Minggu, 20 Februari 2011

KHASIAT SURAT AL-FATIHAH

Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda yang

bermaksud: “Membaca Fatihah Al-Quran pahalanya seperti sepertiga Al-Quran “ Juga Nabi Muhammad s.a.w.bersabda: “Surat Al-Fatihah adalah untuk apa ia
dimaksudkankan dalam
bacaannya. ” dan “Fatihah itu pembukaan maksud bagi orang-orang
mukmin. ” Sesiapa membaca surah Al-Fatihah dalam keadaan berwuduk
sebanyak 70 kali setiap hari
selama tujuh hari lalu
ditiupkan pada air yang suci
lalu diminum maka ia akan
memperolehi ilmu dan hikmah serta hatinya
dibersihkan dari fikiran
rusak. Diantara khasiat Fatihah ialah siapa yang
membaca ‘Al-Fatihah ’ diwaktu hendak tidur, Surah ‘Al-Ikhlas ’ sebanyak 3 kali dan Mu’awwidzatain maka ia akan aman dari segala hal
selain ajal. Dan siapa berhajat
(berkeinginan sesuatu)
kepada Allah s.w.t. maka olehnya dibaca surah Al- Fatihah sebanyak 41 kali diantara sembahyang sunat
Subuh dan sembahyang fardu
Subuh sampai 40 hari (tidak
Lebih) kemudian memohon
kepada Allah s.w.t. maka Insyaallah ia penuhi
keperluan hidupnya. Barangsiapa membaca Fatihah berserta Bismillah diantara sunat Subuh dan
fardu Subuh dengan Istiqomah maka kalau ia inginkan pangkat
terkabullah ia dan kalau
ia fakir maka akan kaya
serta jika ia punya
hutang maka mampu
membayanrnya dan kalau ia sakit maka akan
sembuh serta kalau ia
punya anak maka
anaknya itu menjadi
anak yang soleh, berkat
surah Al-Fatihah . Barangsiapa
mengamalkan bacaan Al- Fatihah sebanyak 20kali setiap selesai
sembahyang fardu lima
waktu maka Allah s.w.t. luaskan rezekinya, baiki
akhlaknya, mudahkan
urusannya, hilangkan
keperihatinannya dan
kesusahannya,
anugerahkan apa yang ia angan-angankan,
dapatkan berbagai
berkat dan kemuliaan,
jadikan ia berwibawa,
berpangkat luhur,
berpenghidupan baik dan ia pula anak-anaknya
terlindung dari
kemudharatan dan
kerosakan serta
dianugerahkan
kebahagiaan dan sebagainya. Barangsiapa
mengamalkan bacaan Al- Fatihah sebanyak 125 kali selesai sembahyang
Subuh maka ia peroleh
maksudnya dan ia
ketemukan apa yang
dicari-cari serta sebaiknya
ia panjatkan doa yang bermaksud: “Ya Allah , sesungguhnya aku mohon kepada- Mu dengan kebenaran Surah Al- Fatihah dan rahsianya, supaya dimudahkan bagiku
semua urusanku, sama ada
urusan dunia atau urusan
akirat, supaya dimakbulkan
permohonanku dan
ditunaikan hajatku ………..” Barangsiapa
mengamalkan bacaan Al- Fatihah diwaktu sahur (tengah malam) sebanyak
41 kali maka Allah s.w.t.bukakan pintu rezekinya dan Dia
mudahkan urusannya
tanpa kepayahan dan
kesulitan. Selesai bacaan Al-Fatihah tersebut dan sebaiknya berdoa: “Ya Allah , sesungguhnya aku mohon kepada-Mu
dengan kebenaran surah Al- Fatihah dan rahsianya, supaya Engkau bukakan bagiku pintu-pintu
rahmatMu, kurnia- Mu dan rezeki- Mu. Dan Engkau mudahkan setiap urusanku,
murahkanlah bagiku
rezeki Mu yang banyak lagi berkat tanpa kekurangan dan
tanpa susah payah,
sesungguhnya Engkau berkuasa atas setiap sesuatu.
Aku mohon kepada- Mu dengan kebenaran surah Al- Fatihah dan rahsianya, berikan apa yang
kuhajati ……..” Diriwayatkan dari Syeikh
Muhyiddin Ibnul Arabi
didalam kitab ‘Qaddasallaahusirrahu’: “Siapa yang punya maksud maka sebaiknya ia membaca
surat Al-Fatihah sebanyak 40 kali sehabis sembahyang
Maghrib dan sunatnya, selesai
itu ia ajukan permohonan
hajatnya kepada Allah s.w.t. “ Surat Al-Fatihah boleh mengubati penyakit
mata, sakit gigi, sakit
perut dan lain-lainnya
dengan dibacakan
sebanyak 41 kali. Ikhtiar mengubati
penyakit : Baca Surah Al- Fatihah sebanyak 40 kali pada tempat berisi air,
lalu air itu diusap-
usapkan pada kedua
belah tangan, kedua
belah kaki, muka, kepala
dan seluruh badan, allu diminum, Insyaallah
menjadi sembuh. Kalau Surah Al-Fatihah itu ditulis dengan huruf-
huruf terpisah lalu
dileburkan dengan air
suci dan diminumkan
kepada sisakit, maka
dengan iradah Allah s.w.t. ia akan sembuh. Ikhtiar menghilangkan
sifat pelupa: Tulislah surat Al-Fatihah dengan huruf Arab pada tempat putih
dan suci lalu dihapuskan
dengan air dan diberi
minum pada orang yang
pelupa, maka ia akan
hilang sifat pelupanya dengan izin Allah s.w.t. Mengubati sakit
disebabkan oleh
sengatan kala: Ambil
sebuah tempat bersih lalu
diisi air dan sedikit garam
lalu dibacakan padanya Surah Al-Fatihah sebanyak 7 kali lalu diberi
minum pada orang yang
tersengat kala itu,
Insyaallah ia akan
sembuh. Mengubati sakit gigi dan
lain-lain: Untuk dirinya
sendiri = letakkan jari
pada tempat yang sakit
lalu membaca Al-Fatihah dan berdoa sebanyak 7
kali: “Ya Allah, hilangkan daripada keburukan dan
kekejian yang aku dapati
dengan doa Nabi-Mu yang jujur (al- Amin) dan tetap
disisi-Mu“. Mengubati penyakit gigi
orang lain: selesai
membaca Al-Fatihah maka berdoa 7 kali: “Ya Allah, hilangkan daripada orang ini
keburukan dan kekejian
yang aku dapati dengan doa
Nabi-Mu yang jujur (al- Amin) dan tetap disisi-Mu“. Adapun faedah dan
khasiat dari Surah Al- Fatihah ialah menyembuhkan penyakit
mata yang kabur (rabun) Sabda Nabi Muhammad s.a.w.“ “Barangsiapa yang ingin menyembuhkan kelemahan
pandangannya (kabur/rabun)
maka hendaklah dilakukan: Memandang bulan pada
awal bulan, jika tidak
kelihatan atau terhalang
oleh awan dan lain-lain
hal, lakukan pada malam
kedua, juga tidak dapat, cuba pada malam ketiga
atau begitu seterusnya
hingga nampak kelihatan
bulan itu. Apabila telah kelihatan,
hendaklah ia
menyapukan tangan
kanannya kemata
dengan membaca Al- Fatihah sebanyak 10 kali. Sesudah itu
mengucapkan pula
sebanyak 7 kali doa ini: “Al-Fatihah itu menjadi ubat tiap-tiap penyakit
dengan rahmat Mu ya Tuhan
yang pengasih penyayang. ” Lalu mengucapkan “Yaa Rabbi” sebanyak 5 kali. Terakhir mengucapkan
pula doa ini sebanyak 1
kali: “Ya Allah sembuhkanlah, Engkau lah yang menyembuhkan, Ya Allah sihatkanlah, Engkau lah yang menyehatkan ”.

LIMA WASIAT ABU BAKAR

Oleh : Muh.yasin fii sabilillah


Sahabat Rasul SAW, Abu Bakar Ash-
Shiddiq, berkata, ''Kegelapan itu ada
lima dan pelitanya pun ada lima. Jika
tidak waspada, lima kegelapan itu
akan menyesatkan dan
memerosokkan kita ke dalam panasnya api neraka. Tetapi,
barangsiapa teguh memegang lima
pelita itu maka ia akan selamat di
dunia dan akhirat.''

Pertama,
cinta dunia (hubb al- dunya). Rasulullah bersabda, ''Cinta
dunia adalah biang segala
kesalahan.'' (HR Baihaqi). Manusia
yang berorientasi duniawi, ia akan
melegalkan segala cara untuk meraih
keinginannya. Untuk memeranginya, Abu Bakar memberikan pelita berupa
takwa. Dengan takwa, manusia lebih
terarah secara positif menuju jalan
Allah, yakni jalan kebenaran.

Kedua,
berbuat dosa. Kegelapan ini akan tercerahkan oleh taubat
nashuha (tobat yang sungguh-
sungguh). Rasulullah bersabda,
''Sesungguhnya bila seorang hamba
melakukan dosa satu kali, di dalam
hatinya timbul satu titik noda. Apabila ia berhenti dari berbuat dosa dan
memohon ampun serta bertobat,
maka bersihlah hatinya. Jika ia
kembali berbuat dosa, bertambah
hitamlah titik nodanya itu sampai
memenuhi hatinya.'' (HR Ahmad). Inilah al-roon (penutup hati)
sebagaimana disebutkan dalam QS Al-
Muthaffifin (83) ayat 14.

Ketiga,
kegelapan kubur akan benderang dengan adanya siraj
(lampu penerang) berupa bacaan laa
ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah.
Sabda Nabi SAW, ''Barangsiapa
membaca dengan ikhlas kalimat laa
ilaaha illallah, ia akan masuk surga.'' Para sahabat bertanya, ''Wahai
Rasulallah, apa wujud
keikhlasannya?'' Beliau menjawab,
''Kalimat tersebut dapat mencegah
dari segala sesuatu yang diharamkan
Allah kepada kalian.''

Keempat,
alam akhirat sangatlah gelap. Untuk meneranginya, manusia
harus memperbanyak amal shaleh. QS
Al-Bayyinah (98) ayat 7-8
menyebutkan, orang yang beramal
shaleh adalah sebaik-baik makhluk,
dan balasan bagi mereka adalah surga 'Adn. Mereka kekal di dalamnya.

Kelima,
shirath (jembatan penyeberangan di atas neraka) danyaqin adalah penerangnya. Yaitu,
meyakini dan membenarkan dengan
sepenuh hati segala hal yang gaib,
termasuk kehidupan setelah mati
(eskatologis). Dengan keyakinan itu, kita akan lebih aktif mempersiapkan
bekal sebanyak mungkin menuju
alam abadi (akhirat). Demikian lima
wasiat Abu Bakar. Semoga kita
termasuk pemegang kuat lima pelita
itu, sehingga menyibak kegelapan dan mengantarkan kita ke
kebahagiaan abadi di surga. Amin.

Sabtu, 19 Februari 2011

ULLUMUL HADITS BAGIAN 2. SanadDan Matan Hadits

Kedudukan sanad dalam hadits
sangat penting, karena hadits yang
diperoleh/diriwaytkan akan
mengikuti siapa yang
meriwayatkannya. Dengan sanad
suatu periwayatan hadits dapat
diketahui mana yang dapat diterima
atau ditolak dan mana hadits yang
sahih atau tidak, untuk diamalkan.
Sanad merupakan jalan yang mulia
untuk menetapkan hukum-hukum
Islam.
A. PENGERTIAN SANAD DAN MATAN
HADITS
Sanad dari segi bahasa artinya
(sandaran, tempat bersandar, yang
menjadi sandaran). Sedangkan
menurut istilah ahli hadits, sanad
yaitu:
(Jalan yang menyampaikan kepada
matan hadits). Contoh :
Artinya:
"Dikhabarkan kepada kami oleh
Malik yang menerimanya dari Nafi,
yang menerimanya dari Abdullah
ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW
bersabda, "Janganlah sebagian dari
antara kamu membeli barang yang
sedang dibeli oleh sebagian yang
lainnya. " (Al-Hadits)
Dalam hadits tersebut dinamakan
sanad adalah:
(Dikhabarkan kepada kami oleh
Malik yang menerimanya dari nafi
yang menerimanya dari Abdullah
ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW
bersabda:...)
Matan dari segi bahasa artinya
membelah, mengeluarkan, mengikat.
Sedangkan menurut istilah ahli
hadits, matan yaitu:
(perkataan yang disebut pada akhir
sanad, yakni sabda Nabi SAW yang
disebut sesudah habis disebutkan
sanadnya) .
Artinya:
" Dari Muhammad yang diterima dari
Abu Salamah yang diterimanya dari
Abu Hurairah. bahwa Rasulullah SAW
bersabda; "Seandainya tidak
memberatkan terhadap umatku,
niscaya aku suruh mereka untuk
bersiwak (menggosok gigi) setiap
akan melakukan salat. " (Al-Hadits)
Adapun yang disebut matan dalam
hadits tersebut yaitu:
Matan ialah redaksi dari hadits. Dari
contoh sebelumnya maka matan
hadits bersangkutan ialah:
"Tidak sempurna iman seseorang di
antara kalian sehingga ia mencintai
untuk saudaranya apa yang ia cintai
untuk dirinya sendiri"
Terkait dengan matan atau redaksi,
maka yang perlu dicermati dalam
mamahami Al Hadits ialah:ujung
sanad sebagai sumber redaksi,
apakah berujung pada Nabi
Muhammad atau bukanmatan hadits
itu sendiri dalam hubungannya
dengan hadits lain yang lebih kuat
sanadnya (apakah ada yang
melemahkan atau menguatkan) dan
selanjutnya dengan ayat dalam Al
Quran (apakah ada yang bertolak
belakang
B. KEDUDUKAN SANAD DAN MATAN
HADITS
Para ahli hadits sangat hati-hati
dalam menerima suatu hadits kecuali
apabila mengenal dari siapa mereka
menerima setelah benar-benar dapat
dipercaya. Pada umumnya riwayat
dari golongan sahabat tidak
disyaratkan apa-apa untuk diterima
periwayatannya. Akan tetapi
mereka pun sangat hati-hati dalam
menerima hadits .
Pada masa Abu bakar r.a. dan Umar
r.a. periwayatan hadits diawasi
secara hati-hati dan tidak akan
diterima jika tidak disaksikan
kebenarannya oleh seorang lain. Ali
bin Abu Thalib tidak menerima hadits
sebelum yang meriwayatkannya
disumpah.
Meminta seorang saksi kepada
perawi, bukanlah merupakan
keharusan dan hanya merupakan
jalan untuk menguatkan hati dalam
menerima yang berisikan itu. Jika
dirasa tak perlu meminta saksi atau
sumpah para perawi, mereka pun
menerima periwayatannya.
Adapun meminta seseorang saksi
atau menyeluruh perawi untuk
bersumpah untuk membenarkan
riwayatnya, tidak dipandang sebagai
suatu undang-undang umum
diterima atau tidaknya periwayatan
hadits. Yang diperlukan dalam
menerima hadits adalah adanya
kepercayaan penuh kepada perawi.
Jika sewaktu-waktu ragu tentang
riwayatnya, maka perlu didatangkan
saksi/keterangan.
Kedudukan sanad dalam hadits
sangat penting, karena hadits yang
diperoleh/ diriwayatkan akan
mengikuti siapa yang
meriwayatkannya. Dengan sanad
suatu periwayatan hadits dapat
diketahui mana yang dapat diterima
atau ditolak dan mana hadits yang
sahih atau tidak, untuk diamalkan.
Sanad merupakan jalan yang mulia
untuk menetapkan hukum-hukum
Islam. Ada beberapa hadits dan atsar
yang menerangkan keutamaan
sanad, di antaranya yaitu:
Diriwayatkan oleh muslim dari Ibnu
Sirin, bahwa beliau berkata:
Artinya:
"Ilmu ini (hadits ini), idlah agama,
karena itu telitilah orang-orang yang
kamu mengambil agamamu dari
mereka," Abdullah lbnu Mubarak
berkata:
Artinya:
"Menerangkan sanad hadits,
termasuk tugas agama Andaikata
tidak diperlukan sanad, tentu siapa
saja dapat mengatakan apa yang
dikehendakinya. Antara kami
dengan mereka, ialah sanad.
Perumpamaan orang yang mencari
hukum-hukum agamanya, tanpa
memerlukan sanad, adalah seperti
orang yang menaiki loteng tanpa
tangga."
Asy-Syafii berkata.
Artinya:
"Perumpamaan orang yang mencari
(menerima) hadits tanpa sanad,
sama dengan orang yang
mengumpulkan kayu api di malam
hari. "
Perhatian terhadap sanad di masa
sahabat yaitu dengan menghapal
sanad-sanad itu dan mereka
mempuyai daya ingat yang luar
biasa. Dengan adanya perhatian
mereka maka terpelihara sunnah
Rasul dari tangan-tangan ahli bid'ah
dan para pendusta. Karenanya pula
imam- imam hadits berusaha pergi
dan melawat ke berbagai kota untuk
memperoleh sanad yang terdekat
dengan Rasul yang dilakukan sanad
'aali
Ibn Hazm mengatakan bahwa
nukilan orang kepercayaan dari
Orang yang dipercaya hingga sampai
kepada Nabi SAW. dengan
bersambung-sambung perawi-
perawinya adalah suatu
keistimewaan dari Allah khususnya
kepada orang-orang Islam.
Memperhatikan sanad riwayat
adalah suatu keistimewaan dari
ketentuan-ketentuan umat Islam.
Pengertian beberapa istilah dalam
Ulumul Hadits
Secara garis besar ilmu-ilmu hadits
dapat dibagi menjadi dua, yaitu ilmu
hadits riwayat (riwayah) dan ilmu
hadits diroyat (diroyah).
Secara garis besar ilmu-ilmu hadits
dapat dikaji menjadi dua, yaitu Ilmu
hadits riwayat (riwayah) dan ilmu
hadits diroyat (diroyah).
Ilmu hadits riwayah ialah ilmu yang
membahas perkembangan hadits
kepada Sahiburillah, Nabi Muhammad
SAW. dari segi kelakuan para
perawinya, mengenai kekuatan
hapalan dan keadilan mereka dan
dari segi keadaan sanad.
Ilmu hadits riwayah ini berkisar pada
bagaimana cara-cara penukilan
hadits yang dilakukan oleh para ahli
hadits, bagaimana cara
menyampaikan kepada orang lain
dan membukukan hadits dalam
suatu kitab.

Jumat, 18 Februari 2011

ULLUMUL HADITS BAGIAN 1. SejarahPembinaan dan PenghimpunanHadits

Pada masa pemerintahan Khalifah
Umar bi Abdul Azis yakni tahun 99
Hijriyah datanglah angin segar yang
mendukung kelestarian hadits, Maka
pada tahun 100 H Khalifah Umar bin
Abdul Azis memerintahkan kepada
gubernur Madinah, Abu Bakar bin
Muhammad bin Amer bin Hazm
supaya membukukan hadits-hadits
Nabi yang terdapat pada para
penghafal.
A. PENULISAN HADITS
Para penulis sejarah Rasul, ulama
hadits, dan umat Islam semuanya
sependapat menetapkan bahwa AI-
Quranul Karim memperoleh
perhatian yang penuh dari Rasul dan
para sahabatnya. Rasul
mengharapkan para sahabatnya
untuk menghapalkan AI- Quran dan
menuliskannya di tempat-tempat
tertentu, seperti keping-keping
tulang, pelepah kurma, di batu-batu,
dan sebagainya.
Ketika Rasulullah SAW. wafat, Al-
Quran telah dihapalkan dengan
sempurna oleh para sahabat. Selain
itu, ayat-ayat suci AI-Quran
seluruhnya telah lengkap ditulis,
hanya saja belum terkumpul dalam
bentuk sebuah mushaf. Adapun
hadits atau sunnah dalam
penulisannya ketika itu kurang
memperoleh perhatian seperti
halnya Al-Quran. Penulisan hadits
dilakukan oleh beberapa sahabat
secara tidak resmi, karena tidak
diperintahkan oleh Rasul
sebagaimana ia memerintahkan
mereka untuk menulis AI- Quran.
Diriwayatkan bahwa beberapa
sahabat memiliki catatan hadits-
hadits Rasulullah SAW. Mereka
mencatat sebagian hadits-hadits
yang pernah mereka dengar dari
Rasulullah SA W.
Diantara sahabat-sahabat Rasulullah
yang mempunyai catatan-catatan
hadits Rasulullah adalah Abdullah bin
Amr bin AS yang menulis, sahifah-
sahifah yang dinamai As- Sadiqah.
Sebagian sahabat menyatakan
keberatannya terhadap pekerjaan
yang dilakukan oleh Abdullah itu
Mereka beralasan bahwa Rasulullah
telah bersabda.
Artinya:
"Janganlah kamu tulis apa-apa yang
kamu dengar dari aku selain Al-
Quran. Dan barang siapa yang lelah
menulis sesuatu dariku selain Al-
Quran, hendaklah dihapuskan. " (HR.
Muslim)
Dan mereka berkata kepadanya,
"Kamu selalu menulis apa yang
kamu dengar dari Nabi, padahal
beliau kadang-kadang dalam
keadaan marah, lalu beliau
menuturkan sesuatu yang tidak
dijadikan syariat umum." Mendengar
ucapan mereka itu, Abdullah
bertanya kepada Rasulullah SAW.
mengenai hal tersebut. Rasulullah
kemudian bersabda:
Artinya:
"Tulislah apa yang kamu dengar
dariku, demi Tuhan yang jiwaku di
tangannya. tidak keluar dari
mulutku. selain kebenaran ".
Menurut suatu riwayat, diterangkan
bahwa Ali mempunyai sebuah
sahifah dan Anas bin Malik
mempunyai sebuah buku catatan.
Abu Hurairah menyatakan: "Tidak
ada dari seorang sahabat Nabi yang
lebih banyak (lebih mengetahui)
hadits Rasulullah daripadaku, selain
Abdullah bin Amr bin As. Dia
menuliskan apa yang dia dengar,
sedangkan aku tidak menulisnya".
Sebagian besar ulama berpendapat
bahwa larangan menulis hadits
dinasakh (dimansukh) dengan hadits
yang memberi izin yang datang
kemudian.
Sebagian ulama yang lain
berpendapat bahwa Rasulullah tidak
menghalangi usaha para sahabat
menulis hadits secara tidak resmi.
Mereka memahami hadits Rasulullah
SAW. di atas bahwa larangan Nabi
menulis hadits adalah ditujukan
kepada mereka yang dikhawatirkan
akan mencampuradukan hadits
dengan AI-Quran Sedangkan izin
hanya diberikan kepada mereka
yang tidak dikhawatirkan
mencampuradukan hadits dengan Al-
Quran. Oleh karena itu, setelah Al-
Quran ditulis dengan sempurna dan
telah lengkap pula turunannya,
maka tidak ada Jarangan untuk
menulis hadits. Tegasnya antara dua
hadits Rasulullah di atas tidak ada
pertentangan manakala kita
memahami bahwa larangan itu
hanya berlaku untuk orang-orang
tertentu yang dikhawatirkan
mencampurkan AI-Quran dengan
hadits, dan mereka yang
mempunyai ingatan/kuat
hapalannya. Dan izin menulis hadits
diberikan kepada mereka yang
hanya menulis sunah untuk diri
sendiri, dan mereka yang tidak kuat
ingatan/hapalannya.
B. PENGHAPALAN HADITS
Para sahabat dalam menerima hadits
dari Nabi SAW. berpegang pada
kekuatan hapalannya, yakni
menerimanya dengan jalan hapalan,
bukan dengan jalan menulis hadits
dalam buku. Sebab itu kebanyakan
sahabat menerima hadits melalui
mendengar dengan hati-hati apa
yang disabdakan Nabi. Kemudian
terekamlah lafal dan makna itu
dalam sanubari mereka. Mereka
dapat melihat langsung apa yang
Nabi kerjakan. atau mendengar pula
dari orang yang mendengarnya
sendiri dari nabi, karena tidak semua
dari mereka pada setiap waktu
dapat mengikuti atau menghadiri
majelis Nabi. Kemudian para sahabat
menghapal setiap apa yang
diperoleh dari sabda-sabdanya dan
berupaya mengingat apa yang
pernah Nabi lakukan, untuk
selanjutnya disampaikan kepada
orang lain secara hapalan pula.
Hanya beberapa orang sahabat saja
yang mencatat hadits yang
didengarnya dari Nabi SAW. Di antara
sahabat yang paling banyak
menghapal/meriwayatkan hadits
ialah Abu Hurairah. Menurut
keterangan Ibnu Jauzi bahwa hadits
yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah
sejumlah 5.374 buah hadits.
Kemudian para sahabat yang paling
banyak hapalannya sesudah Abu
Hurairah ialah:
1. Abdullah bin Umar r.a.
meriwayatkan 2.630 buah hadits.
2. Anas bin Malik meriwayatkan
2.276 buah hadits.
3. Aisyah meriwayatkan 2.210 buah
hadits.
4. Abdullah ibnu Abbas
meriwayatkan 1.660 buah hadits.
5. Jabir bin Abdullah meriwayatkan
1.540 buah hadits.
6. Abu Said AI-Khudri meriwayatkan
1.170 buah hadits.
C. PENGHIMPUNAN HADITS
Pada abad pertama hijrah, yakni
masa Rasulullah SAW., masa
khulafaur Rasyidin dan sebagian
besar masa bani umayyah, hingga
akhir abad pertama hijrah, hadits-
hadits itu berpindah-pindah dan
disampaikan dari mulut ke mulut
Masing-masing perawi pada waktu
itu meriwayatkan hadits berdasarkan
kekuatan hapalannya. Memang
hapalan mereka terkenal kuat
sehingga mampu mengeluarkan
kembali hadits-hadits yang pernah
direkam dalam ingatannya. Ide
penghimpunan hadits Nabi secara
tertulis untuk pertama kalinya
dikemukakan oleh khalifah Umar bin
Khattab (w. 23/H/644 M). Namun ide
tersebut tidak dilaksanakan oleh
Umar karena beliau khawatir bila
umat Islam terganggu perhatiannya
dalam mempelajari Al-Quran.
Pada masa pemerintahan Khalifah
Umar bin Abdul Aziz yang
dinobatkan akhir abad pertama
hijrah, yakni tahun 99 hijrah
datanglah angin segar yang
mendukung kelestarian hadits. Umar
bin Abdul Azis seorang khalifah dari
Bani Umayyah terkenal adil dan
wara', sehingga beliau dipandang
sebagai khalifah Rasyidin yang
kelima.
Beliau sangat waspada dan sadar,
bahwa para perawi yang
mengumpulkan hadits dalam
ingatannya semakin sedikit
jumlahnya, karena meninggal dunia.
Beliau khawatir apabila tidak segera
dikumpulkan dan dibukukan dalam
buku-buku hadits dari para
perawinya, mungkin hadits-hadits itu
akan lenyap bersama lenyapnya
para penghapalnya. Maka
tergeraklah dalam hatinya untuk
mengumpulkan hadits-hadits Nabi
dari para penghapal yang masih
hidup. Pada tahun 100 H. Khalifah
Umar bin Abdul Azis memerintahkah
kepada gubernur Madinah, Abu
Bakar bin Muhammad bin Amer bin
Hazm supaya membukukan hadits-
hadits Nabi yang terdapat pada para
penghafal.
Umar bin Abdul Azis menulis surat
kepada Abu Bakar bin Hazm yang
berbunyi:
Artinya:
"Perhatikanlah apa yang dapat
diperoleh dari hadits Rasul lalu
tulislah. karena aku takut akan
lenyap ilmu disebabkan
meninggalnya ulama dan jangan
diterima selain hadits Rasul SAW dan
hendaklah disebarluaskan ilmu dan
diadakan majelis-majelis ilmu supaya
orang yang tidak mengetahuinya
dapat mengetahuinya, maka
sesungguhnya ilmu itu dirahasiakan.
"
Selain kepada Gubernur Madinah,
khalifah juga menulis surat kepada
Gubernur lain agar mengusahakan
pembukuan hadits. Khalifah juga
secara khusus menulis surat kepada
Abu Bakar Muhammad bin Muslim
bin Ubaidillah bin Syihab Az-Zuhri.
Kemudian Syihab Az-Zuhri mulai
melaksanakan perinea khalifah
tersebut. Dan Az- Zuhri itulah yang
merupakan salah satu ulama yang
pertama kali membukukan hadits.
Dari Syihab Az-Zuhri ini (15-124 H)
kemudian dikembangkan oleh
ulama-ulama berikutnya, yang di
samping pembukuan hadits sekaligus
dilakukan usaha menyeleksi hadits-
hadits yang maqbul dan mardud
dengan menggunakan metode
sanad dan isnad.
Metode sanad dan isnad ialah
metode yang digunakan untuk
menguji sumber-sumber pembawa
berita hadits (perawi) dengan
mengetahui keadaan para perawi,
riwayat hidupnya, kapan dan di
mana ia hidup, kawan semasa,
bagaimana daya tangkap dan
ingatannya dan sebagainya. Ilmu
tersebut dibahas dalam ilmu yang
dinamakan ilmu hadits Dirayah, yang
kemudian terkenal dengan ilmu
Mustalahul hadits.
Setelah generasi Az-Zuhri, kemudian
pembukuan hadits dilanjutkan oleh
Ibn Juraij (w. 150 H), Ar-Rabi' bin
Shabih (w. 160 H) dan masih banyak
lagi ulama-ulama lainnya.
Sebagaimana telah disebutkan di
atas, bahwa pembukuan hadits
dimulai sejak akhir masa
pemerintahan Bani Umayyah, tetapi
belum begitu sempuma. Pada masa
pemerintahan Bani Abbasiyah, yaitu
pada pertengahan abad II H.
dilakukan upaya penyempunaan.
Mulai. waktu itu kelihatan gerakan
secara aktif untuk membukukan ilmu
pengetahuan, termasuk pembukuan
dan penulisan hadits-hadits Rasul
SAW. Kitab- kitab yang terkenal pada
waktu itu yang ada hingga sekarang
sampai kepada kita, antara lain AI-
Muwatha ' oleh imam Malik, AI
Musnad oleh Imam Asy-Syafi'l (204)
H. Pembukuan hadits itu kemudian
dilanjutkan secara lebih teliti oleh
Imam-lmam ahli hadits, seperti
Bukhari, Muslim, Turmuzi, Nasai, Abu
Daud, Ibnu Majah, dan lain-lain
Dari mereka itu, kita kenal Kutubus
Sittah (kitab-kitab) enam yaitu: Sahih
AI-Bukhari Sahih Muslim, Sunan An-
Nasai dan At-Turmuzi. Tidak sedikit
pada "masa berikutnya dari para
ulama yang menaruh perhatian
besar kepada Kutubus sittah tersebut
beserta kitab Muwatta dengan cara
mensyarahinya dan memberi
catatan kaki, meringkas atau
meneliti sanad dan matan-
matannya.
D. TIMBULNYA PEMALSUAN HADITS
DAN UPAYA PENYELAMATANNYA
Sejak terbunuhnya khalifah Usman
bin Affan dan tampilnya Ali bin Abu
Thalib serta Muawiyah yang masing-
masing ingin memegang jabatan
khalifah, maka umat Islam terpecah
menjadi tiga golongan, yaitu syiah.
khawarij, dan jumhur. Masing-masing
kelompok mengaku berada dalam
pihak yang benar dan menuduh
pihak lainnya salah. Untuk membela
pendirian masing-masing, maka
mereka membuat hadits-hadits
palsu. Mulai saat itulah timbulnya
riwayat-riwayat hadits palsu. Orang-
orang yang mula-mula membuat
hadits palsu adalah dari golongan
Syiah kemudian golongan khawarij
dan jumhur, Tempat mula
berkembangnya hadits palsu adalah
daerah Irak tempat kamu syiah
berpusat pada waktu itu.
Pada abad kedua, pemalsuan hadits
bertambah luas dengan munculnya
propaganda- propaganda politik
untuk menumbangkan rezim Bani
Umayyah. Sebagai imbangan,
muncul pula dari pihak Muawiyyah
ahli-ahli pemalsu hadits untuk
membendung arus propaganda yang
dilakukan oleh golongan oposisi.
Selain itu, muncul juga golongan
Zindiq, tukang kisah yang berupaya
untuk menarik minat masyarakat
agar mendengarkannya dengan
membuat kisah-kisah palsu.
Menurut Imam Malik ada empat jenis
orang yang haditsnya tidak boleh
diambil darinya:Orang yang kurang
akal.Orang yang mengikuti hawa
nafsunya yang mengajak
masyarakat untuk mengikuti hawa
nafsunya.Orang yang berdusta
dalam pembicaraannya walaupun
dia tidak berdusta kepada
Rasul.Orang yang tampaknya saleh
dan beribadah apabila orang itu tidak
mengetahui nilai-nilai hadits yang
diriwayatkannya.
Untuk itu, kemudian sebagian ulama
mempelajari dan meneliti keadaan
perawi-perawi hadits yang dalam
masa itu banyak terdapat perawi-
perawi hadits yang lemah Diantara
perawi-perawi tersebut. Hal ini
dilakukan untuk mengetahui mana
yang benar-benar dapat diterima
periwayatannya dan mana yang
tidak dapat diterima.
Selain itu juga diusahakan
pemberantasan terhadap hadits-
hadits palsu oleh para ulama, yaitu
dengan cara menunjukan nama-
nama dari oknum-oknum/ golongan-
golongan yang memalsukan hais
berikut hadits-hadits yang dibuatnya
supaya umat islam tidak
terpengaruh dan tersesat oleh
perbuatan mereka. Untuk itu, para
ulama menyusun kitab-kitab yang
secara khusus menerangkan hadits-
hadits palsu tersebut, yaitu antara
lain :
1. Kitab oleh Muhammad bin Thahir
Ak-Maqdizi(w. tahun 507 H)
2. Kitab oleh Al-Hasan bin Ibrahim Al-
Hamdani
3. Kitab oleh Ibnul Jauzi (w. tahun
597 H)
Di samping itu para ulama hadits
membuat kaidah-kaidah atau
patokan-patokan serta menetapkan
ciri-ciri kongkret yang dapat
menunjukkan bahwa suatu hadits itu
palsu. Ciri-ciri yang menunjukkan
bahwa hadits itu palsu antara lain:
1. Susunan hadits itu baik lafaz
maupun maknanya janggal,
sehingga tidak pantas rasanya
disabdakan oleh Nabi SAW., seperti
hadits:
Artinya:
"Janganlah engkau memaki ayam
jantan, karena dia teman karibku. "
2. Isi maksud hadits tersebut
bertentangan dengan akal, seperti
hadits:
Artinya:
"Buah terong itu menyembuhkan.
Segala macam penyakit. "
3. Isi/maksud itu bertentangan
dengan nas Al-Quran dan atau hadits
mutawatir, seperti hadits:
Artinya:
"Anak zina itu tidak akan masuk
surga. "
4. Hadits tersebut bertentangan
dengan firman Allah SWT. :
Artinya:
"Orang yang berdosa tidak akan
memikul dosa orang lain. " (QS. Fatir:
18)

1000 Amalan Sunnah dalamSatu Hari (Lakukan ini,sebagai bukti cinta mukepada ALLOH

Segala puji bagi Allah Yang
Mahapenyayang Mahapengampun,
Mahapemurah Mahaperkasa, Yang
membolakbalikkan hati dan
penglihatan, Mengetahui yang
nampak maupun yang
tersembunyi, Aku senantiasa
memujiNya baik pagi maupun sore,
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan
yang berhak diibadahi dengan
benar kecuali Allah semata tidak
ada sekutu bagiNya. Kesaksian
yang menyebabkan
diselamatkannya orang yang
mengucapkannya dari adzab
neraka. Dan aku bersaksi bahwa
Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi
wa sallam adalah nabiNya yang
dipilih, shalawat semoga tercurah
kepadanya, keluarganya, isteri-
isterinya, dan para shahabatnya,
yang mereka pantas mendapatkan
kedudukan yang agung dan mulia.
Shalawat yang terus menerus
sepanjang hari.
Sesungguhnya hal yang terpenting
bagi seorang muslim dalam
kehidupan sehari-hari adalah
mengamalkan sunnah Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam
keseluruhan tindak tanduknya,
perkataan, perbuatannya sehingga
keseluruhan kehidupannya diwarnai
oleh sunnah Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa Sallam sepanjang pagi
hingga sore.
Berkata Dzu Nun Al-Mishry.
"Salah satu tanda dari kecintaan
kepada Allah Azza Wa Jalla adalah
mutaba'ah (mengikuti) kekasihnya
Shallallahu 'alaihi wa Sallam dalam
akhlaqnya, perbuatan-
perbuatannya, perintah-perintahnya
dan sunnah-sunnahnya".
Allah berfirman:
"Artinya : Katakanlah: Jika kamu
(benar-benar) mencintai Allah,
ikutilah aku niscaya Allah mengasihi
dan mengampuni dosa-dosamu.
Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. [Ali Imran: 31]
Berkata Hasan Al-Bashri.
"Tanda-tanda kecintaan mereka
kepada Allah adalah dengan
mengikuti sunnah Rasul-Nya
Shallallahu 'alaihi wa sallam"
Sesungguhnya (tinggi rendahnya)
kedudukan seseorang mukmin
diukur dengan kekuatan
ittiba' (mengikuti) sunnah Rasul
Shallallahu 'alaihi wa sallam maka
ketika makin banyak sunnah yang
ia jalankan maka semakin tinggi
dan terhormat pula kedudukannya
disisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Oleh karena itu saya
mengumpulkan pembahasan yang
ringkas dalam rangka
menghidupkan sunnah Rasul
Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam
praktek keseharian kaum muslimin
baik yang berkaitan dengan
ibadahnya, tidur, makan, minum,
etika bergaul dengan sesama, cara
bersuci, keluar masuk (rumah/
masjid), berpakaian, dan
keseluruhan tingkah lakunya
Renungkanlah bagaimana
seandainya salah satu diantara kita
mengalami kehilangan harta maka
pastilah kita mempedulikannya,
bersedih atasnya, dan bersungguh-
sungguh dalam usaha mencarinya
sampai kita mendapatkannya
(kembali). Namun sayang sekali,
berapa banyak sunnah yang hilang
dalam hidup kita, Apakah kita
bersedih atasnya dan berusaha
mengaplikasikannya dalam
kehidupan riil kita??
Saya (benar-benar) ingin membantu
menguatkan manusia untuk
senantiasa bersungguh-sungguh
dalam mengamalkan sunnah dalam
setiap urusan hidupnya dari pagi
hingga sore karena mereka akan
senantiasa mendapatkan
keberuntungan (sebagai balasan)
dibalik setiap sunnah-sunnah (yang
dilakukan) dan lebih mencukupi
daripada sekedar harta. Dan harta
tidaklah bermanfaat lagi bagi anda
ketika tubuh anda diletakkan di
kuburan dan ditaburkan atasmu
debu.
Allah berfirman.
"Artinya : Tetapi kamu (orang-orang
kafir) memilih kehidupan
duniawi" [Al A'laa: 16-17]
Maksud Dari Sunnah-Sunnah Dalam
Pembahasan Buku Ini.
Sunnah adalah, diberikan ganjaran
orang yang melakukannya dan
tidaklah mendapatkan hukuman
orang yang meninggalkannya. Dan
sunnah-sunnah tersebut adalah
yang berulang kali (dilakukan)
dalam waktu sehari semalam dan
(sunnah) yang kita dapat
melakukannya sesuai dengan
kemampuan kita masing-masing.
Aku telah memperoleh suatu
hipotesis, apabila seseorang
bersungguh-sungguh dalam
melakukan sunnah-sunnah harian
maka ternyata tidak kurang dari
1000 sunnah di setiap urusan
hidupnya. Dan Risalah ini semata-
mata ditujukan sebagai penjelas
(sarana yang memudahkan
penerapan sunnah-sunnah
keseharian yang jumlahnya lebih
dari 1000 sunnah).
Walaupun kesungguhan seorang
muslim dalam menerapkan 1000
sunnah dalam sehari semalam
maka otomatis dalam satu bulan dia
sudah menerapkan 30000 sunnah.
Maka lihatlah kepada orang-orang
yang tidak mengetahui (jahil)
terhadap sunnah-sunnah Rasul
Shallallahu 'alaihi wa sallam atau
orang yang mengetahuinya namun
tidak mengamalkannya, berapa
banyak kedudukan (disisi Allah) dan
kebaikan yang hilang dari dirinya
dan sesungguhnya dia benar-benar
termasuk golongan yang merugi
Faedah Dari Berpegang Teguh
Dalam Menerapkan Sunnah
[a] Dengan menerapkan sunnah
kita akan sampai kepada derajat
(al-Mahabbah) kecintaan Allah
kepada hamba-Nya yang mukmin
[b] Sebagai penampal kekurangan
dari pelaksanaan ibadah yang wajib
[c] Pencegahan dari jatuhnya
(seseorang) ke dalam bid'ah
[d] Sungguhnya penerapan sunnah
merupakan bagian dari
pengagungan terhadap syiar-syiar
agama Allah
Wahai kaum muslimin hidupkanlah
sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam dalam realita
kehidupanmu. Jadikan sunnah
sebagai tujuan hidupmu karena
itulah tanda dari kecintaan yang
sempurna kepada Rasulullah dan
sebagai tanda mutaba'ah yang
sebenarnya kepada Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam
[Disalin dari kitab Aktsaru Min Alfi
Sunnatin Fil Yaum Wal Lailah, edisi
Indonesia Lebih Dari 1000 Amalan
Sunnah Dalam Sehari Semalam,
Penulis Khalid Al-Husainan,
Penerjemah Zaki Rachmawan]
SUNNAH-SUNNAH KETIKA BANGUN
TIDUR
[a].Mengusap Bekas Tidur Yang Ada
Di Wajah Maupun Tangan
Hal ini menurut Imam An-Nawawy
dan Al Hafidz Ibnu Hajar sebagai
sesuatu yang dianjurkan
berdasarkan hadits Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam
" Artinya : Rasulullah bangun tidur
kemudian duduk sambil mengusap
wajahnya dengan
tangannya" [Hadits Riwayat Muslim
no. 763 ]
[b]. Doa Ketika Bangun Tidur
ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺃَﺣْﻴَﺎﻧَﺎ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﺎ ﺃَﻣَﺎﺗَﻨَﺎ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻪِ
ﺍﻟﻨُّﺸُﻮْﺭُ )ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ )
"Alhamdu Lillahilladzii Ahyaanaa
ba'da maa Amaatanaa wa
ilaihinnusyuuru"
"Artinya : Segala puji bagi Allah
yang telah menghidupkan kami
setelah ditidurkanNya dan
kepadaNya kami
dibangkitkan" [Hadits Riwayat
Bukhari no. 6312 dan Muslim no.
2711]
[c]. Bersiwak
"Artinya : Adalah Rasulullah apabila
bangun malam membersihkan
mulutnya dengan bersiwak [Hadits
Riwayat Bukhari no. 245 dan Muslim
no. 255]
[d]. Beristintsaar [Mengeluarkan /
Menyemburkan Air Dari Hidung
Sesudah Menghirupnya]
"Artinya : Apabila seorang diantara
kalian bangun tidur maka
beristintsaarlah tiga kali karena
sesungguhnya syaitan bermalam di
batang hidungnya" [Hadits Riwayat
Bukhari no. 3295 dan Muslim no.
238]
[e]. Mencuci Kedua Tangan Tiga Kali.
Berdasarkan hadits Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam
"Artinya : Bila salah seorang
diantaramu bangun tidur, janganlah
ia menyelamkan tangannya ke
dalam bejana, sebelum ia
mencucinya tiga kali [Hadits
Riwayat Bukhari no. 162 dan Muslim
no. 278]
SUNNAH-SUNNAH YANG BERKAITAN
DENGAN KELUAR MASUK KAMAR
MANDI
Sunnah-Sunnahnya Adalah:
[a]. Masuk dengan kaki kiri dan
keluar dengan kaki kanan
[b]. Doa ketika masuk kamar mandi
"Allaahumma inni a'udzubika minal
khubusi wal khabaaits"
"Artinya : Ya Allah, sesungguhnya
aku berlindung kepada Mu dari
godaan syaitan laki-laki dan
perempuan [Hadits Riwayat Bukhari
no. 142; 6322 dan Muslim no. 375]
[c]. Doa ketika keluar kamar mandi
ﻏُﻔْﺮَﺍﻧَﻚَ "Ghufraanaka"
"Artinya : Aku minta ampun
kepada-Mu [Hadits Riwayat Seluruh
penyusun sunan kecuali An Nasa'i]
[1]
Rutinitas manusia masuk kamar
mandi dalam sehari semalam
merupakan kebiasaan yang terjadi
berulang kali dan setiap kali keluar
masuk dari kamar mandi dengan
menerapkan sunnah-sunnah
tersebut maka ia telah
melaksanakan dua sunnah Rasul
Shallallahu 'alaihi wa sallm ketika
masuk (mendahulukan kaki kiri dan
berdoa ketika masuk) dan dua
sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wa
sallam ketika keluar (mendahulukan
kaki kanan dan berdoa ketika
keluar).
Makna dari 'al-khubusyu wal
khabai'syi'" adalah syaitan dari jenis
laki-laki dan perempuan.
Berlindunglah kepada Allah dari
kejahatan mereka karena
sesungguhnya kamar mandi adalah
tempat tinggal mereka.
_________
Foote Note.
[1] Hadits Riwayat Abu Dawud no.
39, Ibnu Majah no. 300 dan At-
Tirmidzi no. 7. Dan dishahihkan oleh
Al-Albani dalam Irwaa-ul Ghaliil no.
52
SUNAH-SUNNAH DALAM WUDHU
[a]. Mengucapkan Bismillah[1]
[b]. Membasuh Kedua Telapak
Tangan Tiga Kali[2]
[c]. Mendahulukan Berkumur-Kumur
(Madhmadhoh) Dan Istinsyaq
(Memasukkan Air Ke Dalam Hidung
Lalu Menghirupnya Dengan Sekali
Nafas Sampai Ke dalam Hidung
Yang Paling Ujung) Sebelum
Membasuh Muka.
[d]. Setelah Istinsyaq Lalu Istintsaar
(Mengeluarkan /Menyemburkan Air
Dari Hidung Sesudah Menghirupnya
Dengan Telapak Tangan Kiri).
Berdasarkan hadits :
"Artinya : ...Lalu Nabi membasuh
kedua telapak tangan tiga kali
kemudian berkumur-kumur dan
istinsyaq, lalu istintsaar lalu
membasuh muka tiga kaliâ €
¦"[Hadits Riwayat Al-Bukhari no. 159
dan Muslim no. 226]
[e] Bersungguh-Sungguh Dalam
Berkumur-Kumur Dan Istinsyaq Bagi
Orang Yang Sedang Tidak Berpuasa.
Berdasarkan hadits :
"Artinya : Bersungguh-sungguh
dalam menghirup air ke hidung,
kecuali kalau kamu sedang
berpuasa. [HR.Abu Dawud, no. 142;
Tirmidzi, no.38; Nasaaiy, no. 114 dan
Ibnu Majah, no. 407 & 448 dan
selain mereka).
Makna bersungguh-sungguh dalam
berkumur-kumur adalah
menggerakkan air di ke seluruh
bagian mulutnya. Sedangkan
makna bersungguh-sungguh dalam
istinsyaq adalah menghirup air
sampai ke bagian hidung yang
terdalam.
[f]. Menyatukan Antara Berkumur
Dan Istinsyaq Dengan Sekali
Cidukan Tangan Kanan, Tanpa
Pemisahan Antara Keduanya.
[g]. Mengusap Kepala
Cara mengusap kepala, memulai
dari bagian depan kepala depan
kemudian menggerakkan kedua
tangannya hingga ke belakang
(tengkuk) lalu mengembalikan ke
tempat semula.
Hukum membasuh kepala adalah
wajib yaitu berlaku keumuman
pada setiap apa yang dibasuh dari
kepala dalam berbagai kondisi.
Berdasarkan hadits Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Artinya : Kemudian Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam
membasuh kepalanya lalu
menjalankan kedua tangannya ke
belakang dan mengembalikannyaâ
€ ¦[Hadits Riwayat Bukhary no. 185
dan Muslim no. 235. Pent]
[h]. Menyela-Nyela Jari-Jari Kedua
Tangan Dan Kedua Kaki.
Berdasarkan hadits:
Artinya : Sempurnakanlah wudhu,
selai-selailah jari-jemari [HR.Abu
Dawud, no. 142; Tirmidzi, no.38;
Nasaaiy, no. 114 dan Ibnu Majah, no.
448. Pent]
[i]. At Tayaamun (Memulai Dari
Sebelah Kanan)
At- Tayaamun (dalam wudhu)
artinya memulai membasuh
anggota wudhu yang sebelah kanan
kemudian yang kiri dari kedua
tangan maupun kaki.
"Artinya : Adalah Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam
menyukai dalam mendahulukan
yang kanan ketika memakai
sandalnya, menyisir, bersuci dan
dalam semua urusannya. [Hadits
Riwayat Bukhari no. 168 dan Muslim,
no. 268 dan selain keduanya. Pent.]
[j]. Menambah Bilangan Basuhan
Dari Sekali Menjadi Tiga Kali
Basuhan. Tambahan Ini Berlaku
Dalam Membasuh Muka, Kedua
Tangan Dan Kedua Kaki.
[k]. Mengucapkan Dua Kalimat
Syahadat Setelah Selesai Dari
Wudhu Dengan Ucapan.
ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَـﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ
ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ .
Asyhadu alla ilaaha illallaahu
wahdahu la syariikalahu wa
asyahadu anna Muhammadan
abduhu wa rasuuluhu".
"Artinya : Aku bersaksi bahwa tidak
ada sekutu bagi-Nya, dan aku
bersaksi bahwa Muhammad adalah
hamba-Nya dan utusan-Nya.
Tiada lain balasannya kecuali pasti
dibukakan baginya pintu-pintu
surga yang bejumlah delapan, lalu ia
masuk dari pintu mana saja yang ia
sukai' [Hadits Riwayat Muslim, no.
234; Abu Dawud, no. 169; Tirmidzi,
no. 55 ; Nasaaiy, no. 148 dan Ibnu
Majah, no. 470. Pent]
[l]. Wudhu Di Rumah
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda.
"Artinya : Barangsiapa yang
berwudhu di rumahnya, kemudian
berjalan ke masjid untuk
melaksanakan kewajiban dari Allah
dan langkah yang satu
menghapuskan dosa dan langkah
yang lain mengangkat derajat.
[Hadits Riwayat Muslim no. 666]
[m]. Ad-Dalk
Yaitu meletakkan tangan yang
basah (yang akan dipakai untuk
menggosok atau membasuh,-pent)
pada anggota wudhu bersama air
atau setelahnya.
[n]. Berhemat Dalam Menggunakan
Air
"Artinya : Adalah Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam
berwudhu' dengan satu mud [3].
[Muttafaqun alaihi] [4]
[o]. Melewati Batasan Yang
Diizinkan Dalam Membasuh Empat
Anggota Wudhu (Kedua Tangan Dan
Kedua Kaki)
Karena Abu Hurairah Radhiyallahu
'anhu berwudhu, kemudian ia
membasuh tangan hingga
mengenai bagian lengan atasnya,
kemudian membasuh kakinya
sampai betis, kemduian ia berkata :
“Demikian aku pernah melihat
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam berwudhu [Hadits Riwayat
Muslim no. 246]
[p]. Shalat Dua Raka'at Setelah
Wudhu
Sabda Rasulullah Shallallahu alaihi
wa sallam:
Artinya : Barangsiapa berwudhu
seperti wudhuku ini, kemudian ia
mengerjakan shalat dua rakaat
yang ia tidak berkata-kata (yang
jelek) kepada dirinya, maka akan
diampuni dosanya yang telah lalu.
[Hadits Riwayat Bukhary no.159;
Muslim, No. 226 dan Nasaaiy, 84 dan
116].
Pada riwayat Muslim ada tambahan
pada hadits Uqbah bin Amr yaitu
"melainkan pasti ia mendapatkan
Surga
[q]. Menyempurnakan Wudhu
Yaitu memberikan kepada setiap
anggota wudhu haqnya dalam
membasuh yaitu sempurna dan
menyeluruh pada setiap anggota
wudhu. Seorang muslim dalam
kesehariannya berwudhu berkali-
kali paling tidak lima kali dan
muslim yang lain terkadang lebih
dari lima kali ketika dia
menghendaki untuk melakukan
shalat-shalat sunnah seperti shalat
dhuha atau shalat lail. Atas ukuran
pengulangan seorang muslim dalam
berwudhu dan mengikuti sunnah-
sunnah tersebut maka akan
mendapatkan pahala yang sangat
yang banyak.
Faedah Mengikuti Sunnah-Sunnah
Rasulullah Shallallahu A'alaihi wa
Sallam Dalam Berwudhu.
Sesungguhnya hal tersebut
tercantum pada sabda Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Artinya : Barangsiapa yang
berwudhu, lalu ia sempurnakan
wudhunya, niscaya akan keluar
dosa-dosanya dari tubuhnya,
sampai keluar (dosa-dosa) dari
bawah kuku-kuku jarinya. [Hadits
Riwayat. Muslim no. 245]
Dan sabda Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam.
"Artinya :Barang siapa diantara
kalian yang berwudhu kemudian
membaguskan wudhunya lalu ia
bangkit shalat dua rakaat yang ia
hadapkan hati dan wajahnya
(kepada Allah) maka pasti ia akan
mendapat syurga dan diampuni
dosa-dosanya [Hadits Riwayat
Muslim no. 234] [5]
Berkata Imam an-Nawawi
rahimahullah "Sesungguhnya apa-
apa yang ia dapatkan dari derajat
(orang-orang yang suka berwudhu')
adalah ia mampu berjuang
membela dirinya dari kejahatan-
kejahatan syaitan dan
meniadakannya, menjaga dirinya
sampai tidak akan diganggu oleh
syaitan walau hanya sekejap
matapun. Dia selamat dari syaitan
dengan usaha perjuangannya
(untuk melakukan sunnah-sunnah
wudhu) dan kelapangan bagi
hatinya.
_________
Foote Note
[1]. "Artinya : Tidak (sempurna)
wudhu' bagi siapa yang tidak
menyebutkan nama Allah
padanya" [Hadits Riwayat Ibnu
Majah 399, At-Tirmidzi 25,26. Abu
Dawud 101, dan selain mereka.
Menurut Syaikh Al-Albani : "Hadits
ini shahih" Lihat Shahiih Al-Jami'ish
Shaghiir no. 7444.
[2]. Hadits Riwayat Al-Bukhari -
Fathul Baari 1/255 dan Muslim no.
226 -Syarh Muslim 3/100
[3]. Ukuran 1 1/3, dinamakan
demikian karena air yang diambil
sepenuh kedua telapak tangan
manusia
[4]. Hadits Riwayat Muslim no. 326,
Ibnu Majah no. 267-268, At-Tirmidzi
no. 56 dan 609 dan, An-Nasa'i no.
347
[5]. Lafazh asli dari Muslim no. 234,
adalah sebagai berikut. "Artinya :
Setiap muslim yang berwudlu
dengan sebaik-baiknya, kemudian
ia bangkit melakukan shalat dua
rakaat dengan sepenuh hati dan
jiwanya, pasti ia akan masuk Surga"
SIWAK
Bagi seorang muslim dianjurkan
untuk bersiwak di berbagai waktu
dalam kesehariannya.
Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam.
"Artinya : Kalau tidaklah
memberatkan atas ummatku,
sungguh aku akan menyuruh
mereka bersiwak setiap kali
berwudhu !". [Hadits Riwayat
Bukhari no. 887, Muslim no.252 ini
adalah lafadz Muslim, Pent.]
Apabila dihitung dalam
kesehariannya maka seorang
muslim telah melakukan tidak
kurang dari 20 kali bersiwak.
Rinciannya yaitu, setiap sholat lima
waktu, shalat sunnah rawatib (dua
belas kali), shalat dhuha, shalat witir,
ketika akan masuk rumah. Bersiwak
adalah hal yang pertama kali
dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam ketika akan masuk
rumah seperti yang diriwayatkan
oleh Aisyah Radhiallahu'anha dalam
shahih muslim.
Oleh karena itu setiap Anda
memasuki rumah maka mulailah
dengan bersiwak, karena hal itu
termasuk mengikuti sunnah, begitu
juga ketika akan membaca al
Qur'an, ketika bau mulut mukai
berubah, bangun dari tidur,
berwudhu. Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda .
"Artinya : Siwak itu membersihkan
mulut dan diridhai Allah". [Hadits
Riwayat Bukhary, 4: 137 secara
mu'allaq , Ahmad juz VI, hal. 47, 62,
124 dan 238]
Faedah bersiwak.
[1]. Bagi hamba-hambaNya yang
mulutnya bersih akan mendapatkan
ridho dari Allah.
[2]. Siwak dapat membersihkan
mulut
Berdasarkan penelitian kesehatan
modern tentang siwak didapatkan
bahwa sesungguhnya siwak
meliputi banyak sekali materi yang
bermanfaat bagi gigi dan gusi,
antara lain :
[a]. Mengandung materi-materi
yang dapat mengenyahkan kuman-
kuman
[b]. Mengandung materi-materi
yang dapat membersihkan gigi dan
gusi
[c]. Mengandung materi-materi
yang dapat menjaga kebersihan gigi
[d]. Mengandung materi-materi
yang wangi dan dapat merubah bau
mulut yang busuk.
SUNNAH-SUNNAH DALAM MEMAKAI
SANDAL/SEPATU
Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam
"Artinya : Apabila diantaramu
memakai sandal/sepatu maka
mulailah dengan yang kanan dan
apabila melepas sandal/sepatu
mulailah dengan yang kiri. Dan
pakailah sandal/sepatu secara
bersamaan (memakai kedua nya)
atau melepaskannya secara
bersamaan" [Hadits Riwatar Muslim
no. 2097]
Sunnah-sunnah tersebut adalah
kebiasaan seorang muslim yang
terjadi berulang kali dalam sehari
semalamnya yaitu ketika ia
memakai sandal/sepatu untuk
masuk dan keluar menuju masjid,
masuk dan keluar kamar mandi,
tempat kerja yang berada diluar
rumah. Sehingga dapat dikatakan
bahwa memakai sandal/sepatu
adalah kejadian lumrah yang terjadi
berulang kali dalam keseharian
seorang muslim.
Menerapkan sunnah tatkala setiap
memakai atau melepaskan sandal/
sepatu dengan menghadirkan niat
(yang sungguh-sungguh untuk
mengikuti sunnah) maka baginya
akan mendapatkan kebaikan yang
sangat besar. Kemudian seluruh
gerak-gerik, diamnya (secara
otomatis) akan senantiasa
berdasarkan sunnah.
SUNNAH-SUNNAH DALAM
BERPAKAIAN
Salah satu permasalahan yang
kerap kali dialami oleh kebanyakan
manusia dalam kesehariannya
adalah melepas dan memakai
pakaian baik untuk tujuan pencucian
pakaian, tidur, atau yang selainnya.
Sunnah-sunnah yang berkaitan
dengan melepas dan memakai
pakaian adalah sebagai berikut:
[1]. Mengucapkan Bismillah [Dengan
Nama Allah]
Hal itu diucapkan baik ketika
melepas maupun memakai pakaian.
Imam An-Nawawy berkata :
"Artinya : Mengucapkan bismillah
adalah sangat dianjurkan dalam
seluruh perbuatan"
[2]. Berdo'a Ketika Memakai
Pakaian
Hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihin
wa sallam.
"Artinya : Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam apabila memakai
pakaian atau baju lengan panjang
atau jubah atau kopiah beliau selalu
berdoa: "Ya Allah, aku mohon
kepada-Mu untuk memperoleh
kebaikannya dan kebaikan dari
tujuan pakaian ini dibuat. Aku
berlindung kepada-Mu dari
keburukan dan keburukan tujuan
pakaian ini dibuat". [HR. Abu
Dawud , At-Tirmidzi. Ahmad dan
dishahihkan oleh Ibnu Hibban] [1]
Hakim berkata, "Sesuai dengan
syarat Muslim dan disetujui oleh
Dzahabi"
[3]. Memulai Dengan Yang Sebelah
Kanan Ketika Akan Memakai
Pakaian
Berdasarkan Nabi Shallallahu 'alaihi
wa sallam
"Artinya : Apabila kalian memakai
pakaian maka mulailah dengan
yang sebelah kanan" [HR. At-
Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu
Majjah. Dan hadits ini shahih] [2]
[4]. Melepaskan Pakaian Atau
Sarung Dengan Mendahulukan Yang
Sebelah Kiri Kemudian Sebelah
Kanan.
______________
Foote Note
[1]. [HR. Abu Dawud no. 4020, At-
Tirmidzi no. 1768, dan dishahihkan
oleh Al-Hakim (4/142) dan
disepakati oleh Adz-Dzahabi]
[2]. [HR. Abu Dawud no. 4141, At-
Tirmidzi no. 1766.]
SUNNAH-SUNNAH YANG BERKAITAN
DENGAN KELUAR MASUK RUMAH
Imam An-Nawawy berkata :
"Sangat dianjurkan untuk
mengucapkan bismillah dan
memperbanyak dzikir kepada Allah
dan kemudian memberi salam".
[1]. Dzikir kepada Allah
Dzikir kepada Allah ketika masuk
rumah berdasarkan hadits
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam.
"Artinya : Apabila seorang
memasuki rumahnya kemudian
dzikir kepada Allah ketika akan
masuk dan ketika akan makan
maka syaitan berkata : "Aku tidak
akan bermalam di tempat kalian
dan tidak akan makan malam". [HR.
Muslim no. 2018]
[2]. Mengucapkan Doa Masuk
Rumah.
Berdasarkan hadits Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam.
"Allahumma innii as-aluka khairan
al-mawlaji wa khaira al-makhraji
bismillah wa lajna wa bismillahi
kharajnaa wa 'alaa rabbinaa
tawaklanaa"
"Artinya : Ya, Allah sesungguhnya
aku memohon kepada Mu kebaikan
ketika masuk dan kebaikan ketika
keluar. Dengan menyebut nama
Allah kami masuk dan kami keluar.
Dan hanya kepada Rabb kami, kami
bertawakal"
Kemudian dia memberi salam
kepada keluarganya (di rumah)
" [HR Abu Dawud] [1]
Sehingga, ia merasa hanya
bertawakal kepada Allah Subhanahu
wa Ta'ala ketika masuk dan keluar
rumah. Dengan demikian, terjadilah
hubungan yang terus menerus
antara hamba dengan Allah.
[3]. Bersiwak
"Artinya : Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam apabila masuk ke
rumahnya beliau memulai dengan
bersiwak" [HR. Muslim no. 253]
[4]. Mengucapkan Salam
Berdasarkan firman Allah Ta'ala.
"Artinya : Maka apabila kamu
memasuki (suatu rumah dari)
rumah-rumah (ini) hendaklah kamu
memberi salam kepada
(penghuninya yang berarti memberi
salam) kepada dirimu sendiri, salam
yang ditetapkan dari sisi Allah, yang
diberi berkat lagi baik. [An-Nuur: 61]
Maka jika seseorang hendak
memasuki rumahnya setiap kali
selesai mengerjakan shalat fardhu di
masjid kemudian menjalankan
sunnah-sunnah tersebut maka
jumlah total keseluruhan sunnah
tersebut dalam sehari semalam
berjumlah 20 sunnah.
Sedangkan ketika keluar dari rumah
maka merupakan sunnah untuk
mengucapkan :
"Artinya : Dengan menyebut nama
Allah, aku bertawakkal kepada
Allah, tiada daya dan kekuatan
kecuali dengan (pertolongan) Allah"
Dikatakan ketika itu : "Engkau telah
dicukupi, dipelihara, diberi petunjuk
dan kemudian syaitanpun
menjauhimu" [HR. Abu Dawud no.
5095, At-Tirmidzi no. 3426]
Seorang muslim dalam
kesehariannya berulang kali keluar
dari rumahnya, seperti keluar untuk
sholat di masjid, keluar untuk kerja,
memenuhi kebutuhan rumah
tangga. Maka setiap keluar rumah
hendaklah mengikuti sunnah ini
maka akan mendapatkan kebaikan
yang sangat agung dan pahala
yang besar.
Faedah Mengikuti Sunnah Tersebut
Ketika Keluar Dari Rumah :
[1]. Seorang hamba akan
mendapatkan kecukupan dari apa-
apa yang membuat cemas/kuatir
dari urusan dunia dan akhiratnya.
[2]. Seorang hamba akan
mendapatkan perlindungan dari
setiap kejahatan dan apa-apa yang
dibenci baik berasal dari jin maupun
manusia
[3]. Seorang hamba akan
mendapatkan hidayah. Dan hidayah
itu lawan dari kesesatan.
Maka semoga Allah memberikan
petunjuk kepadamu di seluruh
aktivitasmu baik yang sifatnya
keagamaan maupun keduniawian.
_________
Foote Note
[1]. HR Abu Daud no, 5096. Hadits ini
Dhaif. Al-Hafidz Al-Mundziri berkata :
"Di dalam sanadnya terdapat
Muhammad bin Ismail bin Iyasy,
terdapat perbincangan tentang dia
dan ayahnya. -ed
Lihat lebih detail tentang lemahnya
riwayat ini disini http://
abumushlih.com/kelemahan-
riwayat-doa-masuk-rumah.html/
SUNNAH-SUNNAH PERGI MENUJU
MASJID
[a]. Bersegera Menuju Masjid
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda.
"Artinya : Seandainya manusia
mengetahui keutamaan panggilan
adzan dan shaf awal kemudian
tidaklah mereka bisa mendapatinya
kecuali dengan berundi, pastilah
mereka berundi dan seandainya
mereka mengetahui keutamaan
bersegera menuju masjid niscaya
mereka akan berlomba-lomba dan
seandainya mereka mengetahui
keutamaan sepertiga malam yang
awal dan shubuh niscaya mereka
akan datang kepadaKu walaupun
dengan merangkak". [Hadits
Riwayat Bukhari no. 615 dan Muslim
no. 437]
Imam An-Nawawy berkata: "At-
Tahjir adalah bersegera menuju
shalat".
[b]. Doa Pergi Menuju Masjid.
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺟْﻌَﻞْ ﻓِﻲْ ﻗَﻠْﺒِﻲْ ﻧُﻮْﺭًﺍ، ﻭَﻓِﻲْ ﻟِﺴَﺎﻧِﻲْ
ﻧُﻮْﺭًﺍ، ﻭَﺍﺟْﻌَﻞْ ﻓِﻲْ ﺳَﻤْﻌِﻲْ ﻧُﻮْﺭًﺍ، ﻭَﻓِﻲْ
ﺑَﺼَﺮِﻱْ ﻧُﻮْﺭًﺍ ، ﻭَﺍﺟْﻌَﻞْ ﻣِﻦْ ﺧَﻠْﻔِﻲْ ﻧُﻮْﺭًﺍ ﻭَﻣِﻦْ
ﺃَﻣَﺎﻣِﻲْ ﻧُﻮْﺭًﺍ ، ﻭَﺍﺟْﻌَﻞْ ﻣِﻦْ ﻓَﻮْﻗِﻲْ ﻧُﻮْﺭًﺍ ، ﻭَﻣِﻦْ
ﺗَﺤْﺘِﻲْ ﻧُﻮْﺭًﺍ، ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻋْﻄِﻨِﻲْ ﻧُﻮْﺭًﺍ
"Artinya : Ya Allah, jadikanlah
cahaya di hatiku, cahaya di lidahku,
cahaya di pendengaranku, cahaya
dari mukaku, cahaya dari atasku
dan cahaya dari bawahku, Ya Allah
berikanlah aku cahaya" [Hadits
Riwayat. Bukhary 11/116 no. 6316
dan Muslim no. 763 ]
[c]. Berjalan Menuju Masjid Dengan
Tenang Dan Berwibawa
Rasuulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda.
"Artinya : Apabila kalian telah
mendengar iqomah maka
berjalanlah kalian menuju masjid
untuk sholat dengan ketenangan
dan kewibawaan".[Hadits Riwayat
Bukhari no 636 dan 908 Sedangkan
Muslim tidak meriwayatkan]
"As-Sakinah " artinya perlahan
dalam berjalan dan menjauhkan diri
dari bersenda gurau
"Al-Waqoru" artinya menundukkan
pandangan, merendahkan suara
dan tidak menoleh-noleh.
[d]. Pergi Menuju Masjid Dengan
Berjalan Kaki
Para ulama telah menjelaskan
bahwa berjalan kaki ke masjid
dengan tenang tanpa tergesa-gesa
mengandung banyak sekali
kebaikan bagi seorang pejalan kaki.
Hal ini berdasarkan nash-nash
syari'at yang menunjukkan tentang
keutamaan memperbanyak
langkah menuju masjid.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda
"Artinya : Maukah kalian aku
tunjukkan apa-apa yang
menyebabkan Allah menghapuskan
dosa dan mengangkat derajat
kalian". Mereka berkata: "Ya, wahai
Rasul", kemudian Rasul
menyebutkan salah satunya adalah
memperbanyak langkah menuju
masjid. [Hadits Riwayat Muslim no.
251]
[e] Berdo'a Ketika Masuk Masjid
Doa masuk masjid yaitu :
ﺍَﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺍﻓْﺘَﺢْ ﻟِﻲْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏَ ﺭَﺣْﻤَﺘِﻚَ
"Allahummaf tahlii abwaaba
rohmatika"
"Artinya : Ya Allah, bukalah pintu
rahmat-Mu untukku".
Berdasarkan hadits Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam
"Artinya : Apabila diantara kalian
ada yang masuk masjid maka
bersholawatlah kalian atas Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam
kemudian mengucapkan doa: "Ya
Allah bukalah pintu rahmat-Mu
untukku". [Hadits Riwayat Muslim
1/494 no. 713, Abu Dawud no. 465,
Nasaa'i no.728, Ibnu Majah no. 772.]
[f]. Mendahulukan Kaki Kanan
Ketika Masuk Masjid
Berdasarkan perkataan shahabat
yang mulia Anas bin Malik
Radhiyallahu 'anhu:
"Artinya : Termasuk Sunnah, apabila
engkau masuk masjid, untuk
mendahulukan kakimu yang kanan
dan apabila engkau keluar,
dahulukan kaki kirimu. [Hadits
Riwayat Hakim 1/475, ia berkata :
Shahih berdasarkan syarat Muslim"
Dan disepakati oleh Adz-Dzahabi]
[g]. Memprioritaskan Menempati
Shaff Yang Pertama.
"Artinya : Seandainya manusia
mengetahui keutamaan panggilan
adzan dan shaf awal kemudian
tidaklah mereka bisa mendapatinya
kecuali dengan berundi, pastilah
mereka berundi dan seandainya
mereka mengetahui keutamaan
bersegera menuju masjid niscaya
mereka akan berlomba". [Hadits
Riwayat Bukhari no. 615 dan Muslim
no. 437, Pent]
[h]. Berdoa Ketika Keluar Masjid
Jika keluar dari masjid, hendaklah
mengucapkan
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲْ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﻣِﻦْ ﻓَﻀْﻠِﻚَ
"Allahumma inni as aluka min
fadhlika"
"Artinya : Ya Allah, aku mohon
kepadamu karuniamu. [Hadits
Riwayat Muslim 713 dan Abu Dawud
465]
Dan pada riwayat An-Nasa'i
terdapat tambahan agar
bershalawat kepada Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam
[i]. Mendahulukan kaki kiri ketika
keluar dari Masjid sebagaimana
perkataan shahabat Anas bin Malik
ketika menyebutkan tentang
keutamaan mendahulukan kaki
kanan ketika masuk masjid.
[j]. Shalat Tahiyatul Masjid
Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa
sallam
"Artinya : Apabila salah seorang
diantara kalian masuk masjid, maka
hendaklah shalat dua rakaat
sebelum ia duduk". [Hadits Riwayat
Bukhari no. 444 dan Muslim no. 714]
Imam Syafi'i berkata, "Shalat
Tahiyatul Masjid disyariatkan kecuali
pada waktu yang dilarang". [1]
Al Hafidz Ibnu Hajar, "Shalat
Tahiyatul Masjid adalah sunnah
hukumnya menurut ijma dari ahli
fatawa (ulama)".
Praktek sunnah-sunnah tersebut
terjadi berulangkali, dilakukan oleh
seorang muslim ketika hendak
bepergian menuju masjid untuk
shalat lima waktu, apabila
dikumpulkan maka akan didapat
sebanyak 50 sunnah.
_________
Foote Note
[1]. Waktu yang terlarang untuk
melakukan shalat sunnah
tathawwu' ada tiga. Berdasarkan
hadits dari Uqbah bin Amir Al Juhani
Radhiyallahu 'anhu diriwayatkan
bahwa ia berkata: "Ada tiga waktu
yang kami dilarang Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk
shalat pada waktu tersebut dan juga
untuk menguburkan mayyit; ketika
matahari persis terbit, hingga
meninggi; ketika matahari tepat di
atas kepala, hingga condong; dan
manakala matahari mulai
tenggelam, hingga betul-betul
tenggelam. [Hadits Riwayat. Muslim,
dalam Kitab Shalatul Musafirin, bab
waktu-waktu yang terlarang. No.
831).
Untuk doa pergi,masuk dan keluar
masjid coba lihat selengkapnya
disini http://
artikelassunnah.blogspot.com/2010/01/
doa-pergi-masuk-dan-keluar-
masjid.html
SUNNAH-SUNNAH DALAM ADZAN
Sunnah-sunnah yang berkaitan
dengan adzan ada lima: seperti
yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim
dalam Zaadul Ma'ad.
[1]. Sunnah Bagi Orang Yang
Mendengar Adzan Untuk Menirukan
Apa Yang Diucapkan Muadzin
Kecuali Dalam Lafadz.
"Hayya 'alash-shollaah, Hayya
'alash-shollaah"
Maka ketika mendengar lafadz itu
maka dijawab dengan lafad.
"Laa hawla walaa quwwata illa
billahi"
"Tidak ada daya dan kekuatan
kecuali dengan pertolongan Allah
"[HR. Al-Bukhari dan Muslim no.
385.]
Faedah Dari Sunnah Tersebut
Sesungguhnya (sunnah tersebut
(yaitu menjawab adzan) akan
menjadi sebab engkau masuk surga,
seperti dalil yang tercantum dalam
Shahih Muslim no. 385. Pent
[2]. Setelah Muadzin Selesai
Mengumandangnkan Adzan, Maka
Yang Mendengarnya Mengucapkan
[1]
ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَّ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ
ﻟَﻪُ ﻭَﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ، ﺭَﺿِﻴْﺖُ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ
ﺭَﺑًّﺎ، ﻭَﺑِﺎﻹِﺳْﻼَﻡِ ﺩِﻳْﻨًﺎ ، ﻭَﺑِﻤُﺤَﻤَّﺪٍ ﺭَﺳُﻮْﻻً
"Dan aku bersaksi bahwa tiada
Tuhan melainkan Allah Yang Maha
Esa tiada sekutu bagiNya, dan aku
bersaksi bahwasannya Muhammad
adalah hambaNya dan RasulNya.
Aku ridho kepada Allah sebagai
Rabb dan Islam sebagai agama(ku)
dan Muhammad sebagai Rasul".[HR.
Muslim 1/240 no. 386]
Faedah Dari Sunnah Tersebut
Dosa-dosa akan diampuni
sebagaimana apa yang terkandung
dalam makna hadits itu sendiri.
[3]. Membaca Shalawat Kepada
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa
salam setelah selesai menjawab
adzan dari muadzin dan
menyempurnakan shalawatnya
dengan membaca shalawat
Ibrahimiyyah dan tidak ada
shalawat yang lebih lengkap dari
shalawat tersebut.
Dalilnya adalah sabda Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Artinya : Apabila kalian mendengar
muadzin maka ucapkanlah seperti
apa yang diucapkannya lalu
bershalawatlah untukku karena
sesungguhnya orang yang
bershalawat untukku satu kali,
maka Allah akan bershalawat
untuknya sepuluh kali" [HR. Muslim
1/288 no. 384)]
Faedah Dari Sunnah Tersebut
Sesungguhnya Allah bershalawat
atas hambaNya 10 kali
Makna bahwasanya Allah
bershalawat atas hambaNya adalah
Allah memuji hambaNya di hadapan
para malaikat.
Sedangkan shalawat Ibrahimiyah
adalah :
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ
ﻛَﻤَﺎ ﺻَﻠَّﻴْﺖَ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢَ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ
ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢَ ﺇِﻧَّﻚَ ﺣَﻤِﻴْﺪُ ﻣَﺠِﻴْﺪٌ، ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺑَﺎﺭِﻙْ ﻋَﻠَﻰ
ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻛَﻤَﺎ ﺑَﺎﺭَﻛْﺖَ ﻋَﻠَﻰ
ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢَ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢَ ﺇِﻧَّﻚَ ﺣَﻤِﻴْﺪُ
ﻣَﺠِﻴْﺪٌ .
"Artinya : Ya Allah, berikanlah
shalawat kepada Muhammad dan
keluarga Muhammad, sebagaimana
Engkau telah memberikan shalawat
kepada Ibrahim dan keluarga
Ibrahim. Sesungguhnya Engkau
Mahaterpuji dan Mahamulia.
Berikanlah berkah kepada
Muhammad dan keluarga
Muhammad, sebagaimana Engkau
telah memberi berkah kepada
Ibrahim dan keluarga Ibrahim.
Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji
dan Mahamulia".[2]
[4]. Mengucapkan Doa Adzan
Setelah Bershalawat Kepada Nabi
Shallallahu 'alaihi wa sallam
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺭَﺏَّ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺪَّﻋْﻮَﺓِ ﺍﻟﺘَّﺎﻣَّﺔِ ﻭَﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ
ﺍﻟْﻘَﺎﺋِﻤَﺔِ ﺁﺕِ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺍﻟْﻮَﺳِﻴﻠَﺔَ ﻭَﺍﻟْﻔَﻀِﻴﻠَﺔَ
ﻭَﺍﺑْﻌَﺜْﻪُ ﻣَﻘَﺎﻣًﺎ ﻣَﺤْﻤُﻮﺩًﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻭَﻋَﺪْﺗَﻪُ
"Artinya :Ya Allah, Tuhan Pemilik
panggilan yang sempurna (adzan)
ini dan shalat (wajib) yang didirikan.
Berilah al-Wasilah (derajat di Surga),
dan al-fadhilah kepada Muhammad
Shalallahu 'alaihi wa sallm. Dan
bangkitkan beliau sehingga bisa
menempati kedudukan terpuji yang
Engkau janjikan". [3]
Faedah Dari Doa Tersebut
Barangsiapa yang
mengucapkannya (doa tersebut)
maka dia akan memperoleh
syafa'at dari Nabi Shallallahu 'alaihi
wa sallam
[5]. Berdoa Untuk Dirinya Sendiri,
Dan Meminta Karunia Allah Karena
Allah Pasti Mengabulkan
Permintaannya.
Berdasarkan sabda Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam
"Artinya : Ucapkanlah seperti apa
yang mereka (para muadzdzin)
ucapkan dan jika engkau telah
selesai, mohonlah kepadaNya,
niscaya permohonanmu akan
diberikan". [Lihat Shahihul Wabili
Shayyib oleh Syaikh Salim bin Ied
Al-Hilaly, hal: 183]
Apabila sunnah-sunnah ketika
mendengar adzan dikumpulkan,
maka seorang muslim telah
melaksanakannya sebanyak 25
sunnah.
SUNNAH-SUNNAH DALAM IQAMAH
Sunnah-sunnah saat iqamah sama
dengan sunnah-sunnah pada adzan
yaitu pada empat point yang
pertama. Hal ini sesuai dengan
Fatawa Lajnah ad Daimah lil Buhuts
'Ilmiyyah wal Ifta'. Apabila dijumlah
secara keseluruhan terdapat 20
sunnah iqamah pada setiap shalat
wajib.
Faidah :
Merupakan sunnah bagi yang
mendengar iqomah untuk
menirukan orang yang iqamah
kecuali pada lafadz
"Hayya 'alash-shollaah, Hayya
'alash-shollaah"
Ketika mendengar lafadz itu,
dijawab dengan lafadz
"Laa hawla walaa quwwata illa
billahi"
"Artinya : Tidak ada daya dan
kekuatan kecuali dengan
pertolongan Allah" [HR. Muslim no.
385.]
Kemudian ketika ucapan
"Qod qoomatish shalah"
Hendaknya menirukannya dan
tidak boleh mengucapkan
"Aqoomahaa Allahu wa adaamaha"
Karena ucapan itu berdasarkan
hadits yang dhaif"
[Lajnah ad Daimah lil Buhuts
Ilmiyyah wal Ifta']
_________
Foote Note
[1]. Ada yang berpendapat, dibaca
sesudah muadzdzin membaca
syahadat. Lihat Ats-Tsamarul
Musthaahb fii Fiqhis Sunnah wal
Kitaab hal. 172-185 oleh Syaikh Al-
Albani rahimahullah
[2]. HR. Bukhari dalam Fathul Baari
6/408, 4/118, 6/27; Muslim 2/16,
Ibnu Majah no. 904 dan Ahmad
4/243-244 dan lain-lain dari Ka'ab
bin Ujrah
[3]. HR. Bukhary no. 614, Abu Dawud
no. 529, At-Tirmidzi no. 211, an-
Nasaa'i 2/26-27. Ibnu Majah no.
722). adapun tambahan
"Sesungguhnya Engkau Tidak
pernah menyalahi janji" Ttidak boleh
diamalkan karena sanadnya lemah.
Lihat Irwa'ul Ghalil 1/260,261
SHALAT DENGAN MENGGUNAKAN
SUTRAH ATAU PEMBATAS
Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi
wa sallam
"Artinya : Apabila ada yang shalat
diantara kalian maka sholatlah
dengan menggunakan pembatas
dan hendaklah dia mendekati
pembatas tersebut, janganlah
membiarkan seorangpun lewat
antara dirinya dan pembatas
tersebut" [1]
Ini merupakan dalil/nash yang
umum tentang sunnahnya
mengambil sutrah ketika sholat baik
di masjid maupun di rumah. Sutrah
berlaku baik bagi laki-laki maupun
perempuan. Ada sebagian orang-
orang yang mengerjakan sholat
telah melarang dirinya dari sunnah
(menggunakan sutrah) tersebut
sehingga dijumpai ketika sholat,
mereka tidak menggunakan sutrah.
Sunnah ini berulang kali berlaku bagi
seorang muslim dalam
kesehariannya. Hal (menggunakan
sutrah) itu berlaku juga pada
sunnah-sunnah yang Rawatib, pada
Sholat Dhuha, Tahiyatul Masjid,
Sholat Witir, dan sunnah tersebut
juga berlaku bagi seorang
perempuan yang sholat sendirian di
rumahnya. Sedangkan ketika sholat
berjamaah maka yang menjadi
penghalang/tabir bagi para
makmum adalah imam sholat.
Permasalahan-Permasalahan
Seputar Sutrah
[a]. Sutrah ketika sholat dapat
menggunakan apa-apa yang
berada di arah kiblat seperti
tembok, tongkat, atau tiang dan
tidak ada pembatasan tentang
bentangan/lebar sutrah.
[b]. Tinggi sutrah kira-kira setingggi
mu'akhiraturr [2], yaitu yang
ukurannya kira-kira satu jengkal
tangan.
[c]. Jarak antara kedua kaki dan
sutrah adalah kira-kira tiga hasta
(siku sampai ujung jari tengah) dan
diantara dia dengan sutrah masih
ada tempat (ruang) untuk
melakukan sujud.
[d]. Sesungguhnya sutrah (tabir
penghalang) disyariatkan bagi
imam dan orang-orang yang sholat
secara munfarid (sendiri) baik sholat
wajib lima waktu maupun shalat
sunnat
[e]. Sutrah makmum mengikuti
sutrah imam, maka diperbolehkan
melewati makmum apabila ada
hajat (kepentingan).
Faedah Menerapkan Sunnah Ini
[a]. Sesungguhnya sunnah tersebut
(dengan menggunakan sutrah
ketika sholat) menjaga sholat agar
tidak terputus yang disebabkan oleh
lalu lalangnya siapa saja yang bisa
memutuskan/membatalkan sholat
(yaitu perempuan, keledai, dan
anjing yang hitam) atau
mengurangi pahalanya.
[b]. Mencegah pandangan dari
melihat orang-orang yang lalu
lalang karena orang yang memakai
sutrah secara umum pandangannya
ke arah sutrah dan pikirannya
terkonsentrasi pada makna-makna
bacaan sholat.
[c]. Orang yang sholat memakai
sutrah telah memberikan
kesempatan bagi orang yang
berlalu-lalang maka tidak perlu
menjauhkan orang-orang yang
berlalu lalang di depannya.
_________
Foote Note
[1]. Hadits Riwayat. Abu Dawud no.
697 dan 698. Ibnu Majah no. 954
dan Ibnu Khuzaimah 1/93/1. [Lihat
Sifat Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi
wa sallam oleh Syaikh Al-Albany hal.
82.]
[2]. Sandaran pada bagian belakang
pelana kuda yang ukurannya kira-
kira dua pertiga dziraa' (1 dziraa'=
sepanjang siku-siku tangan sampai
ujung jari tengah) [Lisaanul arab
III/1495]
[ Sutrah http://www.facebook.com/
fchoir#!/photo.php?
pid=212058&id=100000454734476 ]
SHALAT-SHALAT SUNNAT YANG
DITUNAIKAN SEHARI-HARI
[a]. Shalat-Shalat Sunnat Rowatib
Sabda Rosulullah Shallallahu ‘alaihi
wa sallam:
“ Artinya : Tidaklah seorang muslim
mengerjakan shalat karena Allah
setiap hari 12 rakaat shalat sunnah
karena Allah, kecuali Allah akan
membangunkan sebuah rumah
baginya di Surga atau dibangunkan
baginya sebuah rumah di
Surga” [HR. Muslim no. 728]
Rinciannya sebagai berikut:
Sholat empat rakaat sebelum shalat
dzuhur dan dua rakaat setelahnya,
dua rakaat setelah shalat maghrib,
dua rakaat setelah shalat isya dan
dua rakaat sebelum shalat subuh.
Wahai saudaraku
tercinta …“Tidakkah engkau
mempunyai rasa rindu untuk
dibangunkan rumah di Surga ?!!”
Peliharalah nasehat yang datang
dari Rasul Shallallahu ‘alaihi wa
sallam dengan tetap mengerjakan
shalat sunnah sebanyak 12 rakaat.
[ sholat shunnah Rawatib http://
www.facebook.com/notes/faisal-
choir/merutinkan-sholat-sunnah-
rowatib/419590056688 ]
[b]. Shalat Dhuha
Shalat ini sebanding dengan 360
shadaqah. Hal ini bisa terwujud
karena di dalam tubuh manusia ada
360 sendi (persendian)[1] setiap
sendi tersebut membutuhkan
shadaqah setiap harinya[2].
Shadaqah yang diperuntukkan pada
persendian sebagai perwujudan rasa
syukur atas nikmat, untuk
mencukupi semuanya maka dua
rokaat dari shalat dhuha dapat
sebagai sarananya.
Faedahnya
Sebagaimana terdapat dalam
shohih Muslim bahwa Rosul
Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
“ Artinya : Pada setiap pagi, pada
tiap-tiapp ruas persendian [3] di
antara kalian memiliki hak, yaitu
shadaqoh. Setiap tasbih
(subhanallah) adalah shadaqoh,
setiap tahmid adalah shadaqoh,
setiap tahlil adalah shdaqoh, setiap
takbir adalah shadaqoh, amar
ma ’ruf termasuk shadaqoh,
mencegah dari kemungkaran
termasuk shadaqoh, maka yang
mencukupi demikian itu adalah
shalat dhuha dua rokaat. ” [HR.
Muslim dalam kitab Shalat al-
Mufasirin wa Qashriha, bab Istihbab
Shalat adh-Dhuha no. 720. Pent]
yaitu ruas persendian/sendi
Dan penjelasan yang lain ada pada
hadits dari Abu HurairAh
Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya ia
berkata :
“ Artinya : Aku telah diberikan
nasehat oleh kekasihku (Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam) dengan
tiga hal, yaitu berpuasa tiga hari
(13-15), pada setiap bulan
(Hijriyyah), dua rakaat shalat Dhuha,
dan shalat witir sebelum aku
hendak tidur. [HR. Bukhari, Kitab
Ash-Shaum, bab: Puasa al-Biedh
tanggal 13,14, dan 15 tiap bulan no.
1981; dan Muslim dalam kitab
Shalatu Musafirin, bab:
Dianjurkannya shalat Dhuha, no:
721. Pent]
Waktunya sholat dhuha mulai
terbitnya matahari dari ¼ jam
setelah terbitnya matahari sampai
kurang ¼ sebelum shalat zhuhur.
Waktu yang paling utama untuk
menunaikannya adalah ketika terik
matahari mulai makin menyengat.
[4]
Jumlah raka’atnya paling sedikit dua
rakaat. Sedangkan jumlah
maksimalnya 12 rakaat dan ada
pendapat lain bahwa jumlah
maksimal raka ’at dhuha tidak ada
batasannya.
[ Sholat Dhuha http://
www.facebook.com/note.php?
saved&&suggest¬e_
id=412639431688 ]
[c]. Shalat Sunnat Sebelum Shalat
Ashar
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
“ Artinya : Semoga Allah memberi
rahmat kepada seseorang yang
shalat sunnah sebelum Ashar empat
raka ’at” [HR. Ahmad 2/117, Abu
Dawud dalam kitab At-Tathawwu’
bab Shalat sebelum Ashar no. 1270,
Tirmidzi dalam kitab As-Shalah bab
Riwayat tentang Empat Raka ’at
Sebelum Ashar, no. 430. Pent]
[d]. Shalat Sunnat Sebelum Shalat
Maghrib
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda :
"Artinya : Shalatlah sebelum shalat
Maghrib ”. Pada ucapan yang ketiga
beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam
menambahkan: “Bagi siapa yang
mau.” [HR. Bukhary no.1183 dan no.
7368. Pent]
[e]. Shalat Sunnat Isya’
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda :
” Artinya : Di antara dua adzan ada
shalat, diantara dua adzan ada
shalat. ” Pada ucapan ketiga, beliau
bersabda: “Bagi siapa yang
mau.” [HR. Bukhary Kitab Adzan bab
Diantara dua adzan ada shalat no.
624, 627 dan Muslim kitab Shalatu
Musafirin, bab , bab: Diantara dua
adzan ada shalat no. 838]
Imam Nawawy berkata: “Yang
dimaksud dengan dua adzan adalah
adzan dan iqamah ”
[Disalin dari kitab Aktsaru Min Alfi
Sunnatin Fil Yaum Wal Lailah, edisi
Indonesia Lebih Dari 1000 Amalan
Sunnah Dalam Sehari Semalam,
Penulis Khalid Al-Husainan,
Penerjemah Zaki Rachmawan]
_________
Foote Note
[1]. Lihat Shahih Muslim no. 1007
dalam kitab az-Zakat bab: Bayaanu
anna Ismash Shadaqah Yaqa'u Ala
Kulli Nau'in Minal Ma'ruuf.
[2]. Berdasarkan hadits Buraidah
Radhiyallahu 'anhu yang
menyebutkan bahwa Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda: “Manusia memiliki tiga
ratus enam puluh sendi dalam
tubuhnya. Hendaknya ia
bersedekah untuk semua sendi
tersebut. ” Diriwayatkan oleh Abu
Dawud dalam kitab Al Adab bab
Imathatuk Adza ‘Anith- Thariq no.
5242 dan Ahmad 5/354 dishahihkan
oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan
Abi Dawud 3/984, Irwa ’ul Ghalil
2/213.
[3]. ÓõáÇóãóì : aslinya tulang jari
jemari dan telapak tangan
kemudian di pergunakan buat
seluruh tulang-tulang badan dan
persendiannya, lihat syarah An-
Nawawi atas Shahih Muslim 5/272.
[4]. Berdasarkan hadits Rasulullah
Shallallahu 'alaihi wa sallam: “Shalat
orang-orang yang khusyu’
beribadah adalah ketika anak-anak
unta (fishal) kepanasan ” Riwayat
Muslim dalam kitab Shalat Mufasirin,
bab Shalat Al-Awwabin hina
Tarmidhul Fishal no. 748.
SUNNAH-SUNNAH DALAM SHALAT
MALAM
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda.
“ Artinya : Sebaik-baik puasa setelah
puasa ramadhan adalah puasa
bulan muharram dan sebaik-baik
shalat setelah shalat wajib adalah
shalat lail. ” [Hadits Riayat. Muslim
no. 1163]
[a]. Sebaik-baik jumlah raka’at
dalam shalat lail adalah sebelas
raka ’at atau tiga belas raka’at
dengan pengerjaan shalat yang
lama. Berdasarkan hadits Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam
“Artinya : Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam mengerjakan
shalat lail sebanyak 11 raka’at,
maka yang demikian itu adalah
shalat beliau ” [Hadits Riwayat.
Bukhari no. 1147]
Riwayat yang lain menyebutkan.
“ Artinya : Rasulullah shalat malam
sebanyak 13 raka’at” [Hadits
Riwayat. Bukhari no. 1138 dan
Muslim no. 764]
[b]. Disunnahkan bagi orang yang
mengerjakan shalat lail untuk
bersiwak dan membaca ayat-ayat
terakhir dari surat Ali Imran mulai
dari firman Allah.
“Artinya : Sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan bumu dan silih
bergantinya malam dan siang
terdapat tanda-tanda bagi orang-
orang yang berakal ” [ Ali Imran :
190]
Dibaca sampai akhir surat.
[c]. Disunnahkan kepada orang
yang mengerjakan shalat malam
untuk berdoa dengan doa yang
shahih yang diajarkan Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Ya Allah, bagiMu segala puji,
Engkaulah Penegak langit dan bumi
dan segala isinya. BagiMu segala
puji, milikMu kerajaan langit dan
bumi serta segala isinya. bagiMu
segala puji (Engkau) Pemberi
cahaya langit dan bumi (serta
segala isinya). bagiMu segala puji,
Engkau penguasa langit dan bumi.
bagiMu segala puji Engkau lah Yang
Mahabenar, janji-Mu itu benar
adanya dan pertemuan dengan-Mu
itu benar adanya. FirmanMu itu
benar, surga itu benar, neraka itu
benar, para nabi itu benar, Nabi
Muhammad itu benar (utusanMu),
kiamat itu benar adanya. Ya Allah,
kepadaMu aku bertawakal,
kepadaMu aku kembali, kepadaMu
aku mengadu dan kepadaMu aku
berhukum. Ampunilah dosaku di
masa lalu, masa yang akan datang,
yang tersebunyi serta yang
nampak (Karena Engkau adalah
Maha Mengetahui itu daripada aku).
Engkau lah Yang terdahulu dan
Yang terakhir (Engkau Tuhanku)
dan tidak ada Tuhan kecuali Engkau
atau tidak ada Tuhan (bagiku)
kecuali Engkau ” [Hadits Riwayat.
Bukhari no. 1120, 6317, 7385 dan
Muslim no. 2717]
[d]. Sunnah memulai shalat lail
dengan dua raka ’at yang ringan
(pendek). Hal itu dilakukan hingga
datangnya semangat untuk
memanjangkan raka ’atnya setelah
dua rakaat yang pendek tersebut.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda
“Artinya : Apabila salah seorang
diantara kalian mendirikan shalat lail
hendaklah membuka shalatnya
dengan shalat dua raka ’at yang
ringan (surat-surat yang dibaca
pendek. Pent) [Hadits Riwayat.
Muslim no. 768]
[e]. Merupakan sunnah, memulai
shalat malam dengan doa yang
shahih dari Rasulullah Shallallahu
‘ alaihi wa sallam.
“Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail dan
Israfil. Wahai Pencipta langit dan
bumi. Wahai Rabb yang mengetahui
yang ghaib dan nyata. Engkau yang
menjatuhkan hukum (untuk
memutuskan) apa yang mereka
(orang-orang Nasrani dan Yahudi)
pertentangkan. Tunjukkanlah aku
pada kebenaran apa yang
dipertentangkan dengan seizinMu.
Sesungguhnya Engkau
menunjukkan pada jalan yang lurus
bagi orang-orang yang Engkau
kehendaki” [Hadits Riwayat. Muslim
no. 770, Abu Dawud no. 767, Ibnu
Majah no. 1357]
[f]. Disunnahkan untuk
mempanjangkan shalat malam.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam ditanya: “Shalat apakah
yang paling baik?” Rasulullah
menjawab : “Yang panjang
qunutnya (lama berdirinya)” [Hadits
Riwayat. Muslim no.756]
Yang dimaksud qunut[1] adalah
berdiri yang lama
[g]. Disunnahkan untuk bertaawudz
(minta perlindungan kepada Allah)
ketika membaca ayat tentang
adzab dengan ucapan:
“Aku berlindung kepada Allah dari
Adzab Allah”
Dan memohon rahmat kepada Allah
ketika membaca ayat tentang
permohonan dengan ucapan
“Ya Allah aku meminta kepadaMu
dari karuniaMu”
Dan bertasbih ketika membaca
ayat-ayat yang mengandung pujian
tentang keMahasucian Allah.
Hal tersebut berdasarkan hadits
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam:
“ Artinya : Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam membaca (ayat)
dengan tartil apabila beliau
melewati satu ayat tasbih maka
beliaupun membaca tasbih. Apabila
melewati ayat permohonan(tentang
rahmat,-ed) maka beliaupun
memohon. Dan apabila melewati
ayat memohon perlindungan, maka
beliaupun memohon perlindungan
(bertaawudz) …” [Hadits Riwyat.
Muslim no. 772]
Sebab-sebab agar mendapatkan
kemudahan untuk shalat malam
[a]. Berdoa
[b]. Menjauh kan (diri) dari
begadang
[c]. Tidur di siang harinya
[d]. Meninggalkan kemaksiyatan
[e]. keinginan diri yang kuat untuk
melakukan shalat malam
_________
Foote Note
[1]. Qunut dalam hadits itu memiliki
banyak arti berdasarkan banyak
riwayat. Dalam Hadyus Saari
Muqaddimah dari Fathul Baari oleh
Ibnu Hajar hal. 305 (Cet. Daar Abi
Hayyaan) pasal Qaf Nun disebutkan
tentang makna qunut antara lain
do ’a, berdiri, tenang, diam, ketaatan,
shalat, kekhusu’an, ibadah, dan
memperpanjang berdiri. Pent.
[Shalat Tahajjud http://
www.facebook.com/notes/faisal-
choir/pengertian-dan-hukum-shalat-
tahajjud/412615276688 ]
__________________________________
[Disalin dari kitab Aktsaru Min Alfi
Sunnatin Fil Yaum Wal Lailah, edisi
Indonesia Lebih Dari 1000 Amalan
Sunnah Dalam Sehari Semalam,
Penulis Khalid Al-Husainan,
Penerjemah Zaki Rachmawan]
Sumber Artikel : http://
www.almanhaj.or.id/category/
view/53/page/1 dan beberapa dari
Face Book Akhi Ridwan Abdillah
Semoga bermanfaat dan semoga
kita bisa mengamalkanya. Amin.
_______________________

DIALOG IBLIS DENGAN RASULULLAH SAW

Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a.
dari Ibn Abbas r.a., ia berkata : " Kami
bersama Rasululah SAW berada di
rumah seorang sahabat dari golongan
Anshar dalam sebuah jamaah.
Tiba-tiba, ada yang memanggil dari luar : " Wahai para penghuni rumah,
apakah kalian mengizinkanku masuk,
karena kalian membutuhkanku ". Rasulullah SAW bertanya kepada para
sahabat :" Apakah kalian tahu siapa
yang menyeru itu ?". Para sahabat menjawab , " Tentu Allah
dan Rasul-Nya lebih mengetahui ".
Rasulullah berkata : " Dia adalah Iblis
yang terkutuk ? semoga Allah
senantiasa melaknatnya". Umar bin Khattab r.a. berkata :" Ya,
Rasulullah, apakah engkau
mengijinkanku untuk
membunuhnya?". Nabi SAW berkata pelan :" Bersabarlah
wahai Umar, apakah engkau tidak
tahu bahwa dia termasuk mereka
yang tertunda kematiannya sampai
waktu yang ditentukan [hari
kiyamat]?. Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang
diperintahkan Allah SWT. Fahamilah
apa yang dia ucapkan dan dengarkan
apa yang akan dia sampaikan kepada
kalian! ". Ibnu Abbas berkata : " Maka
dibukalah pintu, kemudian Iblis
masuk ke tengah-tengah kami.
Ternyata dia adalah seorang yang
sudah tua bangka dan buta sebelah
mata. Dagunya berjanggut sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya
seperti rambut kuda, kedua kelopak
matanya [masyquqatani] memanjang
[terbelah ke-atas, tidak kesamping],
kepalanya seperti kepala gajah yang
sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi,
kedua bibirnya seperti bibir macan /
kerbau [tsur]. Dia berkata, " Assalamu 'alaika ya
Muhammad, assalamu 'alaikum ya
jamaa'atal-muslimin [salam untuk
kalian semua wahai golongan
muslimin]".
Nabi SAW menjawab :" Assamu lillah ya la'iin [Keselamatan hanya milik
Allah SWT, wahai makhluq yang
terlaknat. Aku telah mengetahui,
engkau punya keperluan kepada
kami. Apa keperluanmu wahai Iblis". Iblis berkata :" Wahai Muhammad, aku
datang bukan karena keinginanku
sendiri, tetapi aku datang karena
terpaksa [diperintah]." Nabi SAW berkata :" Apa yang
membuatmu terpaksa harus datang
kesini, wahai terlaknat?". Iblis berkata," Aku didatangi oleh
seorang malaikat utusan Tuhan Yang
Maha Agung, ia berkata kepada-ku
'Sesungguhnya Allah SWT
menyuruhmu untuk datang kepada
Muhammad SAW dalam keadaan hina dan bersahaja. Engkau harus
memberitahu kepadanya bagaimana
tipu muslihat, godaanmu dan
rekayasamu terhadap Bani Adam,
bagaimana engkau membujuk dan
merayu mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur apa saja yang
ditanyakan kepa-damu'. Allah SWT
bersabda," Demi kemulia-an dan
keagungan-Ku, jika engkau
berbohong sekali saja dan tidak
berkata benar, niscaya Aku jadikan kamu debu yang dihempas oleh angin
dan Aku puaskan musuhmu karena
bencana yang menimpamu". Wahai
Muhammad, sekarang aku datang
kepadamu sebagaimana aku
diperintah. Tanyakanlah kepadaku apa yang kau
inginkan. Jika aku tidak
memuaskanmu tentang apa yang
kamu tanyakan kepadaku, niscaya
musuhku akan puas atas musibah
yang terjadi padaku. Tiada beban yang lebih berat bagiku daripada
leganya musuh-musuhku yang
menimpa diriku". Rasulullah kemudian mulai bertanya : " Jika kamu jujur, beritahukanlah
kepada-ku, siapakah orang yang
paling kamu benci ?". Iblis menjawab :" Engkau, wahai
Muhammad, engkau adalah makhluq
Allah yang paling aku benci, dan
kemudian orang-orang yang
mengikuti agamamu".
Rasulullah SAW :" Siapa lagi yang kamu benci?".
Iblis :" Anak muda yang taqwa, yang
menyerahkan jiwanya kepada Allah
SWT".
Rasulullah :" Lalu siapa lagi ?".
Iblis :" Orang Alim dan Wara [menjaga diri dari syubhat] yang saya tahu, lagi
penyabar".
Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".
Iblis :" Orang yang terus menerus
menjaga diri dalam keadaan suci dari
kotoran – [menjaga wudhu]". Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".
Iblis :" Orang miskin [fakir] yang sabar,
yang tidak menceritakan
kefakirannya kepada orang lain dan
tidak mengadukan keluh-kesahnya ". Rasulullah :" Bagaimana kamu tahu
bahwa ia itu penyabar ?". Iblis :" Wahai Muhammad, jika ia
mengadukan keluh kesahnya kepada
makhluq sesamanya selama tiga hari,
Tuhan tidak memasukkan dirinya ke
dalam golongan orang-orang yang
sabar ". Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".
Iblis :" Orang kaya yang bersyukur ".
Rasulullah bertanya :" Bagaimana
kamu tahu bahwa ia bersyukur ?".
Iblis :" Jika aku melihatnya meng-
ambil dari dan meletakkannya pada tempat yang halal". Rassulullah :"Bagaimana keadaanmu
jika umatku mengerjakan shalat ?".
Iblis :"Aku merasa panas dan
gemetar".
Rasulullah :"Kenapa, wahai
terlaknat?". Iblis :" Sesungguhnya, jika seorang
hamba bersujud kepada Allah sekali
sujud saja, maka Allah mengangkat
derajatnya satu tingkat". Rassulullah :"Jika mereka shaum ?". Iblis : " Saya terbelenggu sampai
mereka berbuka puasa". Rasulullah :" Jika mereka menunaikan
haji ?".
Iblis :" Saya menjadi gila".
Rasulullah :"Jika mereka membaca Al
Qur'an ?'.
Iblis :' Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api".
Rasulullah :" Jika mereka berzakat ?".
Iblis :" Seakan-akan orang yang
berzakat itu mengambil gergaji /
kapak dan memotongku menjadi
dua". Rasulullah :" Mengapa begitu, wahai
Abu Murrah ?".
Iblis :" Sesungguhnya ada empat
manfaat dalam zakat itu. Pertama,
Tuhan menurunkan berkah atas
hartanya. Kedua, menjadikan orang yang bezakat disenangi makhluq-Nya
yang lain. Ketiga, menjadikan
zakatnya sebagai penghalang antara
dirinya dengan api neraka. Ke-empat,
dengan zakat, Tuhan mencegah
bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya".
Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang
Abu Bakar?".
Iblis :" Wahai Muhammad, pada zaman
jahiliyah, dia tidak taat kepadaku,
bagaimana mungkin dia akan mentaatiku pada masa Islam".
Rasulullah :" Apa pendapatmu tentang
Umar ?".
Iblis :" Demi Tuhan, tiada aku ketemu
dengannya kecuali aku lari darinya".
Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Utsman ?".
Iblis :" Aku malu dengan orang yang
para malaikat saja malu kepadanya".
Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang
Ali bin Abi Thalib ?".
Iblis :" Andai saja aku dapat selamat darinya dan tidak pernah bertemu
dengannya [menukar darinya kepala
dengan kepala], dan kemudian ia
meninggalkanku dan aku
meninggalkannya, tetapi dia sama
sekali tidak pernah melakukan hal itu". Rasulullah :" Segala puji hanya bagi
Allah yang telah membahagiakan
umatku dan menyengsarakanmu
sampai hari kiamat". Iblis yang terlaknat berkata kepada
Muhammad :" Hay-hata hay-hata
[tidak mungkin- tidak mungkin]. Mana
bisa umatmu bahagia sementara aku
hidup dan tidak mati sampai hari
kiamat. Bagaimana kamu senang dengan umatmu sementara aku
masuk ke dalam diri mereka melalui
aliran darah, daging, sedangkan
mereka tidak melihatku. Demi Tuhan
yang menciptakanku dan membuatku
menunggu sampai hari mereka dibangkitkan. Akan aku sesatkan
mereka semua, baik yang bodoh
maupun yang pandai, yang buta-
huruf dan yang melek-huruf. Yang
kafir dan yang suka beribadah,
kecuali hamba yang mukhlis [ikhlas]". Rasulullah :"Siapa yang mukhlis itu
menurutmu ?".
Iblis dengan panjang-lebar
menjawab : " Apakah engkau tidak tahu, wahai
Muhammad. Barangsiapa cinta dirham
dan dinar, dia tidak termasuk orang
ikhlas untuk Allah. Jika aku melihat
orang tidak suka dirham dan dinar,
tidak suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu ikhlas karena Allah,
maka aku tinggalkan ia.
Sesungguhnya hamba yang mencintai
harta, pujian dan hatinya tergantung
pada nafsu [syahwat] dunia, dia lebih
rakus dari orang yang saya jelaskan kepadamu. Tak tahukah engkau,
bahwa cinta harta termasuk salah satu
dosa besar.
Wahai Muhammad, tak tahukan
engkau bahwa cinta kedudukan
[riyasah] termasuk dosa besar. Dan bahwa sombong, juga termasuk dosa
besar. Wahai Muhammad, tidak tahukan
engkau, bahwa aku punya 70,000
anak. Setiap anak dari mereka, punya
70,000 syaithan. Diantara mereka
telah aku tugaskan untuk menggoda
golongan ulama, dan sebagian lagi menggoda anak muda, sebagian lagi
menggoda orang-orang tua, dan
sebagian lagi menggoda orang-orang
lemah. Adapun anak-anak muda,
tidak ada perbedaan di antara kami
dan mereka, sementara anak-anak kecilnya, mereka bermain apa saja
yang mereka kehendaki bersamanya. Sebagian lagi telah aku tugaskan
untuk menggoda orang-orang yang
rajin beribadah, sebagian lagi untuk
kaum yang menjauhi dunia [zuhud].
Setan masuk ke dalam dan keluar dari
diri mereka, dari suatu keadaan ke keadaan yang lain, dari satu pintu ke
pintu yang lain, sampai mereka
mempengaruhi manusia dengan satu
sebab dari sebab-sebab yang banyak.
Lalu syaithan mengambil keikhlasan
dari mereka. Menjadikan mereka menyembah Allah tanpa rasa ikhlas,
tetapi mereka tidak merasa. Apakah engkau tidak tahu, tentang
Barshisha, sang pendeta yang
beribadah secara ikhlas selama tujuh
puluh tahun, hingga setiap orang
yang sakit menjadi sehat berkat
da'wahnya. Aku tidak meninggalkannya sampai dia dia
berzina, membunuh, dan kafir
[ingkar]. Dialah yang disebut oleh
Allah dalam Qur'an dengan firmannya
[dalam Surah Al Hasyr] :
" (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan
ketika mereka berkata pada
manusia:"Kafirlah kamu", maka
tatkala manusia itu telah kafir ia
berkata:"Sesungguhnya aku berlepas
diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta
alam". (QS. 59:16). Apakah engkau tidak tahu wahai
Muhammad, bahwa kebohongan itu
berasal dariku. Akulah orang yang
pertama kali berbohong. Barangsiapa
berbohong, dia adalah temanku, dan
barangsiapa berbohong kepada Allah, dia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu, bahwa
aku bersumpah kepada Adam dan
Hawa, " Demi Allah aku adalah
penasihat kamu berdua". Maka,
sumpah palsu merupakan
kesenangan hatiku, ghibah, membicarakan kejelekan orang lain,
dan namimah, meng-adu domba
adalah buah kesukaanku, melihat
yang jelek-jelek adalah kesukaan dan
kesenanganku.
Barangsiapa thalaq, bersumpah untuk cerai, dia mendekati perbuatan dosa,
meskipun hanya sekali, dan meskipun
ia benar. Barangsiapa membiasakan
lisannya dengan ucapan cerai, istrinya
menjadi haram baginya. Jika mereka
masih memiliki keturunan sampai hari kiyamat, maka anak mereka
semuanya adalah anak-anak hasil
zina. Mereka masuk neraka hanya
karena satu kata saja. Wahai Muhammad, sesungguhnya
diantara umatmu ada yang meng-
akhirkan shalat barang satu dua jam.
Setiap kali mau shalat, aku temani dia
dan aku goda dia. Kemudian aku
katakan kepadanya:" Masih ada waktu, sementara engkau sibuk".
Sehingga dia mengakhirkan shalatnya
dan mengerjakannya tidak pada
waktunya, maka Tuhan memukul
wajahnya. Jika ia menang atasku,
maka aku kirim satu syaithan yang membuatnya lupa waktu shalat. Jika ia
menang atasku, aku tinggalkan dia
sampai ketika mengerjakan shalat aku
katakan kepadanya,' Lihatlah kiri-
kanan', lalu ia menengok. Saat itu aku
usap wajahnya dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya dan
aku katakan kepadanya,' Aku telah
menyuruh apa yang tidak baik
selamanya'. Dan engkau sendiri tahu
wahai Muhammad, siapa yang sering
menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul wajahnya. Jika ia menang atasku dalam hal
shalat, ketika shalat sendirian, aku
perintahkan dia untuk tergesa-gesa.
Maka ia 'mencucuk' shalat seperti
ayam mematuk biji-bijian dengan
tergesa-gesa. Jika ia menang atasku, maka ketika shalat berjamaah aku
cambuk dia dengan 'lijam' [cambuk]
lalu aku angkat kepalanya sebelum
imam mengangkat kepalanya. Aku
letakkan ia hingga mendahului imam.
Kamu tahu bahwa siapa yang melakukan itu, batal-lah shalatnya
dan Allah akan mengganti kepalanya
dengan kepala keledai pada hari
kiyamat nanti. Jika ia masih menang atasku, aku
perintahkan dia untuk
mengacungkan jari-jarinya ketika
shalat sehingga dia mensucikan aku
ketika ia sholat. Jika ia masih menang,
aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika ia tidak menaruh
tangan di mulutnya, syaithan masuk
ke dalam perutnya dan dengan begitu
ia bertambah rakus di dunia dan cinta
dunia. Dia menjadi pendengar kami
yang setia. Bagaimana umatmu bahagia
sementara aku menyuruh orang
miskin untuk meninggalkan shalat.
Aku katakan kepadanya,' Shalat tidak
wajib atasmu. Shalat hanya diwajibkan
atas orang-orang yang mendapatkan ni'mat dari Allah'. Aku katakan
kepada orang yang sakit :"
Tinggalkanlah shalat, sebab ia tidak
wajib atasmu. Shalat hanya wajib atas
orang yang sehat, karena Allah
berkata :" Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang
pincang, tidak (pula) bagi orang
sakit, ??? Demikianlah Allah menjelaskan ayat-
ayat(Nya) bagimu, agar kamu
memahaminya. (QS. 24:61) Tidak ada
dosa bagi orang yang sakit. Jika kamu
sembuh, kamu harus shalat yang
diwajibkan". Sampai dia mati dalam keadaan kafir. Jika dia mati dan
meninggalkan shalat ketika sakit, dia
bertemu Tuhan dan Tuhan marah
kepadanya. Wahai Muhammad, jika aku bohong
dan ngawur, maka mintalah kepada
Tuhan untuk membuatku jadi pasir.
Wahai Muhammad, bagaimana
engkau bahagia melihat umatmu,
sementara aku mengeluarkan seper- enam umatmu dari Islam. Nabi berkata :" Wahai terlaknat, siapa
teman dudukmu ?".
Iblis :" Pemakan riba".
Nabi :" Siapa teman kepercayaanmu
[shadiq] ?".
Iblis :" Pe-zina". Nabi :" Siapa teman tidurmu ?".
Iblis :" Orang yang mabuk".
Nabi :" Siapa tamumu ?".
Iblis :" Pencuri".
Nabi:" Siapa utusanmu ?".
Iblis :"Tukang Sihir". Nabi :" Apa kesukaanmu ?".
Iblis :" Orang yang bersumpah cerai".
Nabi :"Siapa kekasihmu ?".
Iblis :"Orang yang meninggalkan
shalat Jum'at".
Nabi :"Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu ?".
Iblis :"Ringkikan kuda untuk
berperang di jalan Allah".
Nabi :" Apa yang melelehkan
badanmu ?".
Iblis:"Tobatnya orang yang bertaubat".
Nabi:"Apa yang menggosongkan
[membuat panas] hatimu ?".
Iblis:" Istighfar yang banyak kepada
Allah siang-malam.
Nabi:" Apa yang memuramkan wajahmu (membuat merasa malu dan
hina)?". Iblis:": Zakat secara sembunyi-
sembunyi".
Nabi:" Apa yang membutakan
matamu ?".
Iblis :" Shalat diwaktu sahur
[menjelang shubuh]". Nabi:" Apa yang memukul
kepalamu ?".
Iblis:" Memperbanyak shalat
berjamaah".
Nabi:" Siapa yang paling bisa
membahagiakanmu ?". Iblis :" Orang yang sengaja
meninggalkan shalat".
Nabi:" siapa manusia yang paling
sengsara [celaka] menurutmu?". Iblis:"Orang kikir / pelit".
Nabi:" Siapa yang paling menyita
pekerjaanmu [menyibukkanmu] ?". Iblis:" Majlis-majlis ulama".
Nabi:" Bagaimana kamu makan ?".
Iblis:"Dengan tangan kiriku dan
dengan jari-jariku".
Nabi:"Dimana kamu lindungkan anak-
anakmu ketika panas ?". Iblis:" Dibalik kuku-kuku manusia".
Nabi:" Berapa keperluanmu yang kau
mintakan kepada Allah ?". Iblis:" Sepuluh perkara".
Nabi:" Apa itu wahai terlaknat ?".
Iblis :" (1)Aku minta kepada-Nya
untuk agar saya dapat berserikat
dalam diri Bani Adam, dalam harta dan
anak-anak mereka. Dia mengijinkanku berserikat dalam
kelompok mereka. Itulah maksud firman Allah : Dan
hasunglah siapa yang kamu sanggupi
di antara mereka dengan ajakanmu,
dan kerahkanlah terhadap mereka
pasukan berkuda dan pasukanmu
yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-
anak dan beri janjilah mereka. Dan
tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan
kepada mereka melainkan tipuan
belaka. (QS. 17:64) (2)Setiap harta yang tidak dikeluarkan
zakatnya maka saya ikut
memakannya. Saya juga ikut makan
makanan yang bercampur riba dan
haram serta segala harta yang tidak
dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. (3)Setiap orang yang tidak memohon
perlindungan kepada Allah dari
syaithan ketika bersetubuih dengan
istrinya maka syaithan akan ikut
bersetubuh. Akhirnya melahirkan
anak yang mendengar dan taat kepadaku. Begitu pula orang yang
naik kendaraan dengan maksud
mencari penghasilan yang tidak
dihalalkan, maka saya adalah
temannya. Itulah maksud firman
Allah :" ??. , dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan
pasukanmu yang berjalan kaki ?? (QS.
17:64) .
(4)Saya memohon kepada-Nya agar
saya punya rumah, maka rumahku
adalah kamar-mandi. (5)Saya memohon agar saya punya
masjid, akhirnya pasar menjadi
masjidku.
(6)Aku memohon agar saya punya al-
Qur'an, maka syair adalah al-Qur'anku. (7)Saya memohon agar punya adzan,
maka terompet adalah panggilan
adzanku. (8)Saya memohon agar saya punya
tempat tidur, maka orang-orang
mabuk adalah tempat tidurku. (9)Saya memohon agar saya punya
teman-teman yang menolongku,
maka maka kelompok al-Qadariyyah
menjadi teman-teman yang
membantuku. (10)Dan saya memohon agar saya
memiliki teman-teman dekat, maka
orang-orang yang menginfaq-kan
harta kekayaannya untuk
kemaksiyatan adalah teman dekat-ku.
Ia kemudian membaca ayat : Sesungguhnya pemboros-pemboros
itu adalah saudara-saudara syaitan
dan syaitan itu adalah sangat ingkar
kepada Rabbnya. (QS. 17:27) Rasulullah berkata :" Andaikata tidak
setiap apa yang engkau ucapkan
didukung oleh ayat-ayat dari
Kitabullah tentu aku tidak akan
membenarkanmu".
Lalu Iblis meneruskan :" Wahai Muhammad, saya memohon kepada
Allah agar saya bisa melihat anak-
cucu Adam sementara mereka tidak
dapat melihatku. Kemudian Allah
menjadikan aku dapat mengalir
melalui peredaran darah mereka. Diriku dapat berjalan kemanapun
sesuai dengan kemauanku dan
dengan cara bagaimanapun. Kalau
saya mau, dalam sesaatpun bisa.
Kemudian Allah berfirman
kepadaku :" Engkau dapat melakukan apa saja yang kau minta". Akhirnya
saya merasa senang dan bangga
sampai hari kiamat. Sesungguhnya
orang yang mengikutiku lebih banyak
daripada yang mengikutimu. Sebagian
besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari kiamat.
Saya memiliki anak yang saya beri
nama: (1)Atamah. Ia akan kencing di telinga
seorang hamba ketika ia tidur
meninggalkan shalat Isya. Andaikata
tidak karenanya tentu ia tidak akan
tidur lebih dahulu sebelum
menjalankan shalat. Saya juga punya anak yang saya beri nama
(2)Mutaqadhi. Apabila ada seorang
hamba melakukan ketaatan ibadah
dengan rahasia dan ingin
menutupinya, maka anak saya
tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamer-kan ditengah-tengah
manusia sehingga semua manusia
tahu. Akhirnya Allah membatalkan
sembilan puluh sembilan dari seratus
pahala-Nya sehingga yang tersisa
hanya satu pahala, sebab, setiap ketaatan yang dilakukan secara
rahasia akan diberi seratus pahala.
Saya punya anak lagi yang bernama
(3)Kuhyal. Ia bertugas mengusapi
celak mata semua orang yang sedang
ada di majlis pengajian dan ketika khatib sedang memberikan khutbah,
sehingga, mereka terkantuk dan
akhirnya tidur, tidak dapat
mendengarkan apa yang dibicarakan
para ulama. Bagi mereka yang tertidur
tidak akan ditulis pahala sedikitpun untuk selamanya. (4) Setiap kali ada
perempuan keluar pasti ada syaithan
(kedua anaku) yang duduk di
pinggulnya, ada pula yang duduk di
daging yang mengelilingi kukunya.
Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-orang yang
melihatnya. Kedua syaithan itu
kemudian berkata kepadanya,'
keluarkan tanganmu'. Akhirnya ia
mengeluarkan tangannya, kemudian
kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya. Wahai Muhammad, sebenarnya saya
tidak dapat menyesatkan sedikitpun,
akan tetapi saya hanya akan
mengganggu dan menghiasi.
Andaikata saya memiliki hak dan
kemampuan untuk menyesatkan, tentu saya tidak akan membiarkan
segelintir manusia-pun di muka bumi
ini yang masih sempat mengucapkan
" Tidak ada tuhan selain Allah dan
Muhammad adalah Utusan-Nya", dan
tidak akan ada lagi orang yang shalat dan berpuasa. Sebagaimana engkau wahai
Muhammad, tidak berhak
memberikan hidayat sedikitpun
kepada siapa saja, akan tetapi engkau
adalah seorang utusan dan
penyampai amanah dari Tuhan. Andaikata engkau memiliki hak dan
kemampuan untuk memberi hidayah,
tentu engkau tidak akan membiarkan
segelintir orang-pun kafir di muka
bumi ini. Engkau hanyalah sebagai
hujjah [argumentasi] Tuhan terhadap makhluq-Nya.
Sementara saya adalah hanyalah
menjadi sebab celakanya orang yang
sebelumnya sudah dicap oleh Allah
menjadi orang celaka. Orang yang
bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia oleh Allah
sejak dalam perut ibunya, sedangkan
orang yang celaka adalah orang yang
dijadikan celaka oleh Allah sejak
dalam perut ibunya.
Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman dalam QS Hud :
Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu
Dia menjadikan manusia umat yang
satu, tetapi mereka senantiasa
berselisih pendapat, (QS. 11:118)
kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah
Allah menciptakan mereka. Kalimat
Rabbmu (keputusan-Nya) telah
ditetapkan; sesungguh-nya Aku akan
memenuhi neraka jahanam dengan jin
dan manusia (yang durhaka) semuanya. (QS. 11:119) dilanjutkan
dengan : Tidak ada suatu
keberatanpun atas Nabi tentang apa
yang telah ditetapkan Allah baginya.
(Allah telah menetapkan yang
demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu.
Dan adalah ketetapan Allah itu suatu
ketetapan yang pasti berlaku, (QS.
33:38)". Kemudian Rasulullah berkata lagi
kepada Iblis : " Wahai Abu Murrah
[Iblis], apakah engkau masih mungkin
bertaubat dan kembali kepada Allah,
sementara saya akan menjamin-mu
masuk surga". Ia Iblis menjawab :" Wahai Rasulullah,
ketentuan telah memutuskan dan
Qalam-pun telah kering dengan apa
yang terjadi seperti ini hingga hari
kiamat nanti. Maka Maha Suci Tuhan,
yang telah menjadikanmu sebagai tuan para Nabi dan Khatib para
penduduk surga. Dia, telah memilih
dan meng-khususkan dirimu.
Sementara Dia telah menjadikan saya
sebagai tuan orang-orang yang
celaka dan khatib para penduduk neraka. Saya adalah makhluq celaka
lagi terusir. Ini adalah akhir dari apa
yang saya beritahukan kepadamu
dan saya mengatakan yang
sejujurnya". Segala puji hanya milik Allah SWT ,
Tuhan Semesta Alam, awal dan akhir,
dzahir dan bathin. Semoga shalawat
dan salam sejahtera tetap selalu
diberikan kepada seorang Nabi yang
Ummi dan kepada para keluarga dan sahabatnya serta para Utusan dan
Para Nabi. Hikmah dari Kisah tersebut di atas Sebagai upaya mencari hikmah dalah
kisah di atas, rangkuman ini
barangkali berguna untuk
direnungkan : - Kita perlu semakin menancapkan
keyakinan, bahwa syaithan tidak
punya kuasa sedikitpun bagi orang-
orang yang disucikan-Nya. - Jadi upaya kita adalah memohon
kepada Allah Ta'Ala agar Dia ridho
dan berkenan membersihkan segala
dosa baik sengaja maupun tidak
untuk mendapatkan ampunan-Nya. - Bila kita simak, perbedaan mendasar
keyakinan Iblis adalah tidak ada
keinginannya untuk bertaubat, walau
Rasulullah SAW telah menghimbaunya
bahkan dengan menawarkan jaminan
untuk mendapatkan ampunan. Dengan tegas Allah berfirman : Dan
sesungguhnya Aku Maha Pengampun
bagi orang yang bertaubat, beriman,
beramal saleh, kemudian tetap di jalan
yang benar. (QS. 20:82). - Bila kita cermati hadangan dan
rintangan yang akan dilakukan oleh
Iblis dari kisah tersebut membuat
kesadaran bahwa upaya untuk
menjalani kehidupan sungguh tidak
mudah. - Hanya karena Maha Rahman dan
Maha Rakhiim-Nya sajalah kita akan
selamat dalam menjalani kehidupan
ini hingga akan selamat dari jebakan-
jebakan syaithan. Namun perlu juga di-ingat, Rasulullah
juga pernah mengata-kan bahwa
Jihad Terbesar adalah Mengalahkan
Hawa Nafsu Kita Sendiri. - Dari berbagai referensi yang ada,
cara yang yang jitu untuk berusaha
menghindar dari godaan syetan yang
terkutuk dalam bentuk apapun,
hanya dengan meminta pertolongan
kepada Alloh, paling tidak rajin- rajinlah mengucapkan Ta ’awudz dan istighfar, jika diperlukan ditambah
dengan sural al-Falaq, surat An-nas,
ayat kursi (ada riwayatnya dari
pengalaman abu haraira), dan surat
albaqoroh. Karena dengan alasan,
yang menguasai syetan dan iblis hanyalah Alloh, maka rajin-rajinlah
meminta perlindungan kepada Alloh
dalam segala Hal termasuk dalam
beribadah, agar terhindar dari segala
bentuk jebakan syetan.
- Bacalah “Robbi A ’uudzubika min hamazatisy syayaatiini wa a’udzubika robbi iy yakhdhuruun (ya Tuhanku,
aku berlindung kepada-Mudari
bisikan-bisikan syetan. Dan aku
berlindung kepada-Mu, ya Tuhanku,
agar merek tidak mendekatiku (QS. Al-
Mu’minun 97-98] - Au dzu billahi minasyaithoni
rrojiim….. Wallahu'alam bisho wab...