Sabtu, 12 Maret 2011

MENGAPA ALQUR'AN DI BUKUKAN

Setelah wafatnya junjungan kita Nabi Muhammad s.a.w. terjadilah suatu peristiwa seorang penipu bernama Musailamah Al-Kazzab menggelar dirinya sebagai nabi. Maka orang yang
lemah imannya banyaklah yang kembali murtad. Karena keadaan bertambah genting Saiyidina Abu Bakar r.a telah mengisyaratkan peperang untuk memberantas gejala buruk ini, maka terjadilah satu peperangan yang hebat. Dengan bantuan Allah s.w.t. tentara Islam dapat menewaskan dan membunuh Musailamah. Dalam peperangan ini ramai para hafiz yang terbunuh. Hal ini amat membimbangkan Saiyidina Abu Bakar. Maka beliau memerintahkan Zaid bin Thabith untuk mengumpulkan lembaran ayat-ayat Al-Quran untuk dibukukan. Apabila mendengar perintah itu Zaid berkata: Dengan nama Allah, jika tuan hamba menyuruh hamba mengubah gunung dari satu tempat ke satu tempat yang lain tidaklah ia membebankanku dari mengumpulkan lembaran ayat-ayat Al-Quran. Bagaimanakah sanggup tuan hamba melakukan sesuatu yang baginda sendiri tidak malakukannya?" Saiyidina Abu Bakar r.a. menerangkan bahwa tindakan ini terpaksa dibuat demi menyelamatkan Al-Quran. Setelah Zaid mendengar penerangan itu, maka ia pun menemui penduduk- penduduk di situ dan mengumpulkan satu demi satu lembaran ayat-ayat Al- Quran dari mereka yang ada menyalinnya. Zaid r.a. juga menemui para hafiz yang menghafalnya dalam hati mereka, sehingga dapatlah Zaid mengumpulkan hingga ayat yang terakhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar