ada lima kemulian kau fuqara dan
masakin (fakir-miskin) di hadapan
Allah. 1. Pahala shalat, sedekah dan lain-lain
melebihi orang kaya. 2. Pahala dari keinginan yang tidak
dipenuhi. Seorang bertanya kepada
Nabi. ”Jika kami menginginkan sesuatu, lalu tidak terpenuhi,
berpahalakah kami ?” Jawab Nabi,” Dengan amalah manal lagi kamu
beroleh pahala jika tidak dengan
demikian ?” (Riwayat Hasan RA). 3. Masuk surga lebih dahulu. 4. Ringan hizabnya disbanding yang
lain. 5. Tidak menyesal, sebab para orang
kaya kelak ingin seperti orang miskin. Menurut Al Faqih Abu Laits
Samarqandi, ada beberapa fungsi fakir
miskin yaitu: Pertama, berfungsi sebagai dokter
bagi orang kaya, karena jika sakit ia
diperintahkan sedekan kepada fakir
miskin. Kedua, berfungsi sebagai pembersih,
karena dengan sedekah dosa-dosa
orang kaya lenyap, atau sebagai
pembersih hartanya dengan
memberikan zakat. Ketiga, sebagai pesuruh, karena
ketika orang kaya akan bersedekah
untuk bakti kepda orang tuanya yang
sudah wafat, mereka mengundang
orang fakir miskin dan memberikan
sedekah kepada mereka. Keempat, penjaga harta kekayaan,
sebab harta yang dikeluarkan
zakatnya(sedekahnya) akan
dipelihara dari aneka bala(bencana). Ibnu Abbas RA berkata, ” Terkutuk orang yang memuliakan seseorang
karena hartanya, dan menghina
orang karena kemiskinannya. ” Satu saat iblis datang dalam ujud
orangtua menemui Nabi Sulaiman
Alaihis Salam. Kemudian beliau (Nabi
Sulaiman) bertanya, “Apa yang kau lakukan terhadap ummat Nabi Isa AS?
Jawab iblis,”Kuajak mereka menyembah dua tuhan selain Allah,
lalu kepada ummat Muhammad,
kubujuk mereka dengan emas dan
perak, hingga kecintaan mereka
terhadap keduanya melebihi “Lailaha illallah”. Kata Nabi Sulaiman, ”Aku berlindung kepada Allah dari
godaanmu.” (Riwayat Abddul Mun ’im, Idris dari ayahnya, Wahb Manbah) Fakir miskin wajib mengerti karunia
Allah yang diberikan kepadanya,
bahwa Allah menjauhkan harta,
karena dimuliakan-Nya kelak di sisi-
Nya. Karenanya janganlah mengeluh.
Bersabarlah menghadapi kesulitan dunia, hal itu niscaya lebih baik
daripada dunia, meski kondisi kita
dalam kemiskinan.
Jangan pandang sebelah mata para
fakir, sebab mereka adalah para
kekasih Rasul. Apa saja keutamaan
mereka? SUATU hari Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam kedatangan seorang
utusan kaum fuqara. Kepada baginda
Nabi SAW dia berkata. ”Ya Rasulullah, kami atas nama wakil para fuqara
menghadapmu,” Jawab Nabi,” Selamat datang bagimu dan mereka, engkau
datang mewakili orang-orang yang
disenangi Allah. ” Selanjutnya utusan itu bertanya,” Wahai Rasul pendapat di kalangan kami mengatakan, bahwa
orang-orang kaya mampu melakukan
segala amal baik: Ibadah hari dapat,
sedangkan kami tidak; sedekah oke
sedangkan kami untuk makan saja
pas-pasan… Rasulpun menjawab,” Sampaikanlah kepada mereka, bahwa
jika mereka bersabar atas kefakiran
maka akan memperoleh 3 pahala
yang tidak diperoleh orang-orang
kaya: Pertama, kamar merah di surga, para penghuni surga melihatnya seperti
masyarakat dunia melihat bintang di
langit. Siapapun tidak boleh masuk ke
dalamnya, kecuali Nabi Fakir, syuhada
fakir, dan mukmin fakir. Kedua, para fuqara-masakin lebih dulu masuk surga 500 tahun
(waktu dunia) sebelum orang-
orang kaya. Mereka bebas bergembira dan bersenan-senang di
dalamnya. Ketiga, bacaan tasbih, tahmid, takbir dan tahlil para fuqara-masakin jauh lebih unggul dibandingkan dengan
bacaan orang-orang kaya,sekalipun
mereka tambah dengan 1000 dirham.
Demikian pula amal kebaikan lainnya.
Kemudian wakil dari fuqara itu pulang
dan menyambaikan kabar gembira dari Nabi SAW tersebut kepada rekan-
rekan mereka. Jawab mereka, ” Kami rela ya Tuhan, dan kami sangat lega
hati. “ Rasulullah bersabda, ”Setiap orang memiliki hobi, sedang hobiku fakir
dan jihad, barangsiapa senang
keduanya berarti senang kepadaku,
dan yang membencinya berarti pula
membenciku. ” (Riwayat Anas bin Malik) Dalam satu kesempatan, tokoh dari
Bani Fazarah, Uyainah Hishin, bertamu
ke rumah Rasul. Secara kebetulan saat
itu di sana ada tiga orang sahabat
Nabi yakni: Salman Al Farisi, Shuhaib
Sinan Ar Rummy dan Bilan Bin Rabbah. Ketiga orang tersebut
mengenakan pakaian —yang menurut Fazarah buruk dan bau. Uyainah berkata, ” Kami adalah bangsawan yang punya harga diri,
lalu kami masuk. Mereka hendaknya
dikeluarkan, karena bau mereka
mengganggu kami. ” Lalu Allah menurunkan firman-Nya. ” Bersabarlah kamu bergaul dengan
orang-orang yang selalu berdoa
kepada Tuhan pagi-sore semata-mata
hanya mengharap kerihdaan-
Nya.” (Al-Kahfi: 28). Dalam ayat tersebut Allah melarang
orang berlaku seenaknya terhadap
orang-orang yang sholeh walau
kurang harta. Janganlah
pandanganmu berpaling dari mereka,
hanya karena menginginkan kemewahan dunia atau lantaran
merasa diri kaya dan mampu. Bahkan
setiap Muslim—sebagaimana hadits di atas—wajib menyenangi dan berbuat baik kepada fuqoro masakin, karena
Allah dan Rasulnya telah
menempatkan mereka pada tempat
yang mulia. Pada hari kiamat, seseorang dipanggil
dan Allah berkata ramah/lunak
kepadanya, seperti orang minta maaf,
lalu firman-Nya, ”Demi kemenangan dan keagungaan-Ku, harta dunia Ku-
jauhkan darimu, bukan karena aku
memandang hina kepadamu. Tetapi
hanya karena telah aku sediakan
kemuliaan dan karunia bagimu.
Keluarlah ke baarisan itu, cari orang yang pernah membantumu secara
tulus ikhlas. Ajaklah mereka
bersamamu, lalu ia mencarinya hingga
ketemu orang-orang yang pernah
membantunya dulu, dan mereka
diajak bersama-sama masuk surga,” (Riwayat Hasan RA) Masih dalam riwayat yang sama
Rasulullah bersabda,”Bergaullah dengan fakir miskin sebanyak-
banyaknya, bersikap sopanlah
terhadap mereka, karena mereka
akan diberi kekuasaan kelak. ” Seseorang bertanya,” Kekuasaan apa yang dimaksud ” Jawab Nabi,”Kelak di hari kiamat diserukan kepada mereka:
Perhatikan orang yang dahulu
memberi makan dan minum
kepadamu sekalipun hanya seteguk
air, serta yang memberi pakaian
sekalipun hanya sehelai kain, lalu ajaklah dan gandenglah tangan
mereka menuju surga. ” (Riwayat Hasan RA). Lima Kemuliaan Ada lima kemulian kau fuqara dan
masakin (fakir-miskin) di hadapan
Allah. 1. Pahala shalat, sedekah dan lain-lain
melebihi orang kaya. 2. Pahala dari keinginan yang tidak
dipenuhi. Seorang bertanya kepada
Nabi. ”Jika kami menginginkan sesuatu, lalu tidak terpenuhi,
berpahalakah kami ?” Jawab Nabi,” Dengan amalah manal lagi kamu
beroleh pahala jika tidak dengan
demikian ?” (Riwayat Hasan RA). 3. Masuk surga lebih dahulu. 4. Ringan hizabnya disbanding yang
lain. 5. Tidak menyesal, sebab para orang
kaya kelak ingin seperti orang miskin. Menurut Al Faqih Abu Laits
Samarqandi, ada beberapa fungsi fakir
miskin yaitu: Pertama, berfungsi sebagai dokter
bagi orang kaya, karena jika sakit ia
diperintahkan sedekan kepada fakir
miskin. Kedua, berfungsi sebagai pembersih,
karena dengan sedekah dosa-dosa
orang kaya lenyap, atau sebagai
pembersih hartanya dengan
memberikan zakat. Ketiga, sebagai pesuruh, karena
ketika orang kaya akan bersedekah
untuk bakti kepda orang tuanya yang
sudah wafat, mereka mengundang
orang fakir miskin dan memberikan
sedekah kepada mereka. Keempat, penjaga harta kekayaan,
sebab harta yang dikeluarkan
zakatnya(sedekahnya) akan
dipelihara dari aneka bala(bencana). Ibnu Abbas RA berkata, ” Terkutuk orang yang memuliakan seseorang
karena hartanya, dan menghina
orang karena kemiskinannya. ” Satu saat iblis datang dalam ujud
orangtua menemui Nabi Sulaiman
Alaihis Salam. Kemudian beliau (Nabi
Sulaiman) bertanya, “Apa yang kau lakukan terhadap ummat Nabi Isa AS?
Jawab iblis,”Kuajak mereka menyembah dua tuhan selain Allah,
lalu kepada ummat Muhammad,
kubujuk mereka dengan emas dan
perak, hingga kecintaan mereka
terhadap keduanya melebihi “Lailaha illallah”. Kata Nabi Sulaiman, ”Aku berlindung kepada Allah dari
godaanmu.” (Riwayat Abddul Mun ’im, Idris dari ayahnya, Wahb Manbah) Fakir miskin wajib mengerti karunia
Allah yang diberikan kepadanya,
bahwa Allah menjauhkan harta,
karena dimuliakan-Nya kelak di sisi-
Nya. Karenanya janganlah mengeluh.
Bersabarlah menghadapi kesulitan dunia, hal itu niscaya lebih baik
daripada dunia, meski kondisi kita
dalam kemiskinan.
Langganan:
Postingan (Atom)