Rabu, 13 April 2011
- AlQuran Sebagai Pembela Di Hari Akhirat
Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an." Telah bersabda Rasulullah S.A.W : "Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya." Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?" Maka berkata Al-Qur'an : " Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari." Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?" Lalu Al- Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya. Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?" Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an."
Selasa, 12 April 2011
ISTANA SANG KHALIFAH
Seorang utusan Romawi tengah mencari istana Khalifah Umar bin Khattab untuk sebuah urusan. Setelah beberapa saat tak menemukan istana tersebut, ia akhirnya bertanya kepada orang-orang. Saat ia menanyakan di mana istananya, mereka menjawab: "Ia tidak punya istana." Lalu, ia bertanya di mana bentengnya. "Tidak ada," jawab mereka. Kemudian, mereka menunjukkan rumah Sang Khalifah yang terlihat seperti rumah kaum tak berpunya. Lantas, ia mendatanginya dan menanyakan keberadaan Amirul Mukminin. Alangkah terkejutnya ia saat mendengar jawaban dari keluarga Umar: "Itu dia di sana sedang tertidur di bawah pohon." Tentu bukan tanpa alasan bagi seorang dengan gelar Amirul Mukminin (pemimpin kaum Mukmin) yang kekuasaannya terbentang dari Mesir sampai Irak untuk memilih sebatang pohon sebagai istananya. Selain agar rakyat dapat dengan mudah menemui dan mengadu padanya, juga karena ia mempelajari hal itu dari Sang Teladan, Nabi Muhammad SAW. Dahulu, Umar pernah menemui Nabi SAW ketika beliau bangun dari pelepah kurma tempatnya berbaring. Umar melihat guratan pelepah kurma membekas di punggung Nabi SAW. Ia pun menangis. Dengan lembut Nabi SAW bertanya: "Apa yang membuatmu menangis?" Umar menjawab: "Wahai Rasulullah, sungguh Raja Kisra dan Kaisar Romawi dalam keadaan (kafir). Mereka (bergelimang harta), sedang Engkau ialah Utusan Allah (tetapi tidak memiliki apa-apa)." Dengan bijak Nabi SAW bersabda: "Wahai Umar, tidakkah engkau rida jika mereka mendapat dunia dan bagi kita akhirat?" Pelajaran ini tidak pernah dilupakan oleh Umar seumur hidupnya. Umar bukannya tidak mampu untuk membangun istana atau hidup mewah bak seorang raja. Tetapi, Umar lebih memilih kesederhanaan sebagai perhiasan dirinya. Bagaimana tidak, ia adalah khalifah yang memperoleh gaji hanya sebatas kebutuhan pokoknya, memakan roti yang hampir mengeras, dan memiliki dua belas tambalan pada pakaian lusuhnya. Ia adalah pemimpin yang bergantian mengendarai keledai bersama budaknya dalam penaklukkan Kota Al-Quds. Sungguh, Umar telah mengajarkan kepada kita bahwa menjadi pemimpin tak harus bergelimang fasilitas. Maka, ia pun tidak pernah menuntut berbagai fasilitas untuk tugas kepemimpinannya. Karena ia tahu, fasilitas-fasilitas yang ia nikmati tidak lain hanyalah ujian yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak. Wallahu 'alam bish shawab.
Senin, 11 April 2011
KEBOHONGAN KRISTEN
Umat Kristen selalu mengklaim bahwa "Kristen" adalah ajaran Yesus. Klaim ini sesungguhnya tidak memiliki dasar sama sekali selain hanya angan- angan dan omong-kosong belaka. Pokok-pokok pikiran di bawah ini, tanpa bisa dibantah oleh siapapun, membuktikan bahwa "Kristen" sama sekali bukan ajaran Yesus! 1. Yesus tidak pernah mengajarkan atau memberi nama "Kristen" pada misi dan tugas yang diembannya. Kristen memang hanyalah sebuah sebutan : * Kisah Para Rasul 11:26 "Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen." KJV : And when he had found him, he brought him unto Antioch. And it came to pass, that a whole year they assembled themselves with the church, and taught much people. And the disciples were called Christians first in Antioch. TR : και ευρων αυτον ηγαγεν αυτον εις αντιοχειαν εγενετο δε αυτους ενιαυτον ολον συναχθηναι εν τη εκκλησια και διδαξαι οχλον ικανον χρηματισαι τε πρωτον εν αντιοχεια τους μαθητας χριστιανους Interlinear : kai {dan} eurôn {setelah menemui} auton {dia} êgagen {membawa} auton {dia} eis {ke} antiocheian {Antiokhia} egeneto {(itu) terjadi} de {lalu} autous {pada mereka} eniauton {satu tahun} olon {genap} sunachthênai {mereka berkumpul} en {dengan} ekklêsia {jemaat} kai {dan} didaxai {mengajar} ochlon {massa} ikanon {banyak} chrêmatisai {memakai nama/ dipanggil} te {dan} prôton {untuk pertama kali} en {di} antiocheia {Antipkhia} tous {itu} mathêtas {murid-murid} christianous {orang- orang Kristen} Di Antiokhia; pengikut kristus disebut Kristen (pertama kali) Arti Kristen sebenarnya (harfiah) adalah Kristus Kecil. Kemudian nama ini menjadi nama yang legitimate untuk menyebut kelompok orang yang percaya Kristus. Kumpulan umat percaya/murid-murid Tuhan Yesus yang disebut Kristen ini beribadah dengan mementingkan aspek-aspek rohani seperti yang diajarkan dan ditekankan Yesus dalam pelayananNya yang tertulis pada Alkitab Perjanjian Baru. 2. Yesus tidak pernah memerintahkan umatnya (umat Israel) untuk sembahyang (kebaktian) di "gereja". Kata 'jemaat/ gereja' dalam Alkitab PB bahasa asli Yunani ditulis dengan kata ' εκκλησια , ekklêsia', harfiah, ('ek'=keluar; 'klesia' dari kata 'kaleo'=memanggil). Arti kontekstualnya dalam kehidupan Kekristenan adalah 'dipanggil keluar untuk menjadi murid Kristus'. Istilah tersebut diadaptasi Alkitab menjadi "himpunan orang-orang percaya sepanjang zaman yang dipanggil ke luar dari dunia dan menjadi pengikut Kristus", inilah Gereja yang rohani dan sebenarnya. Itulah sebabnya di dalam Alkitab kita tidak menemukan Denominasi Gereja, yang ada hanya Gereja menurut geografi seperti Gereja di Efesus atau Galatia. Namun Gereja bukan sekadar "himpunan orang-orang percaya", Alkitab melukiskan pula Gereja sebagai: 1. Tubuh Kristus (Roma 12, 1Korintus 12 dan Efesus 4). Gereja pada hakekatnya bukanlah organisasi melainkan adalah suatu organisme yang hidup dan Kristus sebagai Kepalanya. Di dalam tubuh ini terjadi hubungan hidup antara pribadi orang-orang percaya dengan Kristus, dan melalui Kristus dengan semua orang percaya. Tubuh rohani ini sebagaimana tubuh kita mempunyai anggota-anggota tubuh dengan fungsi-fungsi tertentu. Di dalamnya kita menemukan tiap orang percaya ditempatkan Tuhan dengan diberi karunia masing-masing demi kesejahteraan bersama dan pertumbuhan Jemaat (1Petrus 4:10, 1Korintus 12:7). Dengan demikian sepatutnyalah tiap anggota Jemaat memanfaatkan karunia yang dimiliki untuk saling melayani dengan penuh sukacita, bukan dengan terpaksa, membanding-banding berat ringannya pelayanan ataupun bersungut-sungut. Melalui berbagai pelayanan yang demikian pastilah masing-masing pribadi maupun Jemaat secara keseluruhan dapat bertumbuh menuju kedewasaan Kristus serta dapat menarik lebih banyak anggota-anggota baru kepada Kristus dan bergabung dengan Gereja kita. 2. Keluarga (Efesus 3:14-19, 1Tesalonika 2:7-13. Sifat keluarga dalam Gereja bukan hanya dinyatakan dengan menggunakan sebutan- sebutan keluarga seperti "Saudara dan Saudari". Khusus bila kita memperhatikan panggilan seseorang di Amerika, maka hanya di dalam lingkungan Kristen sajalah kita menemukan sebutan "Brothers and Sisters". Namun keluarga juga menyatakan hubungan intim sesama anggota keluarga dengan Allah sebagai Bapa. Berulang-ulang Alkitab menganjurkan agar kita saling- mengasihi serta membangun hubungan pribadi yang intim dengan saling menerima dan mendorong, membagi suka duka, menasihati dan memperbaiki, mengampuni dan memperhatikan; sehingga melaluinya dunia mengenal bahwa kita adalah pengikut-pengikut Kristus yang sejati. Tidak diragukan lagi apabila Gereja ingin memenuhi tuntutan Alkitab maka Gereja haruslah menjadi suatu Komunikasi Kasih, bergandengan tangan menyaksikan kasih Kristus dan melakukan perbuatan-perbuatan baik secara bersama. 3. Ibadah umat Kristiani tidak hanya dibatasi dengan 'bangunan' . Sebuah bangunan Bait Suci tidak memberikan jaminan mutlak akan kehadiran Allah. Bait Suci melambangkan kehadiran Allah hanya sejauh umat itu menolak ilah-ilah lain dan menaati hukum Allah yang kudus. Dalam iman Kristiani. Gereja mempunyai makna rohani, Umat Allah adalah gereja, gereja disebut sebagai bait Allah karena didiami oleh Kristus dan Roh Kudus. Roh Kudus tidak saja berdiam di dalam gereja, tetapi juga di dalam diri orang percaya sebagai bait-Nya. Gereja yang utama haruslah memberitakan Injil Kristus, untuk itulah Gereja berada dan hadir di tengah dunia ini! Gereja dan orang Kristen yang tidak memberitakan Injil adalah Gereja dan orang Kristen yang mati. Wassalam,
" ALBERT EINSTEIN DAN BIBELNYA "
Albert Einstein adalah salah satu sosok pemikir yang sangat dikagumi sekaligus sangat dibenci di pengujung abad 20 dan bahkan hingga kini. Kenapa demikian ? Karena selain penemuan-penemuan spektakulernya di bidang sains dan teknonogi yang sulit ditandingi oleh para ilmuan pada masanya, Einstein kerap melancarkan kritik pedas pada gereja dan doktrin-doktrinnya yang dianggap tidak rasional. Menurut Einstein, gereja telah melakukan ''pembodohan massal'' dengan konsep ketuhanan yang tidak masuk akal. Kritik yang disampaikan Einstein tersebut sebenarnya berangkat dari kegelisahannya ihwal eksistensi Tuhan yang tak kunjung ditemukan. Ia tidak puas dengan sosok Tuhan yang dipersonalkan atau digambarkan mirip manusia (antropomorfisme) dalam Kitab Injil. Selain itu, ia juga mengkritik filsafat ketuhanan yang dikembangkan oleh gereja yang terkenal dengan istilah Trinitas: Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Roh Kudus. Sampai akhir hayatnya, Einstein belum menemukan jawaban yang rasional terkait dengan filsafat ketuhanan tersebut. Dalam logika Einstein yang mendasarkan pikirannya pada fisika dan matematika, Tuhan yang dipersonalkan jelas tidak masuk akal. Karena itu, dengan tegas ia menolak: ''Tentang Tuhan saya tidak dapat menerima suatu konsep apa pun yang berdasarkan otoritas gereja. Sepanjang yang saya ingat, saya membenci indoktrinasi massal. Saya tidak mengimani karena takut akan kehidupan, takut akan kematian, maupun iman yang buta...'' (hal. 153). Pernyataan Einstein tersebut tak pelak membuat panas telinga para pemuka agama Nasrani. Ia dianggap mengingkari Al-Kitab yang seharusnya diimani tanpa harus diperdebatkan lagi. Einstein memang cukup berani membongkar sekian ayat yang terdapat dalam kitab Injil yang tidak sesuai dengan nalar logikanya. Ia sama sekali tidak mengimani Injil sebagai sabda Tuhan karena sepanjang penelitiannya terdapat pertentangan antara Injil yang satu dengan lainnya. Dalam Injil Yohanes, misalnya, Eisntein melihat ada pertentangan ayat yang sangat mendasar dengan Injil Barnabas (The Gospel of Barnabas) yang naskah aslinya ditemukan di The Emperial Library Wina, Austria. Atas dasar inilah Einstein semakin tidak yakin akan kebenaran Injil. Apalagi fakta sejarah menunjukkan bahwa ketika Paus St. Glasius I bertahta pada 492-496, Vatikan secara resmi melarang Injil Barnabas beredar dan dibaca oleh umat Kristiani. Einstein menilai keputusan tersebut sangat paradoks dan sulit diterima oleh akal sehat. Sehingga dengan lantang ia menuduh Paus telah melakukan campur tangan dalam penulisan Injil. Kritik pedas inilah yang membuat vatikan kegerahan. Einstein dianggap terlalu berlebihan dan mengada-ada. Pihak gereja kemudian bergerak lebih cepat untuk menyikapi apa yang telah dikemukakan pemikir yang berpengaruh itu agar tidak mereduksi keimanan umat Kristiani di seluruh dunia. Seorang pemuka Nasrani yang berasal dari Lutheran Church of Our Savior, yakni pendeta Carl F. Weldman menanggapi dengan keras pendapat Einstein yang menolak Tuhan dipersonalkan: ''Tidak ada Tuhan selain Tuhan personal! Einstein tidak mengetahui apa yang sedang diucapkannya. Dia salah total!'' (hal. 165). Dalam pandangan Carl F. Weldman, pernyataan Einstein bukanlah termasuk bagian dari pencarian hakiki akan eksistensiNya. Akan tetapi hanyalah sebentuk provokasi yang tidak didasari oleh iman yang kuat. Sri Paus Yohanes Paulus II yang bertahta di Vatikan juga ikut menyerang Einstein: ''Menginginkan bukti-bukti ilmiah tentang Tuhan sama dengan merendahkan Tuhan ke derajad wujud-wujud dunia kita dan karenanya kita akan keliru secara metodologis berkenaan dengan apa itu Tuhan. Sains harus mengakui batas-batasnya serta ketidakmampuannya untuk mencapai eksistensi Tuhan, ia tidak bisa mengukuhkan ataupun mengingkari eksistensiNya...'' (hal.169). Semua umat Kristiani yang menerima filsafat ketuhanan dengan modal iman jelas menganggap Einstein sebagai pengingkar (kafir). Ilmuan peraih nobel yang pada akhir hayatnya kedua bola matanya dijugil untuk diawetkan itu dituduh atheis karena logika berpikirnya tidak sejalan dengan Al-Kitab. Tuduhan yang sama sebenarnya juga dilancarkan oleh para pemuka agama Yahudi yang menganggap Einstein anti-Tuhan karena telah berani menolak untuk menjalani bar mitzvah, yaitu upacara untuk menjadi komunitas orang Yahudi. Sebagaimana diulas oleh Wisnu Arya Wardhana dalam buku ini, sejak kecil Einstein memang hidup dengan ''dua agama'': Yahudi dan Katholik. Jika pada pagi hari ia belajar agama Katholik di Katholik Petersschule, sedangkan sorenya ia menerima pelajaran agama Yahudi dari Alexander Moszkowski, guru privat yang sengaja didatangkan oleh orang tuanya (hal.45). Dengan demikian, Einstein sudah mempelajari dengan cukup cermat isi Kitab Talmud (Taurat) dan isi Al-Kitab (Injil) sejak ia masih kecil, yakni saat masih berumur tujuh tahun. Walaupun pada saat itu ia belum berani melakukan koreksi terkait beberapa ayat yang tidak sesuai dengan jalan pikirannya. Hidup dengan dua agama bukanlah sesuatu yang aneh bagi Einstein. Ia belajar agama Yahudi karena termasuk agama leluhurnya, sedangkan pelajaran Katholik ia dalami tak lain karena pencariannya akan eksistensi Tuhan. Namun sepanjang yang dipelajari Einstein dari kedua Kitab Suci tersebut, yakni Taurat dan Injil, sosok Tuhan yang sesuai dengan jalan pikirannya tak juga ditemukan. Wassalam,
" BANTAHAN ALKITAB TENTANG KETUHANAN ROH KUDUS "
Beberapa keterangan Alkitab dalam Kitab Yohanes menyebut konsep "Roh Kebenaran". Interpretasi Kristen tradisional menyamakan "Roh Kebenaran" ini dengan "Roh Kudus". Berikut petikan YOHANES: 14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong 14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. 15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya Keterangan2 Alkitab di atas dengan jelas mengaitkan dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Roh Kebenaran dengan penyampaian wahyu/pesan dan ilham dari Allah, dan dijelaskan bahwa Roh Kebenaran "tidak akan berkata2 dari diri-Nya sendiri, tetapi akan mengatakan segala sesuatu yang didengar-Nya" dari Allah. Dengan kata lain, ayat2 dari Yohanes ini dengan jelas mengisyaratkan bahwa Roh Kebenaran, Roh Kudus, tunduk kepada Allah, dan bukan mitra yang sejajar dengan-Nya. Ini berarti bahwa Roh Kebenaran "tidak akan berkata2 dari diri-Nya sendiri, tetapi akan mengatakan segala sesuatu yang didengar-Nya" dari Allah. Dijelaskan juga dalam ayat Yohanes di atas, bahwa "dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia". Ini berarti bahwa Roh Kebenaran tersebut adalah makhluk ghaib yang hanya bisa dilihat oleh orang2 tertentu pilihan Allah. Roh Kebenaran melaksanakan tugas yang sama, menyampaikan wahyu/pesan, dengan Malaikat Gabriel. Oleh karenanya, diisyaratkan bahwa Gabriel adalah Roh Kebenaran, dan bahwa Roh Kebenaran adalah Roh Kudus. Jika Gabriel adalah penyampai wahyu, dan jika Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, maka Gabriel adalah Roh Kudus. Adapun maksud dari frasa "ia akan bersaksi tentang aku" Identifikasi dalam Yohanes 15:26 di atas adalah bahwa Roh Kebenaran/Roh Kudus/ malaikat Gabriel akan memberikan wahyu kepada Yesus dan kepada Nabi Muhammad tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pengutusan Yesus untuk Bani Israel. Roh Kudus/malaikat Gabriel dengan jelas bisa dilihat dalam Alkitab hanya dengan mengontraskan dua ayat dalam MATIUS dengan LUKAS yang masing2 membahas penyampai pesan/berita gembira dari Allah kepada Maria. Dalam ayat Matius, Gabriel diidentifikasi dengan gelarnya, Roh Kudus, sebagai penyampai berita gembira kepada Maria. Dalam ayat Lukas, Gabriel diidentifikasi dengan namanya sebagai penyampai berita gembira kepada Maria. Berikut petikan MATIUS dan LUKAS: MATIUS 1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus , sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. LUKAS 1:26-27 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. agama Kristen telah meninggikan derajat Gabriel, dengan gelar Roh Kudus, hingga memiliki hubungan kemitraan dengan Penciptanya, Allah, dalam konsep ketuhanan tritunggal Lebih jauh, injil2 kanonik sendiri secara. Islam meneguhkan kembali keesaan Allah yang secara tegas menentang segala bentuk ideologi politeistik, dan tetap melihat Gabriel atau Roh Kudus hanya sebagai malaikat Allah yang menyampaikan pesan2-Nya kepada umat manusia. implisit telah membantah ketuhanan Roh Kudus: LUKAS: 1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, 1:67. Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, 2:25. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, YOHANES: 20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia (Yesus) mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus. MARKUS 3:30 I a (Yesus) berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat. LUKAS: 1:15 Sebab ia (Yohanes Pembaptis) akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; Dijelaskan dalam ayat Lukas di atas, bahwa Yohanes Pembaptis akan dipenuhi oleh Roh Kudus "mulai dari rahim ibunya". Kita justru kasihan kepada Yesus yang harus menunggu selama 30 tahun untuk menerima Roh Kudus, yaitu ketika selesai dibaptis oleh Yohanes Pembaptis (Lihat: Matius 3:16-17, Markus 1:10-11, Lukas 3:21-22, dan Yohanes 1:32). Wassalam,
Rabu, 06 April 2011
HIKMAH 5 JARI PADA TANGAN MANUSIA
Setiap manusia mempunyai 5 jari...Pelbagai hikmah dan tafsiran yang boleh diandaikan di sebalik jari manusia. Cuba perhatikan perlahan-perlahan jari anda. Luruskan ia ke hadapan dalam keadaan terbuka. Renung dalam-dalam. Kewajipan solat 5 waktu jangan diabaikan..Kemudian lekapkan jari di atas meja, perhatikan. Bermula daripada:
1. Jari kelingking yang kecil dan kerdil.Seperti manusia dan apa sahaja akan bermula daripada kecil kemudian besar dan terus membesar. Itulah fitrah insan dan alam seluruhnya. Apa sahaja yang dilakukan mesti bermula daripada kecil. Bak kata pepatah `melentur buluh biarlahdaripada rebungnya' Kegagalan mendidik di usia ini akan memberi kesan yang besar pada masa hadapan.
2. Jari ke-2 iaitu jari manis.Manisnya seperti jari comel dan mulus. Apatah lagi kiranya disarungkan dengan sebentuk cincin bertatahkan berlian, bangga tak terkira. Pada ketika ini, alam remaja menjengah diri. Awas!! Di usia ini sentiasa di belenggu dengan pelbagai cabaran dan dugaan. Hanya iman dan taqwa menunjuk jalan kebenaran. Pada usia ini, anda sudah baligh dan mukalaf.Bersediakah anda??
3. Jari ke-3 iaitu jari paling tinggi, jari hantu.Zaman remaja ditinggalkan. Alam dewasa kian menjengah. Di peringkat umur 30-an ini seseorang itu telah mempunyai status dan identity dengan ekonomi yang kukuh serta kerjaya yang teguh. Namun, anda mesti berhati-hati kerana di kala ini banyak `hantu-hantu pengacau' yang datang menggoda. Hantu hasad dengki, hantu ego, hantu tamak, hantu iri hati,dan seribu macam hantu lagi. Kalau gagal mengawal emosi lantas terus masuk ke jerangkap nafsu dan syaitan.Justeru itu, amal ibadat mesti dilipat gandakan.
4. Jari telunjuk.Jari inilah yang mengungkap satu dan Allah Esa ketika menunaikan solat. Genggamkan kesemua jari dan keluarkan jari ini. Gagahnya ia sebagai penunjuk arah, menjadi contoh dan tauladan.Manusia yang berada di tahap usia ini, hendaklah tampil sebagai model kepada generasi baru dan pembimbing yang kayadengan idea bernas dan minda yang hebat.
5. Akhir sekali, renung ibu jari.Ianya besar dan pendek tetapi menunjukkan kematangan dan kehebatan yang membanggakan. Tugasnya membenarkan sesuatu dan mentafsirkan pelbagai perkara. Bak kata orang Jawa, `cap jempol' atau cap jari. Kalau dia ada, semua urusan berjalan lancar. Buat generasi muda, rujuk dahulu kepada orang tua atau yang berpengalaman. Sekiranya petunjuk mereka anda patuhi, nescaya anda boleh berkata `good' atau `yes' sambil menggenggam semua jari dan angkat ibu jari ke atas itulah rahsia kejayaan anda.
1. Jari kelingking yang kecil dan kerdil.Seperti manusia dan apa sahaja akan bermula daripada kecil kemudian besar dan terus membesar. Itulah fitrah insan dan alam seluruhnya. Apa sahaja yang dilakukan mesti bermula daripada kecil. Bak kata pepatah `melentur buluh biarlahdaripada rebungnya' Kegagalan mendidik di usia ini akan memberi kesan yang besar pada masa hadapan.
2. Jari ke-2 iaitu jari manis.Manisnya seperti jari comel dan mulus. Apatah lagi kiranya disarungkan dengan sebentuk cincin bertatahkan berlian, bangga tak terkira. Pada ketika ini, alam remaja menjengah diri. Awas!! Di usia ini sentiasa di belenggu dengan pelbagai cabaran dan dugaan. Hanya iman dan taqwa menunjuk jalan kebenaran. Pada usia ini, anda sudah baligh dan mukalaf.Bersediakah anda??
3. Jari ke-3 iaitu jari paling tinggi, jari hantu.Zaman remaja ditinggalkan. Alam dewasa kian menjengah. Di peringkat umur 30-an ini seseorang itu telah mempunyai status dan identity dengan ekonomi yang kukuh serta kerjaya yang teguh. Namun, anda mesti berhati-hati kerana di kala ini banyak `hantu-hantu pengacau' yang datang menggoda. Hantu hasad dengki, hantu ego, hantu tamak, hantu iri hati,dan seribu macam hantu lagi. Kalau gagal mengawal emosi lantas terus masuk ke jerangkap nafsu dan syaitan.Justeru itu, amal ibadat mesti dilipat gandakan.
4. Jari telunjuk.Jari inilah yang mengungkap satu dan Allah Esa ketika menunaikan solat. Genggamkan kesemua jari dan keluarkan jari ini. Gagahnya ia sebagai penunjuk arah, menjadi contoh dan tauladan.Manusia yang berada di tahap usia ini, hendaklah tampil sebagai model kepada generasi baru dan pembimbing yang kayadengan idea bernas dan minda yang hebat.
5. Akhir sekali, renung ibu jari.Ianya besar dan pendek tetapi menunjukkan kematangan dan kehebatan yang membanggakan. Tugasnya membenarkan sesuatu dan mentafsirkan pelbagai perkara. Bak kata orang Jawa, `cap jempol' atau cap jari. Kalau dia ada, semua urusan berjalan lancar. Buat generasi muda, rujuk dahulu kepada orang tua atau yang berpengalaman. Sekiranya petunjuk mereka anda patuhi, nescaya anda boleh berkata `good' atau `yes' sambil menggenggam semua jari dan angkat ibu jari ke atas itulah rahsia kejayaan anda.
Selasa, 05 April 2011
CARA MENRUBAH TAKDIR
Bisakah
mengubah takdir? Banyak
orang malas yang menjadikan
takdir sebagai dalih atas
kemalasannya. Padahal, takdir itu
bisa diubah. Memang, tidak
semua takdir bisa diubah.
Misalnya, jika kita ditakdirkan
sebagai seorang laki-laki, tidak
bisa diubah menjadi seorang
perempuan.
Lalu bagaimana cara kita
mengubah takdir? Cara yang
benar dan tepat, tentu saja harus
bersumber dari Pembuat takdir
yang tiada lain Allah SWT melalui
Al Quran dan Hadits Nabi saw.
Bagi Anda yang belum tahu,
bahwa takdir bisa diubah, silahkan
simak hadist berikut:
Hadits dari Imam Turmudzi dan
Hakim, diriwayatkan dari Abdullah
bin Umar, bahwa Nabi SAW
Bersabda : “Barangsiapa hatinya
terbuka untuk berdo’a, maka
pintu-pintu rahmat akan
dibukakan untuknya. Tidak ada
permohonan yang lebih disenangi
oleh Allah daripada permohonan
orang yang meminta
keselamatan. Sesungguhnya do’a
bermanfa’at bagi sesuatu yang
sedang terjadi dan yang belum
terjadi. Dan tidak ada yang bisa
menolak taqdir kecuali do’a, maka
berpeganglah wahai hamba Allah
pada do’a”. (HR Turmudzi dan
Hakim)
Cara Mengubah Takdir
-Cara Pertama ialah dengan
berdo’a.
Dalilnya ialah hadits
diatas.
-Cara Kedua adalah bersedekah.
Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Silaturrahmi dapat
memperpanjang umur dan
sedekah dapat merubah taqdir
yang mubram” (HR. Bukhari,
Muslim, at-Tirmidzi, Imam Ahmad)
-Cara Ketiga adalah bertasbih.
Ada
hadits yang diriwayatkan dari
Sa’ad Ibnu Abi Waqosh, Rasulullah
bersabda :
“Maukah kalian Aku beritahu
sesuatu do’a, yang jika kalian
memanfa’atkan itu ketika ditimpa
kesedihan atau bencana, maka
Allah akan menghilangkan
kesedihan itu? Para sahabat
menjawab : “Ya, wahai
Rasululullah, Rasul bersabda “Yaitu
do’a “Dzun-Nun : “LA ILAHA ILLA
ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU
MINADH-DHOLIMIN” (Tidak ada
Tuhan selain Engkau, maha suci
Engkau, sesungguhnya aku
termasuk diantara orang-orang
yang dholim”). (H.R. Imam
Ahmad, At-Turmudzi dan Al-
Hakim).
-Cara keempat ialah dengan
bershalawat
ada sebuah hadits
yang diriwayatkan oleh Ubay
Ibnu Ka’ab, bahwa ada seorang
laki-laki telah mendedikasikan
semua pahala sholawatnya untuk
Rasulullah SAW, maka Rasul
berkata kepada orang tersebut :
“Jika begitu lenyaplah
kesedihanmu, dan dosamu akan
diampuni” (H.R Imam Ahmad At-
Tabroni)
Jadi, jangan pernah berhenti
berdo’a dan berusaha. Seburuk
apa pun kondisi saat ini,
semuanya masih bisa berubah.
Bagaimana pun pahitnya
pengalaman kita dimasa lalu,
masih bisa berubah. Optimis selalu
Anda bisa mengubah takdir Anda
menjadi lebih baik.
mengubah takdir? Banyak
orang malas yang menjadikan
takdir sebagai dalih atas
kemalasannya. Padahal, takdir itu
bisa diubah. Memang, tidak
semua takdir bisa diubah.
Misalnya, jika kita ditakdirkan
sebagai seorang laki-laki, tidak
bisa diubah menjadi seorang
perempuan.
Lalu bagaimana cara kita
mengubah takdir? Cara yang
benar dan tepat, tentu saja harus
bersumber dari Pembuat takdir
yang tiada lain Allah SWT melalui
Al Quran dan Hadits Nabi saw.
Bagi Anda yang belum tahu,
bahwa takdir bisa diubah, silahkan
simak hadist berikut:
Hadits dari Imam Turmudzi dan
Hakim, diriwayatkan dari Abdullah
bin Umar, bahwa Nabi SAW
Bersabda : “Barangsiapa hatinya
terbuka untuk berdo’a, maka
pintu-pintu rahmat akan
dibukakan untuknya. Tidak ada
permohonan yang lebih disenangi
oleh Allah daripada permohonan
orang yang meminta
keselamatan. Sesungguhnya do’a
bermanfa’at bagi sesuatu yang
sedang terjadi dan yang belum
terjadi. Dan tidak ada yang bisa
menolak taqdir kecuali do’a, maka
berpeganglah wahai hamba Allah
pada do’a”. (HR Turmudzi dan
Hakim)
Cara Mengubah Takdir
-Cara Pertama ialah dengan
berdo’a.
Dalilnya ialah hadits
diatas.
-Cara Kedua adalah bersedekah.
Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Silaturrahmi dapat
memperpanjang umur dan
sedekah dapat merubah taqdir
yang mubram” (HR. Bukhari,
Muslim, at-Tirmidzi, Imam Ahmad)
-Cara Ketiga adalah bertasbih.
Ada
hadits yang diriwayatkan dari
Sa’ad Ibnu Abi Waqosh, Rasulullah
bersabda :
“Maukah kalian Aku beritahu
sesuatu do’a, yang jika kalian
memanfa’atkan itu ketika ditimpa
kesedihan atau bencana, maka
Allah akan menghilangkan
kesedihan itu? Para sahabat
menjawab : “Ya, wahai
Rasululullah, Rasul bersabda “Yaitu
do’a “Dzun-Nun : “LA ILAHA ILLA
ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU
MINADH-DHOLIMIN” (Tidak ada
Tuhan selain Engkau, maha suci
Engkau, sesungguhnya aku
termasuk diantara orang-orang
yang dholim”). (H.R. Imam
Ahmad, At-Turmudzi dan Al-
Hakim).
-Cara keempat ialah dengan
bershalawat
ada sebuah hadits
yang diriwayatkan oleh Ubay
Ibnu Ka’ab, bahwa ada seorang
laki-laki telah mendedikasikan
semua pahala sholawatnya untuk
Rasulullah SAW, maka Rasul
berkata kepada orang tersebut :
“Jika begitu lenyaplah
kesedihanmu, dan dosamu akan
diampuni” (H.R Imam Ahmad At-
Tabroni)
Jadi, jangan pernah berhenti
berdo’a dan berusaha. Seburuk
apa pun kondisi saat ini,
semuanya masih bisa berubah.
Bagaimana pun pahitnya
pengalaman kita dimasa lalu,
masih bisa berubah. Optimis selalu
Anda bisa mengubah takdir Anda
menjadi lebih baik.
Langganan:
Postingan (Atom)