Senin, 28 Februari 2011

ENSTEIN..MENGAKUI KEHEBATAN ALQUR'AN DAN HADIST

Oleh : Muh.yasin fii sabilillah


Albert Einstein, ilmuan fisika terbesar
sepanjang masa dalam sebuah risalah
terakhirnya menulis, Islam lebih
utama, lebih sempurna dan lebih logis dibanding agama-agama dunia yang
ada. Risalah ilmiahnya itu berjudul “Die Erklarung ” yang ditulis dalam bahasa Jerman pada tahun 1954 di Amerika. Risalah ini pada hakikatnya sama
dengan surat rahasia yang ditulisnya
kepada Ayatullah Al-Uzhma
Boroujerdi. Dalam risalah ini, Einstein
membuktikan teori relativitasnya
dengan ayat-ayat Al-Quran dan hadis- hadis dari buku Nahjul Balaghah dan
Bihar Al-Anwar. Ia mengatakan,
hadis-hadis punya muatan seperti ini
tidak bakal di mazhab lain. Hanya
mazhab Syiah yang memiliki hadis dari
para Imam mereka yang memuat teori kompleks seperti Relativitas.
Sayangnya, kebanyakan ilmuannya
tidak mengetahui hal itu. Salah satu hadis yang menjadi
sandarannya adalah hadis yang
diriwayatkan oleh Allamah Majlisi
tentang Mi’raj jasmani Rasulullah saw. Disebutkan, “Ketika terangkat dari tanah, pakaian atau kaki Nabi
menyentuh sebuah bejana berisi air
yang menyebabkan air tumpah.
Setelah Nabi kembali dari Mi ’raj jasmani, setelah melalui berbagai
zaman, beliau melihat air masih dalam
keadaan tumpah di atas tanah. ” Einstein melihat hadis ini sebagai
khazanah keilmuan yang mahal
harganya, karena menjelaskan
kemampuan keilmuan para Imam
Syiah dalam relativitas waktu. Menurut
Einstein, formula matematika kebangkitan jasmani berbanding
terbalik dengan formula terkenal
“relativitas materi dan energi”.

E = M.C2 >> M = E :C2
Artinya, sekalipun badan kita
berubah
menjadi energi, ia dapat kembali
berujud semula, hidup kembali. Dalam suratnya kepada Ayatullah Al-Uzhma Boroujerdi, sebagai
penghormatan ia selalu
menggunakan kata panggilan
“Boroujerdi Senior”, dan untuk menggembirakan roh Prof. Hesabi, ia
menggunakan kata “Hesabi yang mulia”. Naskah asli risalah ini masih tersimpan
dalam Safety Box rahasia London (di
bagian tempat penyimpanan Prof.
Ibrahim Mahdavi), dengan alasan
keamanan. Risalah ini dibeli oleh Prof. Ibrahim Mahdavi (tinggal di London) dengan bantuan salah satu anggota
perusahaan pembuat mobil Benz
seharga 3 juta dolar dari seorang
penjual barang antik Yahudi. Tulisan tangan Einstein di semua
halaman buku kecil itu telah dicek
lewat komputer dan dibuktikan oleh
para pakar manuskrip

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar