Jumat, 15 April 2011

HAL HAL YANG DI BENCI MALAIKAT

Melalui berbagai haditsnya, Rasulullah Muhammad saw. memberitahukan kepada umat Islam mengenai masalah-masalah atau perkara- perkara yang mengundang laknat maupun kecintaan/rasa suka para malaikat. Mengapa kita perlu hirau dengan laknat dan kesukaan malaikat?: >> Apa yang disuka maupun dibenci malaikat pada hakikatnya juga dibenci dan dicinta Allah dan rasul.Inilah hakikat rukun iman sebagai sebuah kesatuan yang bersifat sistemik. Tak ada kemungkinan pertentangan antara unsur-unsur dalam keenam rukun Iman dan aplikasinya. >> Kecenderungan malaikat yang suka kesucian dan tidak menukai kekotoran dan keburukan pada hakikatnya adalah selaras dengan fitrah manusia. >> Karena kita butuh doa malaikat yang senantiasa mendoakan kebaikan bagi orang beriman. “( Malaikat-malaikat) yang memikul ´Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, ” (QS. Al Mukmin 7). Berikut ini beberapa hal yang tidak disukai malaikat (diolah dari Jejak Malaikat Di Bumi, M. Hilal Tri Anwari, Pustaka Al Kautsar, hlm. 331-345): 1. Malaikat tidak menyukai rumah yang ada anjing, gambar, patung & lonceng (HR. Bukhari & Muslim). Beberapa ulama ada yang berpendapat bahwa gambar yang dilarang adalah gambar/patung yang membawa fitnah, misalnya gambar yang dikultuskan/dipuja (misalnya patung/gambar Budha dan Yesus), gambar/lukisan/patung porno. Sedang gambar/patung untuk proses pendidikan dan kedokteran tidaklah dilarang (lihat Halal dan Haram dalam Islam oleh Dr. Yusuf Qardhawi (terjemahan), Muammal Hamidy, hlm. 140-157, Bina Ilmu). 2. Malaikat Tidak Menyukai Aroma Yang Tidak Sedap Rasulullah saw. bersabda, “Siapa saja yang memakan pohon yang tidak sedap ini, janganlah mendekati masjid kami. Sesungguhnya malaikat akan merasa sakit (karena aromanya) seperti halnya manusia (HR. Muslim, dari Jabir ra). Malaikat tidak menyukai bawang lebih karena aromanya. Rasulullah saw. melarang orang-orang yang memakan bawang agar tidak ke masjid, karena aroma mulutnya yang menebarkan bau tidak sedap itu. Tapi Rasulullah saw. tidak pernah menetapkan bawang sebagai sesuatu yang diharamkan. 3. Istri yang tidak mau melayani suami Nabi saw. bersabda, “Apabila seorang istri bermalam meninggalkan atau menjauhi tempat tidur suaminya maka malaikat akan melaknatinya sampai pagi” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra) Mengapa malaikat mengutuk penolakan seorang istri atas suaminya? Malaikat yang mulia itu tidak sedang membela-bela kaum pria, tetapi malaikat tahu efek dosa yang lebih besar yang sedang mengancam pasutri itu jika seorang istri menampik ajakan suami; yakni terjerumusnya seorang suami pada perilaku zina dan hilangnya cinta terhadap istrinya yang sah. Adakah yang lebih buruk dari ini bagi sebuah rumah tangga? 4. Istri yang pergi tanpa izin suami Ibnu Umar ra bercerita pernah melihat seorang wanita menumi Rasulullah saw. dan berkata, ”Wahai Rasulullah, apakah hak seorang suami atas istrinya?” Rasulullah saw. bersabda, ”Haknya adalah hendaknya jangan keluar dari rumahnya kecuali dengan izinya. Jika ia melakukanya, maka Allah, Malaikat Rahmat dan Malaikat Kemarahan akan melaknat hingga ia bertobat” (HR. Abu Dawud) Jadi, Islam bukan mangekang kaum perempuan khususnya para istri. Namun prosedur dan etika berumah tanggalah yang diatur oleh Islam. Istri boleh keluar rumah jika telah mendapat izin dari suami. Betapa Islam sangat menginginkan keharmonisan dalam rumah tangga sehingga jika istri ingin keluar rumah pun harus berkoordinasi (izin) dengan suami.Sehingga suami akan melihat kemungkinan keamanan dan kenyamanan dari urusan sang istri. Dengan pertimbangan, itulah suami yang baik kemudian akan mengizinkan, melarang atau memberi izin dengan syarat hingga inisiatif untuk menemani kepentingan istri keluar rumah. 5. Malaikat tidak suka orang yang bakhil/pelit Malaikat tidak menyukai orang bakhil, karena Allah yang Maha Pengasih juga mengecam perilaku bakhil. Allah adalah sumber rezeki bagi semua makhluk. Allah memberi fasilitas hidup kepada manusia dan semua makhluk- Nya tanpa minta balasan. Oleh karenanya, Allah sangat tidak suka manakala ada manusia suka manahan harta bagi orang yang membutuhkan. Rasulullah saw. bersabda, ”Tidak satu hari pun ketika seorang hamba melalui hari itu kecuali dua malaikat turun kepadanya. Salah satunya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang-orang yang berinfaq.’ Sedangkan yang lainya berkata, ‘Ya Allah hancurkan orang yang kikir. ’” Maka, keberuntungan yang besarlah bagi mereka yang senantiasa menafkahkan rezekinya pada jalan Allah karena doa malaikat itu. Sebaliknya, kecelakaanlah bagi mereka yang kikir karena malaikat mendoakan buruk bagi mereka. 6. Malaikat mengutuk para pencela sahabat Rasulullah saw. Belakangan ini sering kita dengar adanya kalangan-kalangan dari umat Islam yang mencerca bahkan sampai melakukan penghinaan terhadap para sahabat Rasulullah saw. Ada banyak bentuk penghinaan itu, ada yang menggunakanya sebagai seloroh dan ada pula yang telah sampai mengatakan para sahabat mulia tersebut sebagai penakut dan gila kekuasaan. Rasulullah saw. bersabda, “Sesunguhnya Allah telah memilih aku dan juga telah memilih bagiku para sahabatku, maka Ia menjadikan bagiku dari mereka itu para pembantu tugasku dan para pembelaku, dan para menantu dan mertuaku. Maka siapa saja mencerca mereka, maka atasnyalah kutukan Allah dan para malaikat-Nya dan segenap manusia. Allah tidak akan menerima di hari kiamat para pembela mereka yang bisa memalingkan mereka dari azab Allah ” (HR. Al Laalikai dan Hakim). 7. Malaikat melaknat para pelaku bid’ah Syekh Yusuf Al Qaradhawi dalam Fiqh Prioritas-nya mengatakan bahwa yang dimaksud dengan bid ’ah adalah sesuatu yang diada-adakan oleh manusia dalam urusan agama. Baik bid’ah yang berkaitan dengan kaidah yang dinamakan dengan bid ’ah ucapan, maupun dengan bid’ah yang berkaitan dengan amalan ” Para pelaku bid ’ah pada umumnya berkeyakinan bahwa dengan amalan bid’ah itu, mereka sedang upaya pendekatan diri kepada Allah dan ajaran Islam pada umumnya. Rasulullah saw. mengecam mereka dan mengingatkan umatnya agar berhati-hati dengan jebakan-jebakan bid’ah. Rasulullah bersabda, “Siapa saja menipu umatku maka baginya laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, apakah pengertian tipuan umatmu itu?” Beliau menjawab, ”Mengadakan amalan bid ’ah, lalu melibatkan orang-orang kepadanya ” (HR. Daruquthin dari Anas ra). 8. Orang alim/ulama yang dilaknat malaikat terkait bid ’ah Bahaya bid’ah ternyata tidak semata- mata mengancam para pelakunya saja. Pihak-pihak yang memiliki ilmu (orang alim) yang melihat persoalan bid’ah telah merajalela di tengah masyarakat dan dia hanya diam saja (tidak mengamalkan ilmunya) dengan mengajarkan kebenaran kepada masyarakatnya, maka golongan orang-orang alim ini juga akan mendapatkan laknat Allah, malaikat dan seluruh manusia. Rasulullah saw. bersabda, “Apabila muncul bid’ah–bid’ah di tengah- tengah umatku wajib atas seorang alim menyebarkan ilmunya (yang benar). Kalau dia tidak melakukanya maka baginya laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Tidak akan diterima shadaqahnya dan kebaikan amalannya ” (HR. Ar-Rabii ’) Mengapa Rasulullah sangat mengecam tindakan bid ’ah? Tidak lain dan tidak bukan, sikap beliau tersebut hanyalah dilandasi oleh keinginan intuk mengajak umat Islam agar senantiasa menjaga kemurnian agama. Allah telah nyatakan bahwa Islam telah sempurna, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu,dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku. Dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka siapa saja terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Maa ’idah 3). Jika kesempurnaan yang telah digaransikan oleh Allah itu ditambah- tambahi, maka tambahan tersebut pastilah hanya akan mengotori dan merusak kesempurnaan yang telah Allah berikan. Adakah yang bisa lebih sempurna daripada Allah? 9. Membenci mereka yang melakukan bid ’ah di Madinah Madinah adalah kota yang mulia. Bila Ibrahim as mensucikan Makkah, maka Muhammad Nabi akhir zaman mensucikan kota madinah. Banyak hal yang membuat Madinah menjadi begitu istimewa bagi Rasulullah. Kota ini menerima Rasulullah ketika kaumnya sendiri mendustakan ajaran beliau, memusuhi Rasulullah dan para sahabatnya. Jangankan berlaku kemungkaran, atau kemaksiatan yang besar, yang melakukan tindakan bid’ah pun mendapatkan kutukan dari para malaikat dan orang-orang yang beriman Nabi saw. bersabda, ”Madinah itu adalah tanah haram. Siapa saja yang berbuat bid’ah di dalamnya atau melindungi seorang pembid’ah, maka ia akan terkutuk dengan laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Dan Allah tidak akan menerima tobat serta tebusannya pada hari kiamat. ” Perkara lain yang terkait dengan kota Madinah dan mengakibatkan turunnya laknat malaikat adalah jika ada orang yang mendzhalimi dan menteror penduduk Madinah. Sehingga akibat perbuatanya itu membuat orang mengalami ketidaknyamanan. Rasulullah saw. bersabda, “Siapa saja menakuti penduduk Madinah, maka mereka mendapatkan laknat dari Allah, para malaikat dan semua manusia. Yang fardhu dan sunnah tidak akan diterima darinya ” (HR. Ibnu Abi Syaibah, dari Jabir bin Abdullah ra). Demikianlah,diantara keutamaan kota Madinah jika dibandingkan dengan kota-kota lain. Islam benar-benar menjaga keutamaanya sedemikian rupa, agar kota ini tetap menjadi standar bagi pelaksanaan ajaran Islam secara konsekuen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar