Jumat, 18 Februari 2011

DAFTAR NABI PALSU

NABI PALSU SEBELUM ZAMAN ISLAM:


1. Zoroaster (Persia, 660-583 SM), kitab suci: Avesta. Mati terbunuh
dalam perang melawan Bactria
(Balkh).

2. Marcion (Roma, ± 144 M), pembentuk gereja Marcionite dan
pemahaman Marcionisme .

3. Mani (Persia, ± 242 M), pendiri agama Manichaeisme (al-Maniwiyah).
Mati dibunuh, dikuliti, dan kulitnya
diisi jerami dan digantung oleh
Bahram.

4. Daishan, pendiri aliran Daishaniyah yaitu suatu aliran ber-tuhan dua di
Persia dari agama Majusi.

5. Mazdak (Persia, 487-523 M), pendiri aliran Mazdakiyah (Serba
Boleh dan Semua Halal), kitab suci:
Zanda. Mati dibunuh.

NABI PALSU DI ZAMAN JAHILIYAH:

1. Amru bin Luhayyi , (dari Kabilah Khuza ’ah), orang yang pertama kali merubah agama Nabi Ibrahim dan
Ismail menjadi kemusyrikan dan
penyembahan berhala.

NABI PALSU DI MASA RASULULLAH
SHALALLAHU ALAIHI WASALLAM:

1. Al-Aswad al-Ansi (11 H/632 M) atau Abhalah bin Ka ’ab bin Auf al-Ansi al-Madzhiji , seorang dukun dari
Yaman. Mati dibunuh oleh Fairuz,
kerabat istri al-Aswad.

2. Musailamah al-Kadzdzab (usia 150 tahun, mati tahun 12 H/633 M).
Memiliki pasukan 40.000 orang. Mati
dibunuh oleh Wahsyi dengan
tombaknya pada masa Khalifah Abu
Bakar Ash-Shiddiq.

NABI PALSU SETELAH MASA
RASULULLAH SHALA-LAHU ALAIHI
WASALLAM:

1. Sajah binti Al-Harits bin Suwaid bin Aqfan at-Tamimiyah dari Bani Yarbu (mati tahun 55 H/675 M).
Seorang dukun wanita yang mengaku
Nabi di zaman Abu Bakar ash-Shiddiq
dan kemudian dinikahi oleh
Musailamah al-Kadzdzab. Setelah
Musailamah terbunuh, Sajah melarikan diri ke Irak kemudian masuk Islam
dan mati dalam keadaan Islam.

2. Thulaihah al-Asadi (mati tahun 21 H/642 M). Masuk Islam tahun 9 H,
kemudian murtad dan mengaku Nabi
di Nejd pada masa Abu Bakar ash-
Shiddiq. Setelah Abu Bakar ash-
Shiddiq wafat, Thulaihah bertaubat
(masuk Islam) kemu-dian mati syahid dalam penaklukkan Persia.

3. Abdullah bin Muawiyah bin Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib. Sempalan Syiah yang meyakini
reinkarnasi (kembali-nya ruh orang
yang sudah mati) dari satu orang ke
orang lain. Dia mengaku Tuhan dan
Nabi sekaligus.

4. Al-Mukhtar bin Abi Ubaid (Thaif, 622-687 M/67 H), pe-nganut Syiah
yang mengaku Nabi dan mendapat
wahyu. Dia adalah saudara iparnya
Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu. Mati dibunuh oleh Mush’ab bin Az- Zubair di Harura.

5. Mirza Ali Mohammad (abad 19). Pendiri agama Babisme dan penganut
Syiah, dihukum mati oleh pemerin-tah
Iran tahun 1843.

6. Mirza Husein Ali. Pendiri agama Bahaisme (pengganti Babisme) dan
penganut Syiah. Mengaku Nabi tahun
1862 dan mati tahun 1892, kemudian
dilanjutkan oleh anaknya, Abbas
Efendy yang berpusat di Chicago.

7. Mirza Ghulam Ahmad (India 1835-1908). Pendiri agama
Ahmadiyah. Kitab suci: Tadzkirah. Mati
terkena wabah penyakit kolera.

8. Rashad Khalifa (Mesir, 1935-1990), penganut Tasawuf dan
perintis Ingkarus Sunnah. Mati
dibunuh oleh pengikutnya dengan
disembelih dan ditusuk-tusuk dengan pisau dapur.

9. Asy-Syaikhah Manal Wahid Manna, wanita tersebut mulai melontarkan kesesatan sejak tahun
1995. Dan dipenjara oleh
pemerintahan Mesir. 10. Tsurayya Manqus , seorang wanita peneliti, cendekiawan dalam
bidang sejarah dari Yaman.

11. Muhammad Bakri , asal Yaman dan dibunuh oleh pengikut-nya,
kemudian disalib di atas papan kayu.

12. Muhammad Abdur Razak Abul ‘Ala, asal Sudan. Bekerja sebagai tukang jahit di Kairo.

13. Dan masih ada beberapa Dajjal
yang mengaku Nabi dari berbagai
negara lainnya seperti di Sudan, Saudi
Arabia, Mesir, Libanon dan lainnya.

NABI-NABI PALSU DI INDONESIA:

1. Ahmad Musaddeq atau H. Abdul Salam (Lahir Jakarta, 1942), mengaku menjadi Nabi tanggal 23 Juli 2006.
Pemim-pin Al-Qiyadah Al-Islamiyah di
rezim Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono. Kitab suci: Al-Qur ’an dengan pemahaman sendiri. Mengaku
bertaubat tanggal 9 November
2007.

2. Lia Aminuddin, pendiri agama Salamullah. Mengaku mendapat
wahyu dari malaikat Jibril dan
mengklaim dirinya Nabi dan Rasul
serta Imam Mahdi. Divonis hukuman 3
tahun penjara oleh Mahkamah Agung.

3. Ahmad Mukti , putra dari Lia Aminuddin yang dianggap sebagai
Nabi Isa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar