Kamis, 24 Februari 2011

Janji Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S Kepada Kaum Mukmin

Oleh : Muh.yasin fii sabilillah


Rasulullah S.A.W telah bersabda
bahwa, "Malaikat Jibril, Mikail, Israfil
dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku.

Jibril A.S Berkata : "Wahai Rasulullah,
barang siapa yang membaca salawat
kepadamu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali,
maka akan saya bimbing tangannya
dan akan saya bawa dia melintasi
titian sirat seperti kilat menyambar."

Mikail A.S Berkata : "Mereka yang
bersalawat kepadamu akan aku beri mereka minum air dari telagamu."

Israfil A.S Berkata : "Mereka yang
bersalawat kepadamu akan aku sujud
kepada Allah S.W.T
dan aku tidak akan mengangkat
kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu."

Izrail A.S Berkata : "Bagi mereka yang
berselawat ke atasmu,
akan aku cabut ruh mereka dengan
selembut-lembutnya seperti aku
mencabut ruh para nabi-nabi."

Apakah kita tidak cinta kepada
Rasulullah S.A.W.? Para malaikat
memberikan jaminan masing-masing
untuk orang-orang
yang berselawat ke atas Rasulullah
S.A.W. Dengan kisah yang dikemukakan ini, kami harap para
pembaca tidak akan
melepaskan peluang untuk
bersalawat kepada junjungan kita
Nabi Muhammad S.A.W. Mudah-
mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul
dan para malaikat.
(Allahuma sholli ala muhammad yaa..
rabbi sholli alaihi wasalim)

#Tahukah Engkau Ayat Yangmembuatmu BermahkotaCahaya?#

Oleh : Muh.yasin fii sabilillah


Dari Anas bin Malik r.a. berkata,
"Rasulullah S.A.W bersabda :
Apabila seseorang dari umatku
membaca ayat Kursi 12 kali,
kemudian dia berwuduk dan
mengerjakan solat subuh, niscaya Allah akan menjaganya dari
kejahatan syaitan
dan derajatnya sama dengan orang
yang membaca seluruh al-Qur'an
sebanyak tiga kali,
dan pada hari kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang menyinari
semua penghuni dunia." Berkata Anas bin Malik, "Ya Rasulullah,
apakah hendak dibaca setiap hari?"
Sabda Rasulullah S.A.W, " Tidak,
cukuplah membacanya pada setiap
hari Jumaat."

# KUBUR BERKATA SEWAKTUJENAZAH FATIMAH AZ-ZAHRAHENDAK DIKEBUMIKAN #

Oleh : Muh.yasin fii sabilillah


Dikisahkan bahwa sewaktu Fatimah
r.a. meninggal dunia maka jenazahnya
telah diusung oleh 4 orang, antara :

1. Ali bin Abi Talib (suami Fatimah r.a)
2. Hasan (anak Fatimah r.a)
3. Husin (anak Fatimah r.a)
4. Abu Dzafrrin Al-Ghifary r.a

Sewaktu jenazah Fatimah r.a
diletakkan di tepi kubur maka Abu
Dzafrrin Al-Ghifary r.a berkata kepada
kubur,
"Wahai kubur, tahukah kamu jenazah
siapakah yang kami bawakan kepada kamu ?
Jenazah yang kami bawa ini adalah Siti
Fatimah az-Zahra, anak Rasulullah
S.A.W." Maka berkata kubur, "Aku bukannya
tempat bagi mereka yang berderajat
atau orang yang bernasab,
adapun aku adalah tempat amal soleh,
orang yang banyak amalnya maka dia
akan selamat dariku, tetapi kalau orang itu tidak beramal
soleh maka dia tidak akan terlepas
dari aku
(akan aku layani dia dengan seburuk-
buruknya)." Abu Laits as-Samarqandi berkata
kalau seseorang itu hendak selamat
dari siksa
kubur hendaklah melazimkan empat
perkara semuanya :

1. Hendaklah ia menjaga solatnya
2. Hendaklah dia bersedekah
3. Hendaklah dia membaca al-Qur'an
4. Hendaklah dia memperbanyakkan
membaca tasbih kerana dengan
memperbanyakkan membaca tasbih,
ia akan dapat menyinari kubur dan
melapangkannya.

Adapun empat perkara yang harus
dijauhi ialah :-

1. Jangan berdusta
2. Jangan mengkhianat
3. Jangan mengadu-domba (jangan
suka cerita sana cerita sini)
4. Jangan kencing sambil berdiri

PENYAKIT DAN OBAT PADA LALAT

Oleh : Muh.yasin fii sabilillah


Nabi Bersabda, "Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad)
Dalam rwayat lain: "Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai makananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhirkan obatnya" (HR. Ahmad, Ibn Majah) Diantara mu'jizat kenabian Rasulullah dari aspek kedokteran yang harus ditulis dengan tinta emas oleh sejarah kedokteran adalah alat pembuat sakit dan alat pembuat obat pada kedua sayap lalat sudah beliau ungapkan 14 abad sebelum dunia kedokteran berbicara. Dan penyebutan lalat pada hadits itu adalah bahwa air tetap suci dan bersih jika dihinggapi lalat yang membawa bakteri penyebab sakit kemudian kita celupkan lalat tersebut agar sayap pembawa obat (penawarnya) pun tercelup ke air. Dan percobaan ilmiah kontemporer pun sudah dilakukan untuk mengungkapkan rahasia di balik hadits ini. Bahwasannya ada kekhususan pada salah salah satu sayapnya yang sekaligus menjadi penawar atau obat terhadap bakteri yang berada pada sayap lainnya. Oleh karena itu, apabila seekor lalat dicelupkan ke dalam air keseluruhan badannya, maka bakteri yang ada padanya akan mati, dan hal ini cukup untuk menggagalkan "usaha lalat" dalam meracuni manusia, sebagaimana hal ini pun telah juga ditegaskan secara ilmiah. Yaitu bahwa lalat memproduksi zat sejenis enzim yang sangat kecil yang dinamakan Bakter Yofaj, yaitu tempat tubuhnya bakteri. Dan tempat ini menjadi tumbuhnya bakteri pembunuh dan bakteri penyembuh yang ukurannya sekitar 20:25 mili mikron. Maka jika seekor lalat mengenai makanan atau minuman, maka harus dicelupkan keseluruhan badan lalat tersebut agar keluar zat penawar bakteri tersebut. Maka pengetahuan ini sudah dikemukakan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam dengan gambaran yang menakjubkan bagi siapapun yang menolak hadits tentang lalat tersebut. Dan Dr. Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran Univ. Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang "hadits lalat ini" dan
menegaskan bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat. Dan di zaman sekarang, para pakar penyakit yang mereka hidup berpuluh-puluh tahun, baru bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat. Berdasarkan hal ini, jelaslah bahwa ilmu pengetahuan dalam perkembangannya telah menegaskan penjelasannya dalam terori ilmiah sesuai dengan hadits yang mulia ini. Dan mukjizat ini sudah dikemukakan semenjak dahulu kala, 14 abad yang silam sebelum para pakar kedokteran mengungkapkannya baru-baru ini. ( www.islamicmedicine.org )
http://www.alsofwah.or.id/
index.php?pilih=lihatmujizat&id=5

Rabu, 23 Februari 2011

KEUTAMAAN BERSEDEKAH

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits
yang sangat banyak tentang anjuran
bersedekah. Salah satu hadits yang
dikemukakan oleh Imam Ali kw,
Rasulullah SAW bersabda, “Barang yang disedekahkan apabila telah
lepas dari yang memberi, ketika akan
sampai pada tangan penerima, dia
mengucapkan lima kalimat:
1. aku adalah barang yang kecil lagi
sedikit nilainya, sedangkan engkau
(yang bersedekah) telah
membesarkan aku dihadapan
keridhoan Allah SWT

2. aku semula barang yang hanya sedikit, sedang engkau menjadikan
sesuatu yang banyak dalam
pandangan Allah SWT

3. aku semula adalah musuhmu,
namun sekarang engkau telah
menjadikan aku sebagai teman karibmu.

4. aku semula adalah barang
yang mudah rusak, sedangkan kini
engkau telah mengabadikanku

5. aku semula engkau jaga dari
pencuru tapi sekarang aku akan
menjagamu dari amukan api neraka. Berikut salah satu dari keutamaan
sedekah:

1. Sedekah dapat menghapus dosa . Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ﺔﻗﺪﺼﻟﺍﻭ ﺀﻰﻔﻄﺗ ﺔﺌﻴﻄﺨﻟﺍ ﺎﻤﻛ ﺀﻰﻔﻄﺗ ﺀﺎﻤﻟﺍ ﺭﺎﻨﻟﺍ
“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan
api.” (HR. Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi, 614)
Diampuninya dosa dengan sebab
sedekah di sini tentu saja harus
disertai taubat atas dosa yang
dilakukan. Tidak sebagaimana yang
dilakukan sebagian orang yang sengaja bermaksiat, seperti korupsi,
memakan riba, mencuri, berbuat
curang, mengambil harta anak yatim,
dan sebelum melakukan hal-hal ini ia
sudah merencanakan untuk
bersedekah setelahnya agar ‘impas’ tidak ada dosa. Yang demikian ini
tidak dibenarkan karena termasuk
dalam merasa aman dari makar Allah,
yang merupakan dosa besar. Allah
Ta’ala berfirman: ﺍﻮُﻨِﻣَﺄَﻓَﺃ َﺮْﻜَﻣ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﺎَﻠَﻓ ُﻦَﻣْﺄَﻳ َﺮْﻜَﻣ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﺎَّﻟِﺇ ُﻡْﻮَﻘْﻟﺍ
َﻥﻭُﺮِﺳﺎَﺨْﻟﺍ
“Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah? Tiada yang merasa
aman dan azab Allah kecuali orang-
orang yang merugi.” (QS. Al A ’raf: 99)

2. Orang yang bersedekah akan
mendapatkan naungan di hari
akhir.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang 7 jenis manusia
yang mendapat naungan di suatu,
hari yang ketika itu tidak ada
naungan lain selain dari Allah, yaitu
hari akhir. Salah satu jenis manusia
yang mendapatkannya adalah: ﻞﺟﺭ ﻕﺪﺼﺗ ﺔﻗﺪﺼﺑ ﺎﻫﺎﻔﺧﺄﻓ ، ﻰﺘﺣ ﻻ ﻢﻠﻌﺗ ﻪﻟﺎﻤﺷ ﺎﻣ ﻖﻔﻨﺗ ﻪﻨﻴﻤﻳ
“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia
menyembunyikan amalnya itu
sampai-sampai tangan kirinya tidak
mengetahui apa yang disedekahkan
oleh tangan kanannya. ” (HR. Bukhari no. 1421)

3. Sedekah memberi keberkahan
pada harta. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ﺎﻣ ﺖﺼﻘﻧ ﺔﻗﺪﺻ ﻦﻣ ﻝﺎﻣ ﺎﻣﻭ ﺩﺍﺯ ﻪﻠﻟﺍ ﺍﺪﺒﻋ ﻮﻔﻌﺑ ﻻﺇ ﺍﺰﻋ
“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang
pemaaf pasti akan Allah tambahkan
kewibawaan baginya. ” (HR. Muslim, no. 2588)
Apa yang dimaksud hartanya tidak
akan berkurang? Dalam Syarh Shahih
Muslim, An Nawawi menjelaskan:
“Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 2 hal:
Pertama, yaitu hartanya diberkahi dan
dihindarkan dari bahaya. Maka
pengurangan harta menjadi ‘impas’ tertutupi oleh berkah yang abstrak.
Ini bisa dirasakan oleh indera dan
kebiasaan. Kedua, jika secara dzatnya
harta tersebut berkurang, maka
pengurangan tersebut ‘impas’ tertutupi pahala yang didapat, dan
pahala ini dilipatgandakan sampai
berlipat-lipat banyaknya. ”

4. Allah melipatgandakan pahala
orang yang bersedekah. Allah Ta ’ala berfirman: َّﻥِﺇ َﻦﻴِﻗِّﺪَّﺼُﻤْﻟﺍ ِﺕﺎَﻗِّﺪَّﺼُﻤْﻟﺍَﻭ ﺍﻮُﺿَﺮْﻗَﺃَﻭ َﻪَّﻠﻟﺍ ًﺎﺿْﺮَﻗ ًﺎﻨَﺴَﺣ ُﻒَﻋﺎَﻀُﻳ ْﻢُﻬَﻟ ْﻢُﻬَﻟَﻭ ٌﺮْﺟَﺃ ٌﻢﻳِﺮَﻛ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun
perempuan dan meminjamkan
kepada Allah pinjaman yang baik,
niscaya akan dilipat-gandakan
(ganjarannya) kepada mereka; dan
bagi mereka pahala yang banyak. ” (Qs. Al Hadid: 18)

5. Terdapat pintu surga yang hanya
dapat dimasuki oleh orang yang
bersedekah.

ﻦﻣ ﻖﻔﻧﺃ ﻦﻴﺟﻭﺯ ﻲﻓ ﻞﻴﺒﺳ ﻪﻠﻟﺍ ، ﻱﺩﻮﻧ ﻲﻓ ﺔﻨﺠﻟﺍ ﺎﻳ ﺪﺒﻋ ﻪﻠﻟﺍ ، ﺍﺬﻫ ﺮﻴﺧ : ﻦﻤﻓ ﻥﺎﻛ ﻦﻣ ﻞﻫﺃ ﺓﻼﺼﻟﺍ ﻲﻋُﺩ ﻦﻣ ﺏﺎﺑ ﺓﻼﺼﻟﺍ ، ﻦﻣﻭ ﻥﺎﻛ ﻦﻣ ﻞﻫﺃ ﺩﺎﻬﺠﻟﺍ ﻲﻋُﺩ ﻦﻣ ﺏﺎﺑ ﺩﺎﻬﺠﻟﺍ ، ﻦﻣﻭ ﻥﺎﻛ ﻦﻣ ﻞﻫﺃ ﺔﻗﺪﺼﻟﺍ ﻲﻋُﺩ ﻦﻣ ﺏﺎﺑ ﺔﻗﺪﺼﻟﺍ
“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan
Allah, maka ia akan dipanggil oleh
salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju
kenikmatan ”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka
mendirikan shalat, ia akan dipanggil
dari pintu shalat, yang berasal dari
kalangan mujahid, maka akan
dipanggil dari pintu jihad, jika ia
berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu
sedekah. ” (HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027)

6. Sedekah akan menjadi bukti
keimanan seseorang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ﺔﻗﺪﺼﻟﺍﻭ ﻥﺎﻫﺮﺑ
“Sedekah adalah bukti. ” (HR. Muslim no.223)
An Nawawi menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu
shadaqah dinamakan demikian
karena merupakan bukti dari Shidqu
Imanihi (kebenaran imannya )”

7. Sedekah dapat membebaskan
dari siksa kubur. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ﻥﺇ ﺔﻗﺪﺼﻟﺍ ﺀﻰﻔﻄﺘﻟ ﻦﻋ ﺎﻬﻠﻫﺃ ﺮﺣ ﺭﻮﺒﻘﻟﺍ
“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur. ” (HR. Thabrani, di shahihkan Al Albani
dalam Shahih At Targhib, 873)

8. Sedekah dapat mencegah
pedagang melakukan maksiat dalam
jual-beli

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ﺎﻳ ﺮﺸﻌﻣ ﺭﺎﺠﺘﻟﺍ ! ﻥﺇ ﻥﺎﻄﻴﺸﻟﺍ ﻢﺛﻹﺍﻭ ﻥﺍﺮﻀﺤﻳ ﻊﻴﺒﻟﺍ . ﺍﻮﺑﻮﺸﻓ ﻢﻜﻌﻴﺑ ﺔﻗﺪﺼﻟﺎﺑ
“Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa
keduanya hadir dalam jual-beli. Maka
hiasilah jual-beli kalian dengan
sedekah. ” (HR. Tirmidzi no. 1208, ia berkata: “Hasan shahih”)

9. Orang yang bersedekah
merasakan dada yang lapang dan
hati yang bahagia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan permisalan yang bagus
tentang orang yang dermawan
dengan orang yang pelit: ﻞﺜﻣ ﻞﻴﺨﺒﻟﺍ ﻖﻔﻨﻤﻟﺍﻭ ، ﻞﺜﻤﻛ ﻦﻴﻠﺟﺭ ، ﺎﻤﻬﻴﻠﻋ ﻥﺎﺘﺒﺟ ﻦﻣ ﺪﻳﺪﺣ ، ﻦﻣ ﺎﻤﻬﻳﺪﺛ ﻰﻟﺇ ﺎﻤﻬﻴﻗﺍﺮﺗ ، ﺎﻣﺄﻓ ﻖﻔﻨﻤﻟﺍ : ﻼﻓ ﻖﻔﻨﻳ ﻻﺇ ﺖﻐﺒﺳ ، ﻭﺃ ﺕﺮﻓﻭ ﻰﻠﻋ ﻩﺪﻠﺟ ، ﻰﺘﺣ ﻲﻔﺨﺗ ﻪﻧﺎﻨﺑ ، ﻮﻔﻌﺗﻭ ﻩﺮﺛﺃ . ﺎﻣﺃﻭ ﻞﻴﺨﺒﻟﺍ : ﻼﻓ ﺪﻳﺮﻳ ﻥﺃ ﻖﻔﻨﻳ ﺎﺌﻴﺷ ﻻﺇ ﺖﻗﺰﻟ ﻞﻛ ﺔﻘﻠﺣ ﺎﻬﻧﺎﻜﻣ ، ﻮﻬﻓ ﺎﻬﻌﺳﻮﻳ ﻻﻭ ﻊﺴﺘﺗ
“Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah
seperti dua orang yang memiliki baju
besi, yang bila dipakai menutupi dada
hingga selangkangannya. Orang yang
bersedekah, dikarenakan
sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-
sampai ujung jarinya tidak terlihat dan
baju besinya tidak meninggalkan
bekas pada kulitnya. Sedangkan
orang yang pelit, dikarenakan
pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya.
Ia berusaha melonggarkannya
namun tidak bisa. ” (HR. Bukhari no. 1443)

CARA BERHITUNG MATEMATIKA DGN JARI

Oleh : Muh.yasin fii sabilillah


Cara Cepat dan Mudah Belajar
Matematika Berhitung Jari – Metode atau jurus rahasia berhitung
perkalian, pembagian, dan
penjumlahan yang praktis untuk anak
ketika belajar matematika dengan
hitungan jari. Semua teknik belajar ini
mudah dipelajari dan sangat simple. Wallpaper Matematika Teknik penerapan belajar matematika
dengan mudah menggunakan
hitungan jari ada beberapa cara yang
akan saya sebut dengan beberapa
inisial seperti Jurus 1 Jari Ajaib, Jurus 2
Jari Ajaib, dan Jurus 3 Jari Ajaib seperti inilah teknik penerapannya : Jurus 1 Jari Ajaib Untuk perkalian 9 ( 1×9 sampai
10×9 ) 1. Buka ke dua tangan anda, mulai
dari jari kelingking kiri adalah 1
hingga jari kelingking kanan adalah
10.
2. Misalnya kita ingin menghitung 3×9;
maka lipat jari nomor 3 dari kiri (jari tengah tangan kiri)
3. Jari no 3. Ini yang kita lipat,
berfungsi sebagai pemisah antara
puluhan dan satuan. Dari jari tangan
yang kita peragakan tersebut artinya
di sebelah kiri jari yang dilipat ada 2 jari, yang mewakili angka 20.
Sedangkan di sebelah kanan jari yang
dilipat ada tujuh jari, mewakili angka
7. Berarti 2 puluhan dan 7 satuan,
sama dengan 27. Jadi 3×9 = 27
4. Cobalah dengan contoh lain misalnya 6×9 atau 9×9, ingat
dihitungnya dari jari kelingking
tangan kiri ya … Jurus 2 Jari Ajaib Untuk perkalian 5 ( 1×5 sampai
10×5 ) 1. Buka ke dua tangan anda, mulai
dari jari kelingking kiri adalah 1
hingga jari kelingking kanan adalah
10.
2. Buat irama atau lagu untuk anak.
Katakan 5, 10, 15,20, 25, 30, 35, 40, 45, 50. Prinsipnya adalah melompat
bilangan 5.
3. Sekarang minta anak dengan
menunjuk jari kelingking kiri (jari no.
1) sambil berkata 5. Tunjuk jari no. 2
dengan berkata 10. Tunjuk jari no.3 dengan berkata 15 dan seterusnya
sampai jari ke 10 dengan berkata 50.
4. Bila sudah hafal dengan jari dan
iramanya, coba test anak dengan
menunjuk jari no. 6 misalnya, maka
dia otomatis akan menjawab 30. Jurus 3 Jari Ajaib Untuk perkalian 6, 7 dan 8 1. Gunakan semua jari anda di kaki
dan tangan. Jari kaki mewakili 1
sampai 5 kemudian tangan kiri mulai
jempol kiri mewakili no. 6 sampai
kelingking kiri mewakili 10. Demikian
pula kaki kanan dan tangan kanan, mulai jempol kanan mewakili 6 sampai
kelingking kanan mewakili 10.
2. Misalnya kita ingin mendapatkan
hasil dari perkalian 6×7, maka lipat
jempol kiri untuk mewakili 6, dan lipat
jempol dan telunjuk kanan untuk mewakili 7.
3. Perhatikan jari yang dilipat. Setiap
jari yang dilipat mewakili angka 10.
Pada contoh yang kita gunakan ada 3
jari yang dilipat berarti 30.
4. Selanjutnya hitung jari yang tidak dilipat. Jari di kiri ada 4, sedangkan jari
di kanan ada 3. Kalikan kedua angka
tersebut yaitu 4×3 = 12
5. Terakhir menjumlahkan angka 30
di langkah c dan angka 12 di langkah
d, 30 + 12 = 42 6. Lakukan lagi latihan dengan contoh
lain misalnya 7×8 atau 6×5 dan
seterusnya Jika sudah memahami semua teknik
“Cara Cepat dan Mudah Belajar Matematika Berhitung Jari ” di atas, sudah bisa dipastikan anak anda akan
lebih jago matematika terutama untuk
ilmu hitung menhitung.

Minggu, 20 Februari 2011

DIALOG RASULULLAH DENGAN IBLIS

Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia. Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, "Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar- benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras." Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu. Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. Maka sambut Iblis (alaihi laknat), "Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?" Maka jawab Nabi dengan marah, "Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?" Taklimat Iblis, "Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Karena engkau adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah
untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah aku berani menyembunyikannya." Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, "Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu." Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada seluruh umatku. Pertanyaan Nabi (1): "Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?" Jawab Iblis: "Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini." Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, "Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya
menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku." Pertanyaan Nabi (2): "Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?" Jawab Iblis: "Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram. Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Disana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat." Pertanyaan Nabi (3): "Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah!
Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang
memberi kekuatan anggota badanmu?" Jawab Iblis: "Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar- besarnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku
telah dinaikkan dari satu langit ke satu
langit yang tinggi. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka. Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat. Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain aripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid'ah dan carut-marut. Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut." Pertanyaan Nabi (4): "Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?" Jawab Iblis: "Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika
tidak berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku" Pertanyaan Nabi (5): "Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?" Jawab Iblis: "Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya - matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-
lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman." Pertanyaan Nabi (6): "Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?" Jawab Iblis: "Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya." Pertanyaan Nabi (7): "Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?" Jawab Iblis: "Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya." Pertanyaan Nabi (8): "Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?" Jawab Iblis: "Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan
dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan
tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasa." Pertanyaan Nabi (9): "Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?" Jawab Iblis: "Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar - besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: "Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk." Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a'zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan
lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-
haditsmu. Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, "Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku", karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar 'Al-Faruq'. Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al- Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, "Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid." Saidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat
takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. Bergelar 'Ali Karamullahu Wajhahu' - dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga 'Harimau Allah' dan engkau sendiri berkata, "Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya." Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya." Pertanyaan Nabi (10): "Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?" Jawab Iblis: "Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril a.s, "Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat." Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan
kebajikan. Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat. Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur." Pertanyaan Nabi (11): "Siapa yang serupa dengan engkau?" Jawab Iblis: "Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam." Pertanyaan Nabi (12): "Siapa yang mencahayakan muka engkau?" Jawab Iblis: "Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji." Pertanyaan Nabi (13): "Apakah rahasia engkau kepada umatku?" Jawab Iblis: "Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka aku gosok- gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari." Pertanyaan Nabi (14): "Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?" Jawab Iblis: "Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah merasa kenyang." Pertanyaan Nabi (15): "Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?" Jawab Iblis: "Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu', maka padamlah marahnya." Pertanyaan Nabi (16): "Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?" Jawab Iblis: Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu." Pertanyaan Nabi (17): "Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?" Jawab Iblis: "Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka (mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zuhur, asar, maghrib dan isya', aku beratkan hatinya untuk sholat." Pertanyaan Nabi (18): "Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?" Jawab Iblis: "Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam." Pertanyaan Nabi (19): "Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?" Jawab Iblis: "Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya" Pertanyaan Nabi (20): "Apa lagi yang memecahkan mata engkau?" Jawab Iblis:
"Orang yang taat kepada kedua ibu
bapanya, mendengar kata mereka, membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, 'Syurga itu di bawah tapak kaki ibu'"